
"Dia terlalu sombong terlahir sebagai anak tunggal dari keluarga Aldriansyah. Dia pikir hanya dirinya seorang yang akan menjadi pewaris tunggal dari Doni Aldriansyah. Sehingga dia bisa seenak hatinya saja melakukan apa yang dia ingin lakukan,"ujar verel Aldriansyah sambil menghisap rokoknya.
"Kamu benar sekali. Seorang Vazo Aldriansyah memang harus diberikan kejutan-kejutan kecil dalam hidupnya. Agar dia tidak bosan,"kata lawan bicara dari Verel Aldriansyah.
"Hahaha, kamu benar, dia suka sekali dengan kejutan bukan? Jadi ini adalah awal dia akan mendapatkan kejutan-kejutan itu nantinya secara terus-menerus,"kata Verel dengan sorot matanya yang tajam.
"Kamu hebat memang dalam berperan Verel, didepan dia kamu tampak takut dan selalu mengalah. Tetapi dibelakang dia kamu justru melawannya habis-habisan. Sungguh mengerikan sosokmu itu."
"Itu karena permintaan dari vazo sendiri. Dia yang terang-terangan selalu merendahkan ku di hadapan semua karyawan. Dengan menyebut diriku anak haram dari keluarga Aldriansyah. Anak yang tidak pantas berada di keluarga Aldriansyah. Hanya karena ibuku seorang sekretaris papa Doni Aldriansyah. Dia menghina ibu dan aku tidak memakai takaran yang sewajarnya. Aku tahu aku lahir dari hubungan terlarang. Tetapi Papa Doni lebih mencintai ibuku daripada ibunya. Itu kenyataannya yang tidak bisa seorang Vazo Aldriansyah ingkari. Hanya saja bentuk penghinaan yang dia lakukan itu sungguh keterlaluan. Aku ingin tahu seberapa besar kemampuannya daripada mulut sombongnya itu,"ucap Verel dengan senyum menyeringai.
"Vazo saat ini sedang berpacaran dengan putri dari keluarga Dirgantara. Namanya Aline, hanya saja perempuan ini juga diduakan oleh Vazo. Kakakmu itu juga berselingkuh dari Aline dengan perempuan yang juga teman dari si Aline."
"Wow, dia mendekati salah satu keluarga Dirgantara hanya untuk dekat dengan Aldo Dirgantara bukan?"tanya Verel Aldriansyah.
"Benar sekali, Aldo Dirgantara adalah pengusaha muda yang cukup lumayan namanya di kancah bisnis. Dia juga memiliki saham di perusahaan ini. Tebakanku adalah Vazo mendekati Aline agar nantinya bisa meminta Aldo untuk mendukungnya saat pemilihan pemimpin baru di perusahaan."
"Kamu benar sekali. Itu memang ide licik yang dia akan gunakan. Tetapi sepertinya aku bisa membuat dia tidak lagi dipercaya oleh keluarga Dirgantara. Kamu bilang Vazo berselingkuh bukan?"
"Ya, dia berselingkuh dengan cewek murahan. Perempuan itu bahkan mau menjadi peliharaan vazo."
"Maksudmu?"tanya Verel kaget.
"Perempuan itu selama ini tinggal di apartemen milik vazo. Perempuan itu menjadi penghangat diri vazo juga setiap harinya."
"Sungguh menyenangkan cerita vazo kali ini,"kata Verel Aldriansyah dengan nada senang. Sepertinya dia akan mudah menghancurkan keinginan sang kakak tirinya itu.
"Selidiki terus, tentang cewek-cewek yang ada di sekitarnya. Kita bisa menghancurkan dia karena perbuatannya sendiri,"perintah Verel Aldriansyah.
"Siap, aku pergi dulu,"ujarnya.
"Oke, hati-hati,"jawab Verel Aldriansyah mengingatkan.
"Baiklah, Vazo Aldriansyah. Selamat bersenang-senang kali ini tetapi tunggu saja waktu mu akan segera habis sebentar lagi perusahaan ini akan menjadi milik Verel Aldriansyah,"gumam Verel dengan nada bangga.
**
"Aku menyukaimu, kak,"ujar Leni ketika Kenzo akan beranjak pergi dari tempatnya semula. Seketika Kenzo berhenti dan balik badan menghadap ke arah Leni berdiri. Kenzo tidak menduga bahwa Leni akan mengatakan hal itu secara langsung kepada dirinya.
"Ya, aku menyukaimu, Kak Kenzo, sejak dulu aku menyukaimu, tetapi kenapa kamu justru selalu menghindari ku dan malah mengabaikanku,"ujar Leni dengan suara bergetar menahan tangisnya. Selama ini Leni selalu berusaha mendekati Kenzo. Namun, setelah Kenzo dan Hero bermusuhan. Hubungan Kenzo dengan lenipun juga menjauh. Kenzo menjauhi segala hal yang berhubungan dengan Hero.
