Oh, My Young Man

Oh, My Young Man
Status Pacar



Aline masih merasa canggung, bukan, lebih tepatnya malu karena apa yang sudah Kenzo lakukan kepada dirinya tadi. Aline masih saja terbayang bagaimana dia malah membalas ciuman Kenzo itu membuat keduanya hampir saja kelepasan pagi itu.


'Dasar bodoh, kenapa kamu bisa sampai terlihat begitu murahan Aline, kenapa kamu sampai bisa bersikap seperti gadis hina saja' gerutu Aline pada dirinya sendiri yang entah kerasukan apa tadi pagi ketika dia begitu bernafsu membalas ciuman yang Kenzo berikan kepadanya.


Flashback


Kenzo mendaratkan sebuah kecupan hangat di bibir Aline yang terkejut karena perlakuan Kenzo yang tiba-tiba itu.


Kenzo tersenyum tipis saat menyadari tubuh kekasihnya yang menegang karena perlakuan dia barusan. Dan Kenzo kembali mencium bibir Aline kembali kali ini lebih menuntut karena sikap Aline yang begitu menggemaskan di matanya.


Aline yang semula hanya diam saja tidak membalas apa yang Kenzo lakukan. Namun, Kenzo berbisik kepadanya pelan.


"Sayang, buka bibirmu,"ucapnya dengan suara yang serak. Dan Aline seperti terhipnotis mendengar apa yang Kenzo katakan padanya.


Dia menuruti apa kemauan kekasih yang sedang mengungkung tubuhnya. Kenzo mulai menjelajahi dan mengabsen satu-persatu apa yang ada di dalam mulut Aline. Sedangkan Aline justru menikmati permainan pria yang kini sudah resmi menyandar gelar sebagai kekasihnya.


Kenzo memeluk tubuh sang kekasih dan semakin mendesak tubuh sang kekasih hingga Aline pun menabrak dinding tembok kamarnya.


"Awww..."Aline memekik kesakitan saat punggungnya terpentok tembok.


Kenzo pun segera melepaskan ciuman panasnya barusan ketika mendengar suara mengasuh dari sang kekasih. Sadar kalau sikapnya telah membuat sang kekasih terluka membuat Kenzo menghentikan aksinya.


"Sayang, kamu tidak apa-apa?"tanya Kenzo sambil mengusap perlahan pinggang sang kekasih.


Aline hanya meringis kesakitan dan menatap wajah Kenzo yang tampak panik melihat dirinya.


"Kamu sih mendorongku terus,"gerutu Aline sambil memukul perlahan bahu Kenzo.


"Maaf, yang mana yang sakit?"tanya Kenzo sambil menahan tawa saat melihat wajah cemberut Aline karena perbuatan panasnya. Aline mengusap punggungnya dan Kenzo langsung mengusap-usap sayang punggung sang kekasih.


"Maaf, ya sayang,"ucap Kenzo sambil membekas puncak kepala Aline dengan sayang. Aline memerah wajahnya seketika mendengar betapa manis kekasihnya itu meminta maaf kepada dirinya.


Aline pun hanya mengangguk seperti anak kucing mendengar ucapan sang kekasih. Sungguh manis sekali, batin Kenzo yang melihat sikap Aline yang malu-malu.


"Ternyata kamu punya sisi yang menggemaskan ini juga ya,"ucap Kenzo sambil mengusap pelan bibir Aline yang sedikit bengkak karena perbuatannya.


"Apaan sih, udah deh,"ucap Aline sambil mendorong tubuh Kenzo yang menempel di tubuhnya.


Kenzo hanya tertawa pelan melihat sikap malu-malu Aline tersebut. Sungguh sangat manis. Kenzo menjadi tidak sabar ingin segera menikahi gadis ini jika begini.


Flashback Now


"Sayang, kamu melamun?"tanya Kenzo sambil menyentuh tangan Aline dengan lembut. Gadis di sampingnya itu dari tadi hanya diam saja.


"Eh,"Aline tersadar dari lamunannya saat sebuah tangan menggenggamnya.


"Iya, ada apa?"tanya Aline sambil menatap ke arah Kenzo.


"Astaga, kamu melamunkan apa memangnya sampai tidak mendengarkan apa yang kukatakan sedari tadi?"tanya Kenzo kekasih kekasihnya.


