Oh, My Young Man

Oh, My Young Man
Mantan Kekasih



"Sayang, kita mampir ke mall ya, aku mau beli kebutuhan untuk bekerja nanti. Aku butuh baju yang bagus dan juga make up. Kami tentu tidak ingin kan jika nanti ada yang mengejekku di kantormu,"ucap Sisil sambil membenarkan riasan di wajahnya.


Hening.


Sisil melirik ke arah Vazo yang sedang menyetir. Tetapi kekasihnya itu tampak sedang melamun rupanya sehingga tidak menanggapi perkataannya.


Ada raut tatapan kesal di wajah Sisil melihat sikap acuh yang ditunjukkan oleh kekasihnya tersebut.


'Jangan bilang dia sedang memikirkan perempuan keganjenan itu ya. Aku tidak bisa terima jika Vazo ternyata diam-diam jatuh cinta kepada perempuan itu. Aku tidak akan membiarkan hal ini terjadi. Vazo hanya akan menjadi milikku seorang. Dia tidak akan pernah kubiarkan jatuh kepelukan perempuan lain. Tidak!'


"Sayang, hei, sayang!"teriak Sisil dengan nada menahan kesal dan mengguncang lengan Vazo.


"Hah? Apa?"tanya Vazo kaget karena mendapati dirinya tengah melamun.


'Astaga pengaruh pertemuan ku dengan Aline membuatku sampai tidak sadar begini.'


Sisil mendengus kesal melihat jika tebakannya tadi benar. Lelaki ini rupanya tengah memikirkan mantan kekasihnya yang tidak sengaja ditemuinya saat di kampus tadi.


"Aku bilang mampir ke mall,"sahut Sisil dengan nada kesal yang ditahannya.


"Oh, iya, sayang,"sahut Vazo tanpa menoleh ke arahnya.


Sisil mendengus melihat respon yang diberikan oleh kekasihnya. Lelaki itu masih memanggilnya sayang tetapi tanpa menoleh ke arahnya sama sekali. Bukan sekali ini saja Sisil mendapatkan perlakuan acuh seperti ini dari Vazo.


"Apakah kamu masih memikirkan mantan kekasihmu itu?"tanya Sisil yang mulai tidak tahan menghadapi situasi di dalam mobil.


Vazo terhenyak, apa maksudnya?


"Maksudmu?"


"Aku melihat kamu tadi sedang berbincang dengan Aline di kampus,"jawab Sisil datar. Dia sengaja melakukan hal ini untuk melihat reaksi Vazo setelah dia tahu apa yang terjadi di kempus tadi.


"Oh.."


Sisil terkejut dengan jawaban singkat dari sang kekasih.


'Hanya oh saja? Yang benar saja'


"Kamu masih memikirkannya?"tanya Sisil memberanikan dirinya. Vazo justru tertawa mendengar pertanyaan Sisil kali ini. Hal itu tidak luput dari pandangan Sisil yang merasa ada yang mencurigakan dari sikap Vazo kali ini.


"Kamu cemburu karena aku menegur Aline tadi pas di kampus kalian. Ayolah sil, bukannya dari awal kamu sudah tahu kalau aku mendekati dia dulu hanya untuk apa? Apakah kamu sudah lupa? Bukannya semua juga ide dari kamu, hah?"tanya Vazo mengembalikan semua pertanyaan kepada Sisil.


"Ya, ya, aku tahu, tetapi mungkin saja kan karena kalian cukup lama bersama membuatmu berubah pikiran,"ujar Sisil menerka-nerka meski dirinya sendiri berharap semua dugaannya itu salah.


Vazo kembali fokus menyetir. Dia hanya tersenyum sekilas mendengar ucapan curiga dari sisil.


"Lupakan saja kecurigaan mu itu, sayang. Bukannya sekarang aku yang sekarang adalah kekasihmu bukan kekasihnya, apa kamu lupa, Hem?"peringat Vazo.