"Maaf, Len, selama ini aku menganggap dirimu sebagai adik. Tidak lebih dari itu,"jawab Kenzo karena dia tidak ingin memberikan harapan yang lebih kepada diri Leni. Sedangkan dia sendiri juga tidak memiliki perasaan yang sama dengan apa yang Leni rasakan kepada dirinya.
"Len, ini tidak ada hubungannya dengan dia. Jangan bawa-bawa Aline dalam masalah ini. Kamu tidak bisa memaksakan perasaan seseorang untuk suka. Itu hal yang berbeda, Len,"bantah Kenzo.
"Jadi, karena apa kamu tidak bisa menjalin hubungan denganku. Aku bisa menunggumu, kak, untuk kamu bisa jatuh cinta denganku. Kenapa kamu tidak mau mencobanya kembali, kak. Apa karena kamu masih cinta dengan Angel. Iya?"tanya Leni kembali. Sebuah nama yang sudah tidak ingin Kenzo dengar kembali. Kini justru diingatkan oleh Leni dan itu membuat hati Kenzo masih terasa sakit.
"Lupakan saja, aku tidak bisa membahas hal ini lagi denganmu. Maaf Len, aku tidak bisa menerima perasaanmu itu,"kata Kenzo dan dia sudah hendak berlalu dari hadapan Leni. Tetapi Leni masih saja menarik tangannya dan menghadang langkahnya untuk pergi.
"Berikan aku alasan yang pasti kenapa kamu menolakku. Aku tidak bisa jika tidak ada alasan yang jelas,"ucap Leni dengan berapi-api.
"Mau mu apa Len, aku sudah bilang bukan jika aku tidak bisa membalas perasaanmu. Apa yang membuatmu tidak bisa menerimanya?"tanya balik Kenzo karena tidak mengerti dengan apa yang di mau oleh Leni.
"Aku akan terus mengejar mu selama kamu sendirian kak. Aku tidak akan menyerah begitu saja,"kata Leni dengan sungguh-sungguh.
"Len, jangan bersikap seperti itu. Cinta itu tidak bisa dipaksakan,"kata Kenzo.
"Lalu kenapa kamu menolakku kak? Beri alasan yang jelas!"paksa Leni.
Kenzo mulai berpikir jawaban apa yang harus dia berikan tadi sudah dia katakan tetapi Leni tampak tidak mempercayai apa yang dia katakan barusan. Bahkan leni kembali mengungkit tentang Angel. Kenzo sudah tidak mau lagi membahas tentang Angel dan Hero kembali. Itu membuat rasa sakit hatinya muncul kembali dan membuat Kenzo menjadi tidak nyaman.
"Katakan kak? Apakah karena kamu mulai menyukai si Aline itu? Iya?"tanya Leni kembali padahal Kenzo tadi sudah bilang kalau ini tidak ada hubungannya dengan Aline.
"Jawab aku, kak Kenzo!"teriak Leni membuat Kenzo seketika terkejut. Dia tidak pernah melihat Leni sefrustasi ini sebelumnya.
"Ya, aku mulai menyukai dia. Puas kamu,"tegas Kenzo dengan terpaksa karena dia dorong terus oleh Leni untuk menjawab rasa ingin tahunya.
"Aku akan buktikan bahwa aku yang lebih pantas menjadi kekasihmu, kak. Aku akan buktikan itu,"kata Leni dan berlalu begitu saja setelah mengatakan apa yang akan dia lakukan. Dia akan melakukan pembuktian bahwa dia yang lebih pantas untuk menjadi kekasih Kenzo.
"Gila!"Kenzo menepuk jidatnya sendiri setelah kepergian leni. Dia tidak menyangka Leni akan berbuat nekat seperti itu kepadanya.
"Apa yang akan dilakukannya setelah ini?"gumam Kenzo tidak habis pikir. Dia juga kenapa tadi mengatakan kalau dia suka dengan Aline. Pastinya Leni akan berbuat sesuatu di hadapan Aline. Dan Aline yang tidak tahu apa-apa nantinya pasti akan menyalahkan Kenzo.
Kenapa permasalahannya menjadi serumit ini?
***
Iklan Author
Budayakan klik like setelah membaca novel di atas. Tuliskan komentar kalian sebanyak-banyaknya. Dan jika ingin promosi novel kalian silakan promosi di kolom komentar. Namun, jangan melakukan promosi itu di grub chat milik author ya. Mohon pengertiannya.
Terimakasih 😄