Oh, My Young Man

Oh, My Young Man
Jawaban yang Kau Ketahui



Leni mengejar langkah Kenzo yang semakin menjauhinya. Bagaimana bisa lelaki yang dulu dekat dengannya kini menjadi semakin menjauhi dirinya.


"Kak, kak Kenzo,"panggil Leni karena dia sudah lelah mengejar. Tadi pagi saja dia tidak sempat sarapan kalau sekarang dibuat lari-lari bisa membuat perutnya semakin kram saja.


"Kak....."Leni menghadang langkah Kenzo karena sedari tadi tidak dihiraukan oleh Kenzo.


"Tunggu..."Leni mengambil napas banyak-banyak karena mengejar langkah kenzo. Melihat leni yang kewalahan justru membuat Kenzo merasa kasihan padanya. Baiklah, Kenzo juga ingin tahu apa yang akan dikatakan Leni kepadanya.


"Ada apa mencariku?"tanya Kenzo dengan tatapannya yang tajam.


"Kak, kenapa jutek begitu sih ngomongnya,"gerutu Leni sambil bergelayut manja di lengan Kenzo. Namun, Kenzo segera melepaskan tangan Leni yang ada di lengannya.


"Aku mau pulang,"jawab Kenzo datar. Leni tampak kesal dengan penolakan Kenzo namun ia masih tidak ingin menunjukkan rasa kesalnya kepada lelaki yang dia sukai sejak dulu itu.


"Kak Hero ingin kakak datang ke tempatnya nanti,"ujar Leni.


"Katakan pada Hero aku sudah tidak mau bertanding lagi. Lagian perjanjian diantara aku dan dia juga sudah selesai,"jawab Kenzo dengan tegas. Dia tidak mau diperbudak oleh Hero lagi. Sudah cukup. Kenzo hendak berlaku namun Leni menarik kemeja belakang Kenzo.


"Kakak sudah berjanji akan membantu kak Hero dalam balapan. Bukankah luka kak Hero juga karena perbuatan mu. Kalau saja waktu itu kamu tidak egois dan membuat kak Hero mengalami kecelakaan dengan kak angel. Apa kakakku akan selamanya duduk di kursi roda seperti sekarang, hah!"teriak Leni tidak bisa menahan kekesalan nya karena kecuekan Kenzo.


Kenzo berbalik badan dan menatap Leni dengan sorot matanya yang tajam. Leni tidak mengerti akan perubahan diri Kenzo tersebut. Biasanya Kenzo akan merasa bersalah jika diungkit-ungkit masalah kecelakaan yang membuat kakaknya itu sampai lumpuh. Kenzo akan menuruti apa kemauan Hero seketika. Namun, kali ini kenapa justru Kenzo tampak seperti sedang marah kepadanya. Apa yang sebenarnya sedang terjadi?


"Jangan bawa-bawa masalah itu lagi,"tekan Kenzo kepada Leni.


"Kenapa? Kamu mau mengelak kalau kamu memang yang menyebabkan kakakku lumpuh dan kehilangan kekasihnya!"ujar Leni tidak mau kalah dari Kenzo.


"Oya, kamu benar-benar tahu apa yang sedang kamu katakan?"pertanyaan Kenzo kali ini malah membuat Leni bingung.


"Apa maksudmu?"tanya Leni.


Kenzo hanya tersenyum getir saat Leni tampak berpura-pura tidak tahu maksud dari perkataannya barusan. Sungguh lucu, batin seorang Kenzo.


"Tanyakan kepada Hero, kakak tersayang mu itu, jika kamu ingin tahu jawabannya,"jawab Kenzo menekan setiap ucapannya di hadapan Leni.


Kenzo berlalu dari hadapan Leni yang masih saja terdiam melihat kepergian Kenzo begitu saja dari hadapan nya. Kenzo bahkan sudah tidak peduli lagi dengan kakaknya, Hero. Padahal Kenzo selalu tidak bisa jika sudah menyangkut masalah sang kakak.


"Aku harus mengatakan ini kepada kak Hero,"gumam Leni pelan sambil mengerat kan kepalan di tangannya.


Mobil yang kenzo tumpangi sudah hampir sampai di dekat restoran milik ibu Aline. Mobil mereka berhenti di sebuah perempatan jalan karena lampu merah. Kenzo menoleh ke samping kanannya dan dia tidak menyangka kalau mobilnya bersebelahan dengan mobil vazo. Bukankah itu kekasih Aline, oh bukankah mereka sudah berpisah. Berarti dia sudah menjadi mantan Aline.


