Oh, My Young Man

Oh, My Young Man
Panggilan Sayang



Alarm di kamar Aline pun berbunyi. Sang pemilik kamar itu rupanya masih terlelap dibawah selimut tebal yang menghangatkan tubuhnya.


Aline tampak menggeliatkan tubuhnya mendengar bunyi alarm tersebut. Aline mematikan bunyi yang cukup menggangu tidur nyenyaknya itu.


"Jam berapa sih ini?"gumam Aline sambil sedikit menguap. Dia mengucek matanya berkali-kali sebelum melihat dengan jelas jarum jam di sana.


"Astaga!!"pekik Aline saya menyadari jika dirinya telah terlambat bangun pagi itu.


Aline bergegas bangun dari tidurnya. Dia segera ke kamar mandi untuk mandi. Hari ini dia ada janji dengan dosen pembimbingnya. Kalau dia tidak segera menyelesaikan skripsinya bagaimana dia akan segera lulus ditahun ini.


Aline keluar dari kamar mandi dengan memakai jubah mandinya. Sambil mengeringkan rambutnya setelah dia keramas. Aline mematut dirinya di depan cermin riasnya. Seketika gerakan Aline terhenti saat dia melihat berlian cantik yang menghiasi lehernya yang putih tersebut.


Ingatan Aline kembali pada kejadian yang menimpanya semalam. Mendadak Aline menjadi blushing mengingat apa yang telah terjadi padanya semalam. Acara penembakan itu sungguh begitu romantis menurut Aline. Bisa-bisanya Kenzo melakukan hal itu tanpa memberitahukan terlebih dahulu kepadanya. Eh, kalau diberi tahu namanya bukan surprise dong ya.


Aline tersenyum malu saat ingat bagaimana perlakuan Kenzo kepada dirinya semalam. Kenzo gimana bisa kamu seromantis itu sih.


Flashback on


Setelah Aline menjawab permohonan Kenzo. Setelahnya kedua keluarga mereka makan malam bersama dalam satu meja. Aline masih merasa canggung dengan apa yang baru saja terjadi. Dia masih sering bengong dan Kenzo berkali-kali yang memanggil namanya. Saat Kenzo mulai nakal dengan memanggilnya sayang membuat wajah Aline seketika memerah. Apalagi Kenzo melakukan hal itu di depan kedua orang tua mereka.


"Sayang, mau makan apa? Aku ambilkan,"tawar Kenzo saat mereka berdua akan mengambil lauk pauk saat makan.


"Hah?"Aline masih tidak percaya dengan perkataan seorang Kenzo.


"Sayang, kamu sudah kesekian kalinya melamun setiap aku bertanya. Kamu mau aku cium biar kamu tidak melamun terus,"ucap Kenzo sambil menaik turunkan alisnya. Seketika ucapan Kenzo itu membuat Aline menjadi tersadar.


"Hust, kalau ngomong nggak pakai disaring yah,"ucap Aline sambil menepuk lengan Kenzo karena dia merasa malu di hadapan kedua orang tua mereka.


"Habis kamu melamun terus sih,"gerutu Kenzo tidak mau kalah.


"Jadi mau makan apa, sayangku?"kembali Kenzo bertanya dengan suara yang begitu lembut. Aline menatap ke arah keluarga mereka yang tampak sedang menahan senyuman mendengar dan melihat tingkah polah mereka berdua.


"Isshhh, kamu neh ya, aku ambil sendiri aja,"ucap Aline kemudian mengambil menu makanan yang dia inginkan.


"Kamu nggak pengen ambilin aku juga, sayang,"rengek Kenzo seperti anak kecil yang sedang merajuk kepada ibunya. Aline menoleh dan mendapati wajah Kenzo yang memelas dan tau nggak sih, wajahnya itu bikin gemes aja. Ih, pengen ngarungin aja jadinya😂


Aline menghela napas panjang. Dia tidak bisa menolak apa yang diinginkan oleh Kenzo tersebut. Aline pun mengambilkan lauk pauk dan juga nasi untuk Kenzo. Melihat perilaku Aline yang manis tersebut membuat Kenzo merasa senang. Membuat dirinya semakin mencintai gadis yang ada di sebelahnya ini saja.


"Makasih, sayangku,"ucap Kenzo saat piring nya sudah diletakkan di depan dirinya dengan lauk dan nasi yang Aline ambilkan barusan.