Vazo tersenyum singkat melihat Sisil yang diam dan tak lagi bertanya. Dia berharap wanita ini tidak lagi mencurigainya yang macam-macam. Dia masih membutuhkan Sisil untuk membantunya dalam merebut singgasana yang seharusnya menjadi miliknya. Perempuan di sebelahnya adalah perempuan yang licik. Dia memiliki banyak cara untuk bisa membantu menjatuhkan saudara tirinya tersebut.


"Kapan kamu akan mengenalkan aku pada mamamu?"


"Apa?"tanya Vazo kaget.


"Kamu ingin berkenalan dengan mamaku?"


Sisil mengangguk,"bukannya kamu sudah pernah janji ingin mengenalkan aku kepada mamamu sebagai calon istrimu?"


Pertanyaan Sisil kali ini membuat Vazo menjadi bingung. Pasalnya Vazo mengenal betul seperti apa perangai mamanya itu. Apakah nantinya dia bisa menerima siapa dan bagaimana kenyataan hidup Sisil ? Entah mengapa vazo merasa ragu akan hal ini. Mamanya adalah wanita sosialita yang begitu mengagungkan kelas sosial dan Vazo yakin dia akan memandang sebelah mata kepada Sisil jika tahu seperti apa kehidupan wanitanya itu.


"Sayang, kenapa kamu malah diam saja? Jadi kapan Hem?"tanya Sisil tidak sabar. Vazo hanya tertawa kecut melihat kelakuannya.


"Emmm...mungkin nanti kalau mama ada waktu ya. Kamu tahu sendiri bukan jika bertemu mamaku tidak semudah yang dibayangkan. Dia sangat sibuk dengan urusan bisnis dan juga teman-teman sosialitanya,"kata Vazo berkilah.


"Sudahlah sayang, jangan khawatirkan hal itu. Lebih baik kita fokus pada pekerjaan saja. Urusan mama nantu aku yang akan mengaturnya,"ujar Vazo mengalihkan perhatian Sisil dari pertanyaan yang tidak mudah dia jawab tersebut.


......................


Kenzo tampak fokus dengan berkas-berkas yang dia teliti. Ya, setelah lulus sekolah, kini dia sedang disibukkan dengan pekerjaan kantor yang digelutinya di perusahaan milik sang ayah. Sebagai pewaris tunggal Darmawan grub tentu bukan lagi saatnya untuk Kenzo sekarang bermain-main. Dia tidak akan lagi berada di balik layar. Sang ayah sudah menyiapkan ruangan untuknya sebagai penerus perusahaan yang sudah turun temurun ini.


Tok tok tok


"Masuk,"sahut Kenzo dari dalam ruangan.


"Selamat siang tuan muda,"sapa Dion sambil sedikit membungkuk kan badan.


"Ada apa bang Dion?"tanya Kenzo sambil tetap menatap layar laptopnya.


"Saya ingin mengingatkan kalau siang ini tuan muda ada rencana untuk makan siang di restoran nona Aline,"kata Dion mengingatkan tuan mudanya.


Kenzo melihat jam tangannya. Sudah waktunya jam makan siang. Rupanya dia tadi terlalu asyik bekerja sampai melupakan jadwalnya sendiri.


"Baiklah, bang. Kita akan berangkat sebentar lagi. Aku sudah tidak sabar memberi kejutan kepadanya,"ucap Kenzo dengan raut wajah bahagia.


"Baik, tuan muda,"sahut Dion merasa senang melihat sang tuan muda yang begitu bersemangat saat diberitahu akan bertemu dengan kekasihnya.


Ya, namanya juga orang sedang jatuh cinta. Siapa juga yang tidak bahagia jika akan bertemu dengan seseorang yang begitu dicintainya. Kenzo bergegas keluar dari ruangannya. Dia tidak sabar ingin membuat kejutan sang kekasih. Yang mana gadisnya itu tidak tahu jika dia akan datang ke restorannya.


...****************...


...Terimakasih sudah setia menunggu setiap updatean nya. Salam cinta dari Author ❤️...