Oh, My Young Man

Oh, My Young Man
Adanya Rasa Trauma



Aline mencium aroma yang khas saat dia mulai merasakan kesadaran menghinggapi dirinya. Aline mengerjapkan kedua matanya yang masih terasa berat. Namun, sayup-sayup suara sedang memanggil namanya terdengar di telinganya meski tak begitu jelas.


Mata Aline mulai terbuka perlahan dan bayangan samar mulai menyerupai sosok sang kakak dan sang bunda. Aline berusaha untuk melihat dengan jelas sosok yang ada di depannya tersebut.


"Aline, sayang, Alhamdulillah ya Allah akhirnya dia sadar juga,"itu adalah suara dari sang bunda, Anita Dirgantara.


"Aku akan memanggil dokter dulu ya, Bun,"ujar sang kakak, Aldo Putra Dirgantara kepada sang bunda.


"Iya, nak, segera panggil dokter, adikmu sudah terbangun,"ujar sang bunda meminta putra sulungnya untuk bergerak lebih cepat.


"Baik, bunda,"kata Aldo bergegas keluar dari ruangan rawat inap sang adik dan mencari keberadaan dokter.


"Syukurlah, nak, kamu baik-baik saja,"ujar bunda Anita kepada putri kesayangannya yang sudah terbangun dari tidurnya. Anita Dirgantara bahkan sudah begitu panik dan hampir tidak kuat menahan dirinya setelah mendengar berita yang menimpa sang putri.


Apalagi setelah Anita melihat sendiri bagaimana kondisi putra teman baiknya, Kenzo Gavino Darmawan. Kondisi Kenzo ternyata justru lebih parah daripada sang putri, Aline. Anita hampir saja berpikir jika sang putri juga terluka parah seperti Kenzo. Ternyata kondisi Aline masih jauh lebih baik daripada Kenzo.


"Silakan dokter,"ujar Aldo yang sudah kembali dengan membawa seorang dokter dan dua orang perawat masuk ke dalam ruangan.


"Permisi ya Bu,"ujar salah seorang perawat meminta kepada nyonya Dirgantara agar berpindah tempat karena dokter akan memeriksa kondisi sang putri.


Aline memang sudah membuka matanya tetapi rasa pusing di kepalanya masih terasa. Sehingga dia tidak berani berbicara terlebih dahulu. Dokter pun memeriksa kondisi Aline dengan dibantu oleh dua orang perawat yang mengikutinya.


Sedangkan Anita Dirgantara dan juga Aldo Putra Dirgantara hanya melihat apa yang sedang dilakukan oleh tim medis kepada putri dan adiknya tersebut. Mereka sebenarnya sangat bersyukur dengan kondisi Aline saat ini yang tampak baik-baik saja. Dalam artian baik-baik saja secara fisik. Jika dibandingkan dengan kondisi Kenzo di ruangan sebelah.


"Apakah kamu bisa melihat saya?"tanya sang dokter tampak sedang bertanya kepada Aline. Dan sebuah anggukan pun dilakukan Aline sebagai bentuk jawaban atas pertanyaan sang dokter.


"Kamu tahu siapa yang sedang berdiri di sana?"tanya sang dokter sambil menunjuk ke arah keluarga Aline yang sedang berdiri menunggu dengan cemas jawaban dari dirinya.


Anita Dirgantara meremas tangan sang putra karena cemas menantikan jawaban dari sang putri. Akankah putri mereka mengalami sesuatu hal yang buruk karena kejadian tersebut. Namun, Aldo mencoba menenangkan sang bunda dan menguatkannya.


"Bun....da..."jawab Aline dengan sebuah senyuman yang coba dia paksakan. Anita begitu bergembira mendengar jawaban sang putri. Anita menoleh ke arah sang putra dan tersenyum bahagia meski dengan berderai air mata mendengar jawaban dari putrinya tersebut.


"Lalu lelaki yang ada di sampingnya itu, apakah kamu mengenalnya?"tanya sang dokter kembali. Aline kembali melihat ke arah keluarganya dan lagi-lagi menganggukkan kepalanya dengan perlahan. Meski dengan menahan rasa sakit di kepalanya.


"Ka....kak....,"jawab Aline dengan tergagap menjawab pertanyaan sang dokter. Tampak sang dokter tersenyum ke arah keluarga Dirgantara dan juga memberikan hasil yang positif dengan pemeriksaan yang dilakukan nya.


"Baiklah, kami permisi dulu, kalau ada apa-apa silakan menghubungi perawat di depan,"ujar sang dokter.


"Terimakasih, dokter,"ujar Anita. Dokter pun pergi dari ruangan tersebut diikuti oleh kedua perawat nya.


Anita segera menghambur ke arah sang putri yang masih terbaring di ranjang rumah sakit. Anita mencium tangan sang putri dengan berderai air mata. Anita bersyukur karena kondisi sang putri yang membaik. Anita sangat bahagia karena Tuhan masih menyayangi keluarganya.


"Sayang, Terimakasih sudah sadar kembali dan mengingat bunda dan juga kakakmu,"ujar Anita dengan senyum bahagia nya. Aldo juga mendekati sang adik dan membelai kepala sang adik dengan penuh sayang. Sebagai kakak Aldo juga merasa menyesal karena tidak bisa berbuat apa-apa dengan kejadian yang baru saja menimpa sang adik.


"Ken....zo...Ken....zo...."ujar Aline memanggil nama Kenzo dengan suara yang lemah. Anita dan Aldo saling menatap begitu mendengar jika Aline memanggil nama Kenzo dihadapan mereka berdua.


Bagaimana Anita dan Aldo akan memberikan penjelasan kepada Aline dengan keadaan Kenzo Gavino Darmawan saat ini. Mereka takut jika Aline yang baru saja tersadar akan mengalami syok ketika mengetahui kabar Kenzo yang sebenarnya.


***


Iklan Author


Budayakan klik like setelah membaca dan tuliskan komentar kalian sebanyak-banyaknya. Dukung terus author ya.


Terimakasih.