"Oh, aku hanya memikirkan tentang.. tentang tugas skripsi saja,"ucap Aline berdalih. Kenzo hanya menggelengkan kepala melihat sang kekasih.


"Kamu pasti bisa menyelesaikannya. Kamu sudah bekerja keras selama ini,"ucap Kenzo memberikan semangat kepada kekasihnya yang dia yakini sedang cemas akan nasib skripsinya.


Aline mengangguk dan tersenyum hangat kepada Kenzo.


"Terimakasih banyak sudah memberiku semangat ya,"ucap Aline dengan perasaan menghangat akibat ucapan sang kekasih.


Kenzo tersenyum dengan manis saat mendengar ucapan terimakasih yang disampaikan Aline begitu lembut. Selama ini mereka biasanya sering meributkan hal-hal kecil tetapi siapa sangka sekarang keduanya malah jatuh dalam perasaan cinta.


"Aku ingin kita segera bertunangan,"ucap Kenzo membuat Aline seketika menoleh karena terkejut dengan apa yang baru saja dikatakannya.


"Apa?"


"Iya, sayang, aku akan datang ke rumahmu dan melamarmu secepatnya,"kata Kenzo dengan santainya.


Aline yang mencerna ucapan kekasihnya itu sampai mengerjapkan matanya berkali-kali.


'Apa melamar? Dia ingin segera mengikat hubungan denganku? Apakah dia ingin segera melangsungkan pernikahan?'


"Ya, aku ingin kita segera meresmikan hubungan diantara kita berdua. Apa kamu mau hanya menjalin hubungan pacaran saja, hm?"tanya Kenzo sambil menatap Aline penuh selidik.


"Ya, tapi...kenapa mendadak sekali?"tanya Aline jujur. Padahal dia masih ingin melanjutkan bisnis sang bunda yang kini dia pegang. Dia masih belum kepikiran untuk pernikahan.


Kenzo menghela napas. Dia tahu kalau di usianya yang masih muda mungkin Aline masih belum yakin kepadanya untuk segera melangsungkan pernikahan. Tetapi Kenzo sendiri sudah yakin jika dia sangat mencintai Aline dan tidak ingin kehilangan gadis itu.


"Kamu tidak mau menikah denganku?"tanya Kenzo dengan nada sedih. Aline segera mengutarakan maksud sebenarnya dari ucapannya tadi karena tidak ingin kenzo salah paham dengannya.


"Bukan begitu, tetapi kamu saja baru lulus SMA, apakah kamu yakin ingin menjalin hubungan serius? Eh... maksudku apakah kamu yakin untuk menjalani pernikahan nantinya. Apakah kamu tidak ingin kuliah dan meneruskan bisnis ayahmu dulu? Lagipula aku juga belum lulus kuliah, aku juga masih ingin melanjutkan bisnis restoran milik bunda,"ujar Aline menjelaskan maksud ucapannya.


Kenzo menghela napas. Dia tahu Aline mencemaskan hal itu. Kenzo sudah menebak dari awal sebenarnya. Kenzo pun juga masih ingin berkuliah dan melanjutkan bisnis keluarga Darmawan karena dia adalah putra tunggal keluarga tersebut. Tetapi dia tidak dapat menjadikan Aline dengan status yang hanya sebagai pacar saja. Kenzo ingin segera mendapatkan status yang lebih serius lagi.


Kenzo menatap dalam ke arah Aline. Dia mengambil salah satu tangan Aline dan menggenggamnya erat.


"Sayang, aku ingin kita menjalani hubungan yang lebih serius. Aku tidak mau hanya menggantungmu dengan status sebagai pacar. Aku ingin kita menjalani hubungan ini dengan serius. Aku tidak main-main dengan perasaan aku ini, sayang,"ucap Kenzo membuat Aline sungguh tidak percaya dengan apa yang pria muda ini sampaikan barusan.


Pemuda yang selama ini dia kenal tampak berandalan dan susah diatur ternyata bisa juga bersikap seserius ini. Sungguh tidak pernah dia duga sebelumnya. Kalau sejak awal Kenzo bersikap sedewasa ini mungkin dia jatuh akan pesonanya ini.


"Jadi kamu mau ya kalau kita bertunangan?"tanya Kenzo kepada Aline yang masih tampak berpikir dengan keinginan Kenzo tersebut.


"Aku....aku...."


...****************...


...Terimakasih sudah setia menunggu setiap updatean nya. Salam cinta dari Author ❤️...