Oh, My Young Man

Oh, My Young Man
Terbakar Amarah



Kenzo bersiap-siap di arena balap dengan seorang pembalap jagoan dari bang Jarot. Sementara aline melihat dari samping lintasan dengan perasaan cemas. Dia hanya bisa berharap dan berdoa agar Kenzo selamat dan tidak terjadi apa-apa. Sedangkan Hero dan juga Leni melihat dengan tatapan yakin akan kemenangan mereka. Dan sesekali Leni menatap tajam ke arah Aline. Sementara Aline tidak menggubris sikap permusuhan yang ditunjukkan oleh Leni kepadanya.


Aba-aba sudah dibunyikan. Kenzo dan lawannya melakukan motor mereka dengan segera. Leni berteriak menyemangati Kenzo. Sedangkan bang Jarot juga ikut memberi semangat kepada jagoannya yang sedang bertanding dengan Kenzo.


Aline hanya memanjatkan doa agar Kenzo bisa menang dan segera pulang dengannya dalam kondisi baik-baik saja. Hero yang melihat pertandingan itu hanya tersenyum simpul. Dia tahu Kenzo pasti akan menang melawan jagoan dari Jarot.


Pertandingan itu berlangsung seru. Leni tidak henti-hentinya memberi semangat dengan meneriakkan nama Kenzo. Begitu pula dengan Jarot. Dia harus menang dalam pertandingan ini. Karena dia telah mempertaruhkan banyak uang untuk jagoannya tersebut.


"Kenzo... kamu harus selamat,"gumam Aline dalam doanya. Dia tidak tahu harus berkata apa kepada Tante Monita karena seharusnya mereka belajar di rumah bukan sedang balapan sepeda motor begini.


Kenzo lebih dulu menyalip pembalap yang menjadi lawannya. Dan bendera sudah dikibarkan tepat setelah motor Kenzo melewati nya.


Suara riuh penonton meneriakkan nama Kenzo berulang kali. Leni yang melihat kemenangan nya menjadi sangat bahagia dan memeluk Hero.


Tidak kalah bahagianya, Aline melihat si Kenzo baik-baik saja. Dia segera berlari menemui Kenzo. Tiba-tiba Aline melihat pembalap yang menjadi lawan Kenzo datang dan hendak memukul diri Kenzo.


"Kenzo..." Aline berusaha mengingatkannya. Namun, Kenzo rupanya justru menoleh kepadanya. Aline bergegas berlari ke arah Kenzo sebelum terlambat.


Bug!


Sebuah pukulan itu justru mengenai punggung Aline yang seketika itu juga memeluk tubuh Kenzo. Melihat bahwa Aline yang terkena pukulan membuat Kenzo sangat terkejut dan seketika menyadari jika Aline sedang menyelematkan dirinya dari lelaki yang baru saja dia kalahkan dalam pertandingan.


"Aline,"Kenzo menahan tubuh Aline yang melorot karena merasakan sakit.


"Akh, aku tidak ..apa...apa..."ujar Aline dengan terbata-bata. Tampak dia merintih pelan karena menahan sakit yang ada di punggungnya.


"Kurang ajar,"Kenzo menggeram menatap pembalap yang baru saja hampir memukulnya. Dia bergegas menghampiri lelaki tersebut yang tampak mengejek dirinya itu.


Kenzo melayangkan pukulannya tepat di wajah si lelaki. Seketika suasana di tempat balapan itu menjadi ricuh karena terjadi perkelahian antara Kenzo dan jagoan dari si Jarot.


Aline menatap tidak percaya dengan apa yang Kenzo baru saja lakukan. Dia hanya terdiam saja sambil memegangi bahunya yang sakit.


"Cukup Kenzo,"ujar Hero menghentikan perlawanan Kenzo yang sudah dicekal oleh dua anak buah dari hero.


"Kak Kenzo, kamu tidak apa-apa?"tanya leni dan hendak memeriksa wajah Kenzo tapi dihadang oleh tangan Kenzo.


"Jangan hubungi aku lagi, aku sudah tidak punya hutang lagi padamu!"ujar Kenzo dengan wajah dinginnya kepada Hero.


Setelah mengatakan hal tersebut, Kenzo segera menghampiri Aline dan mengajaknya pulang. Kenzo memakaikan helm di kepala Aline. Lalu membawa Aline keluar dari lokasi balapan itu.


Leni yang melihat perhatian Kenzo yang begitu besar kepada si Aline membuat dia merasa cemburu. Kenzo tidak pernah bersikap baik kepadanya selama ini. Padahal dia selalu perhatian dengan Kenzo.


Hero hanya tersenyum getir melihat kepergian Kenzo. Dia melihat ke arah Jarot yang merasa masam karena dia kalah. Dan lagi saat melihat jagoannya kalah saat bertarung dengan Kenzo. Dia benar-benar sangat marah. Karena kekalahannya semakin besar saja.


"Jangan ingkar janji lagi, bang. Bayar kekalahanmu kali ini. Kalau tidak, jangan harap keluar hidup-hidup dari sini,"ucap Hero dengan tatapan mematikannya.


***


Iklan Author


Selama menunggu waktu liburan selama 14 hari karena COVID-19. Maka, apa salahnya membaca novel-novel karya author.


Selain membaca, luangkan waktu untuk like, vote dan juga kirim komentar kalian sebanyak-banyaknya.


Terimakasih 😁