Aline kembali blushing karena Kenzo tidak hanya mengucapkan terimakasih secara lisan. Dia juga menyentil pelan hidung mancung Aline dengan gemas. Aline menepuk punggung tangan Kenzo dengan sikapnya yang nakal barusan.


"Ehemm,"deheman dari sang kakak membuat Aline merasa salah tingkah.


"Mbak, tolong saya minta air mineral saja ya,"ujar Aldo kepada sang pelayan restoran.


"Kamu nggak suka minum manis ya, do?"tanya Keanu yang melihatnya.


"Bukan begitu om, sedari tadi Aldo melihat banyak kebucinan yang membuat kemanisannya berlebihan. Jadi karena itu Aldo pesen air mineral saja,"ujar Aldo sambil melirik dan tersenyum ke arah pasangan baru yang tentunya merasa tersindir tersebut.


"Wah kamu benar do, dari tadi yang ditampilan adegan manis-manis mulu. Om jadi baper juga ngelihatnya,"ujar Keanu menimpali ucapan Aldo, kakak Aline.


"Ya, sudah kalian kembali aja jadi muda dulu. Honeymoon, biar romantisnya kagak kalah sama mereka,"ujar Anita menimpali.


"Wah, kamu benar Nit, kenapa aku nggak kepikiran ya. Sayang, ayo kita honeymoon lagi, sapa tau bisa buat adik untuk Kenzo,"ucap Keanu dengan rasa percaya dirinya dan memeluk bahu sang istri dengan sikapnya yang protektif.


"Idih...apaan sih pa, orang udah tua-tua gini kok mikir punya anak lagi. Sekarang itu mikirnya kapan kita akan segera menimang cucu. Bukan buat anak lagi,"ucap Monita.


"Wah, kamu betul juga sayang, jadi gimana nit, kalau kita jadi besan, seru juga kayaknya,"seru Keanu dengan antusias.


Sedangkan Aline seketika tersedak mendengar ucapan papa Kenzo yang ingin segera melamar nya untuk segera menikah dan menjadi istri Kenzo dan juga menantu dirinya. Kenzo pun dengan sikap memberikan air minum untuk Aline sambil mengelus-elus perlahan punggungnya.


"Kalau aku sih terserah anaknya saja,"sahut Anita yang memang menyerahkan pilihan itu kepada Aline. Kalau putri bungsunya itu bahagia maka dia juga akan merasa bahagia.


"Kalau menurut kalian bagaimana?"kali ini Monita yang bertanya kepada pasangan kekasih yang baru saja jadian beberapa waktu yang lalu.


"Kalau aku terserah Aline saja. Kalau dia mau sesegera mungkin aku juga sudah siap. Mau besok dia ngajak nikah juga aku siap-siap aja kok,"ucap Kenzo yang membuat Aline melotot ke arah kekasihnya tersebut.


"Kalau ngomong nggak pakai disaring dulu ya,"bisik Aline kepada Kenzo.


"Lah, emang bener, kalau mau nikah besok ya ayo, aku sudah siap nafkahin kamu kok,"ujar Kenzo dengan bangga.


"Hilih, emang kamu kerja apa? Orang lulus aja barusan juga tadi pagi,"kata Aline mencibir.


"Kamu belum tahu ya dek kalau selama ini Kenzo itu udah kerja lho. Jangan salah, tiap bulan dia mendapatkan gaji tuh,"sahut Aldo yang mendengar ucapan sang adik. Aline melongo tak percaya mendengarnya. Kerja apa? batin Aline tidak percaya.


"Iya, Kenzo selama ini membantu papa mengurusi salah satu anak cabang perusahaan. Dan dia selama ini papa gaji sesuai dengan kemampuannya tersebut. Salah satu hasil karyanya adalah wahana permainan di sebuah mall yang terkenal di kota kita ini,"ujar papa Kenzo kali ini dengan senyum kebanggaannya. Aline seketika terdiam dan menatap Kenzo tidak percaya. Jadi waktu itu wahana permainan yang pernah ditunjukkan oleh Kenzo adalah....


Kenzo yang ditatap Aline seperti itu justru merasa lucu melihatnya.


"Makannya sayang, kalau kamu siap, besokpun aku bisa menikahimu. Aku siap lahir dan batin kok,"ujar Kenzo sambil menggenggam tangan Aline dengan erat.


Flashback off


...****************...


...Terimakasih sudah setia menunggu setiap updatean nya. Salam cinta dari Author ❤️...