Lalu siapa wanita yang ada di sampingnya itu. Kenzo tidak bisa melihat wajah wanita yang sedang bersama dengan vazo dengan jelas. Secepat itu sudah punya pengganti, batin Kenzo.


"Ada apa tuan muda?"tanya Dion penasaran karena sang tuan muda mencuri-curi pandang ke mobil yang ada di sebelahnya membuat Dion menjadi ingin tahu.


"Tidak ada bang Dion,"jawab Kenzo. Dion tidak bertanya lagi karena sang tuan muda nya tidak ingin memberitahu nya. Mobil mereka melaju kembali setelah lampu lalu lintas berwarna hijau.


"Tuan muda, kita sudah sampai di restoran,"ujar Dion ketika mereka sudah sampai di halaman restoran milik keluarga Dirgantara.


Kenzo pun turun dari mobilnya. Dia sebelumnya telah menghubungi Aline. Dia berkata bahwa dia sudah ada di restoran. Kenzo masuk ke dalam restoran tersebut.


"Selamat datang, ada yang bisa kami bantu,"ucap salah satu pelayan di restoran tersebut.


"Oh, ya, nona Aline sudah menunggu anda di ruangannya, mari saya antarkan,"ucap pelayan tersebut dengan ramah. Kenzo mengikuti langkah pelayan itu menuju ke ruangan Aline.


"Silakan, ruangan nona Aline di sana,"tunjuk sang pelayan restoran. Kenzo melihat ruangan yang dikelilingi kaca itu memang tampak sosok Aline di sana.


Kenzo segera menemui cewek yang satu itu. Dia tidak mengetuk pintu ruangan saat masuk membuat Aline tidak menyadari kalau Kenzo sudah berada di ruangannya.


Aline tampak sibuk menghitung sesuatu di depan laptop mininya. Dengan sebuah kalkulator dan beberapa lembar kertas yang dicoret-coret nya beberapa kali dengan pensil. Aline tampak cantik dengan kemeja dan celana jeans yang senada. Dengan rambut panjangnya yang di Cepol ke atas menunjukkan lehernya yang jenjang dan tampak putih mulus dan juga bersih. Kenzo tampak menelan ludahnya saat melihat leher milik Aline.


"Ehem!"suara Kenzo membuat Aline berpaling dan melihat ke arah Kenzo.


"Hai, kamu sudah datang, duduklah,"ajak Aline mengajak Kenzo duduk di sofa yang ada di ruang kerjanya.


"Sudah lama menunggu?"tanya Aline kepada Kenzo.


"Baru saja datang,"jawab kenzo singkat.


"Sudah makan siang belum?"tanya Aline kepada Kenzo. Sikap Aline saat ini berbeda sekali dengan saat di rumah nya tadi pagi.


"Belum."


"Ya, sudah, kita makan siang dulu ya sebelum belajar ke rumah mu,"ajak Aline karena dia sudah lapar sekali sejak tadi. Tapi dia menunggu kedatangan Kenzo saja. Siapa tahu bocah nakal itu juga belum makan siang.


"Kamu mau makan apa?"tanya Aline kepada Kenzo.


"Samakan denganmu saja,"jawab Kenzo karena pesanan Aline juga sesuai dengan seleranya.


"Baiklah,"jawab Aline. Setelah memesan makanannya, Aline kembali berkutat dengan pekerjaannya. Kenzo melihat-lihat desain ruangan di kantor Aline tersebut. Kenzo cukup nyaman dengan suasana di kantor Aline tersebut. Dari atas sana, mereka bisa melihat keadaaan yang sedang terjadi di bawah, tempat restoran itu berada.


Kenzo juga melihat beberapa foto yang terpajang di ruangan Aline. Kenzo melihat masih ada foto lelaki yang bernama vazo itu di sana. Dan juga foto Aline bersama dengan seorang wanita yang Kenzo tidak kenal.


"Dia itu sahabatku, namanya Sisil,"ucap Aline saat Kenzo melihat-lihat fotonya dan juga sahabatnya.


"Masih sayang dengan mantan ya,"ujar Kenzo saat kembali duduk di sofa dengan wajah datarnya. Aline cukup terkejut dengan perkataan kenzo kepadanya.


***


Iklan Author


Siapa gadis yang bersama dengan vazo?


Klik tombol like dan tuliskan komentar kalian sebanyak-banyaknya setelah membaca novel di atas.


Kenapa?


Karena komentar kalian akan membuat author semangat dalam menuliskan kelanjutan episodenya.


Terimakasih 😄