
Sisil sedang merajuk pagi itu di hadapan sang kekasih. Dia bermanja-manja kepada vazo dan merasa bahagia karena sekarang tidak perlu berpura-pura lagi. Setelah pengakuan vazo semalam bahwa hubungan antara dia dan juga Aline sudah putus membuat Sisil begitu senang. Sekarang dia bisa menunjukkan kepada Aline seperti apa yang dulu pernah dia alami.
"Kamu mau mengantarkan ku ke kampus pagi ini, sayang?"tanya Sisil dengan nada bahagia. Vazo cukup terkejut dengan permintaan dari Sisil. Tidak biasanya dia meminta dirinya mengantarkannya ke kampus. Dan pagi ini juga vazo memiliki sebuah rapat penting di kantor.
"Mungkin lain kali dulu, sayang,"jawaban vazo ini justru membuat kegembiraan Sisil seketika lenyap. Sisil merasa kecewa karena permintaannya ditolak oleh vazo.
"Kenapa lagi?"tanya Sisil dengan nada merajuk. Selalu saja vazo tidak bisa melakukan permintaannya.
"Aku ada rapat penting dengan kolega papa. Aku tidak bisa kalau sampai terlambat ke kantor,"ujar vazo memberikan penjelasan. Vazo tidak ingin menghancurkan apa yang telah dia rintis selama ini. Vazo tidak mau kalah dengan anak haram dari papa nya.
"Aku harap kamu mengerti sekarang, sayang. Kehadiranku saat ini adalah bukti keseriusan ku dihadapan papa. Aku tidak boleh sampai membuat papa kecewa,"ujar vazo mencoba membuat Sisil mengerti dengan keadaannya. Namun, Sisil hanya terdiam saja tidak merespon apa yang dikatakan oleh vazo. Apa yang dijelaskan oleh vazo kepada dirinya benar juga adanya.
"Ini semua juga demi kebaikan kamu, sayang. Apakah kamu masih harus bersikap seperti ini?"tanya vazo memaksa Sisil untuk memahami posisi dia.
Sisilia Madasari hanya menghela napas panjangnya. Padahal pagi ini dia ingin menunjukkan kepada Aline bahwa dialah yang lebih pantas berada di sisi seorang Vazo Aldriansyah. Tetapi rencana itu sepertinya masih harus tertunda karena acara vazo pagi ini yang begitu penting.
"Baiklah,"jawab Sisil singkat. Vazo tersenyum mendengar jawaban dari Sisil tersebut. Dia suka sekali dengan sikap Sisil yang selalu menurut kepadanya tersebut.
"Terimakasih, sayangku,"ucap vazo sambil mengecup kedua pipi Sisil.
"Aku berangkat dulu, ya,"pamit vazo dan langsung bergegas keluar dari apartemen yang mereka tinggali bersama. Sisil hanya menatap kepergian vazo dengan hati yang masih kecewa.
"Padahal aku ingin sekali membuat tuan putri Aline itu tahu bahwa aku bisa menjadi seseorang yang merebut apa yang dia miliki. Seperti yang dulu dia lakukan kepada ku. Aku sepertinya harus berusaha keras membujuk vazo,"gumam Sisil kepada dirinya sendiri.
"Ach..hari ini hanya ada jadwal konsultasi. Aku malas sekali ke kampus,"gumam Sisil kembali meregangkan badannya melepaskan penat.
"Sudahlah, aku mandi saja,"ujar Sisil lalu beranjak ke kamar mandi.
*
"Nanti aku jemput kamu di restoran,"ujar Kenzo dengan seseorang di telepon.
"Iya, aku akan tepat waktu,"sahut Kenzo sambil berjalan ke arah meja makan. Sudah ada kedua orang tuanya yang berada di sana.
Monita sekilas melihat senyum tipis Kenzo setelah menutup teleponnya. Monita menjadi penasaran siapa yang ditelpon oleh putranya barusan.
"Siapa yang telepon denganmu barusan, nak?"tanya monita kepada putranya. Keanu hanya diam saja menunggu jawaban putranya tersebut sambil menikmati sarapan paginya.
"Aline, ma,"jawab Kenzo singkat.
"Dia bukankah ada jadwal les hari ini?"tanya monita mengorek informasi dari sang putra.
"Iya, aku nanti akan menjemputnya di restoran terlebih dulu,"sahut Kenzo.
Monita hanya ber-oh ria. Dia senang melihat perkembangan kedua anak tersebut. Justru itu yang monita harapkan dari keduanya.
"Kamu sudah putuskan akan melanjutkan ke universitas mana?"tanya Keanu kali ini dengan serius.
Kenzo masih belum memikirkan dia akan melanjutkan pendidikannya kemana. Dia hanya ingin konsentrasi dengan ujian akhirnya kali ini dulu.
"Aku masih belum memutuskannya, pa,"jawab Kenzo. Monita mendengarkan saja kedua lelaki di dalam rumahnya itu berbicara.
"Baiklah,"sahut Keanu mendengar jawaban putra semata wayangnya tersebut.
"Tetaplah belajar soal manajemen perusahaan dengan Dion. Itu akan membantumu lebih banyak tahu tentang perusahaan,"ujar Keanu kepada Kenzo.
"Iya, pa,"sahut Kenzo.
***
Iklan Author
Budayakan klik tombol like dan tuliskan komentar kalian sebanyak-banyaknya. Karena komentar kalian adalah penyemangat bagi author.
Terimakasih 😄