
Leni melemparkan tas Selempangnya ke atas meja belajarnya. Dia benar-benar kesal melihat adegan yang dilakukan wanita tua yang genit itu. Leni yang terbakar cemburu begitu tidak menyukai tante-tante yang sudah dengan berani menggoda Kenzo. Padahal Leni sudah mengklaim bahwa Kenzo adalah lelaki yang pas untuknya.
"Aku tidak bisa tinggal diam dengan wanita itu. Dia sudah semakin dekat dan bahkan berani bermesraan di depan umum dengan kak Kenzo,"ujar Leni dengan bersungut kesal.
"Apa yang harus kulakukan agar kak Kenzo tidak dekat-dekat dengannya?"pikir Leni. Dia tidak mau Kenzo yang sudah menjadi incarannya sejak dulu. Kini harus lepas lagi ke tangan wanita lain. Padahal dia sudah berusaha untuk memutuskan hubungan Kenzo dengan mantan kekasihnya dulu.
"Kamu ini kenapa? pulang-pulang selalu membuat gaduh,"tegur Hero karena dia mendengar suara gaduh Leni dari kamarnya. Letak kamar Hero bersebelahan dengan kamar Leni.
"Ada apa lagi kali ini?"tanya Hero melihat wajah kusut sang adik sepupu.
"Aku kesal kak,"jawab Leni cepat. Heri sudah menduga hal tersebut pasti karena seseorang itu yang bisa membuat diri Leni jungkir balik tidak karuan.
"Masalah Kenzo lagi,"tukas Hero karena dia tahu siapa lagi yang bisa membuat adik sepupunya sampai seperti itu jika bukan mantan teman baiknya.
"Iya, kak. Dia jalan dengan tante-tante itu,"kata Leni dengan kesal. Hero hanya menggelengkan kepalanya mendengar perkataan sang adik sepupu.
"Tidak bisakah kamu melihat orang lain selain Kenzo?"tanya Hero dengan perlahan. Leni menatap Hero sambil mengerutkan keningnya.
"Kenapa kakak juga ikut berkata seperti itu kepadaku? Bukankah aku sudah bilang jika aku hanya menyukai kak Kenzo saja,"kata Leni mempertegas apa yang selama ini menjadi pendiriannya.
"Kamu tidak bisa memaksakan untuk itu,"kata Hero menasehati sang adik sepupu.
"Aku bisa melakukannya kak, aku bisa,"ujar Leni tetap ngotot dihadapan Hero.
"Terserah kamu saja,"tukas Hero singkat karena dia malas berdebat dengan adik sepupunya itu.
"Kak, tunggu,"ucap Leni menahan langkah Hero yang akan meninggalkan kamar tidurnya.
"Ada apa?"tanya Hero.
"Bisakah kakak membantuku kali ini?"tanya Leni dengan wajah memelas. Hero mengerutkan keningnya melihat ekspresi wajah saudara sepupunya itu.
"Apa yang kamu mau aku bantu?"tanya Hero kali ini membuat Leni bisa tersenyum bahagia mendengarnya.
"Aku hanya meminta satu permohonan saja. Itu adalah..."Leni pun membisikkan rencananya ke telinga Hero.
*
"Hmm...,"jawab Aline sambil menikmati makanan yang dia pesan. Kenzo tersenyum tipis mendengar jawaban singkat Aline tersebut.
Aline tampak menikmati makanan yang ada di hadapannya. Dia lebih fokus untuk makan daripada bercerita kepada Kenzo soal hubungannya dengan vazo yang telah berpisah tersebut. Kenzo pun juga tidak mau membahas lebih lanjut soal hubungan keduanya.
"Kamu mau nambah lagi?"tanya Kenzo melihat makanan Aline yang sudah mau habis. Sedangkan miliknya saja masih banyak.
Aline pun mendongak dan melihat Kenzo yang sedang menatapnya seperti menunggu jawaban darinya. Aline baru sadar jika dia asyik makan sendiri sedangkan Kenzo saja masih banyak makanannya.
"Enggak, ini sudah cukup,"jawab Aline merasa malu dengan perilakunya barusan.
Astaga Aline kenapa kamu tidak bisa menjaga perilakumu di hadapannya.
Kenzo tersenyum melihat sikap salah tingkah dari Aline. Dia tahu kalau Aline merasa malu telah makan begitu cepat dihadapannya. Kenzo tahu kalau Aline masih ingin lagi memakannya. Tetapi Aline berusaha menahan keinginannya tersebut.
"Sudah, tidak usah malu kalau bersamaku. Ini makanlah,"kata Kenzo sambil mengganti makanan milik Aline dengan miliknya. Aline sontak terkejut dengan apa yang dilakukan Kenzo barusan.
"Ich, Kenzo kamu ini apa-apaan?"protes Aline.
"Sudah, makan saja, pilih makan sendiri atau aku yang suapin?"ujar Kenzo dengan tatapan nakalnya. Aline mendecih melihat sikap Kenzo barusan yang menggodanya tersebut.
"Makan sendiri,"jawab Aline ketus dan mulai mengambil sumpit makannya. Kenzo tertawa kecil melihat sikap Aline itu.
Dia sungguh manis. Benar-benar manis.
***
Iklan Author
Budayakan klik like dan tuliskan komentar kalian sebanyak-banyaknya di kolom komentar di tiap part/episode dalam novel. Dukung terus author dengan pemberian vote.
Terimakasih 😄