Oh, My Young Man

Oh, My Young Man
Pantang Mengingkari Janji



Kenzo pagi-pagi sudah bersiap-siap ke sekolah. Dia memiliki janji dengan Aline untuk mengantarkannya ke kampus.


"Pagi, ma,"sapa Kenzo sambil berjalan ke ruang makan. Monita tampak terkejut melihat kehadiran putranya tersebut di ruang makan. Monita buru-buru melihat jam tangannya.


"Sepagi ini tumben kamu sudah bangun, sayang?"tanya monita kepada sang putra. Dia tidak menyangka Kenzo bisa juga bangun sepagi ini. Bahkan Kenzo bisa datang sebelum sang papa berada di meja makan.


"Aku harus mengantar Aline ke kampus?"


Byuurrr!


Monita tidak sengaja menyemprotkan minuman yang sedang diminumnya karena mendengar ucapan Kenzo barusan.


"Apa? Aline?"monita tampak tidak percaya. Bagaimana bisa putranya mengantarkan Aline ke kampus. Apa mereka?


"Kalian pacaran?"tanya monita dengan wajah berbinar-binar senang. Kalau memang itu terjadi betapa bahagianya monita dengan hubungan keduanya. Karena monita dan juga suaminya sangat tahu bagaimana keluarga Dirgantara.


"Mama apaan sih, dikit-dikit pacaran,"gerutu Kenzo sambil memakan roti bakar buatan sang mama.


"Ya, kan mama penasaran saja, tumben kamu baik sama Aline, bukannya sejak awal kamu selalu tampak sebal jika mama suruh kamu belajar dengan Aline,"ucap sang mama penasaran dengan perubahan sikap Kenzo.


"Karena dia pernah menolongku, jadi aku berbuat baik padanya, apa aku salah membalas kebaikan nya?"tanya Kenzo balik kepada mamanya.


"Menolong apa?"tanya monita memancing putranya untuk berkata lebih jauh.


"Dia bukannya membantuku dalam ujian matematika, bukannya itu menolong ya?"ujar Kenzo kembali.


"Ya, ya, tidak ada yang salah,"jawab sang mama pasrah. Anaknya ini memang pintar untuk bersilat lidah. Gagal deh usaha monita mengorek informasi dari Kenzo.


"Wah, tumben sekali Kenzo sudah di ruang makan sepagi pagi. Tidak perlu mamamu sampai membangunkan mu, nak,"ujar sang papa saat melihat putranya sudah sarapan pagi lebih dulu daripada dirinya.


"Karena pagi ini dia akan menjemput Aline,"ujar sang mama dengan semangat.


"Benarkah itu Kenzo?"tanya Keanu, papanya Kenzo.


"Iya, pa,"jawab Kenzo singkat.


"Oya, ma, bisa minta tolong, ambilkan handphone papa yang tertinggal di ruang kerja,"ujar Keanu kepada sang istri.


"Astaga, papa ini kenapa selalu saja pelupa,"gerutu monita sambil menyerahkan roti bakar yang telah dia olesi selai. Lalu dia pergi ke ruang kerja sang suami mengambil kan permintaan suaminya.


"Kenzo, kemarin kamu balapan, bukan?"tanya sang papa dengan nada bicara yang berbeda. Mendengar ucapan sang papa membuat Kenzo seketika tahu bahwa menyuruh mamanya pergi dari ruangan itu memang sudah diatur oleh sang papa.


"Ya, pa,"jawab Kenzo jujur. Dia tidak mau berbohong kepada papanya kalau tidak ingin papanya nanti murka.


"Aline terluka karena kamu ajak ke arena balapan itu?"tanya Keanu sekali lagi.


"Ya, Aline terluka karena menolongku,"ujar Kenzo jujur.


"Kamu masih mau melanjutkan lagi setelah melihat nya?"tanya Keanu dengan nada menekan.


"Tapi temanmu itu sudah berbohong kepada mu,"Keanu sudah selesai sarapan. Dia mengeluarkan secari kertas dari balik jas kantornya.


"Bacalah nanti, mamamu sudah datang,"ujar Keanu memberi kode. Kenzo buru-buru menyembunyikan kertas dari papanya tersebut.


"Aduh, papa, kenapa menyembunyikan handphone di dalam laci segala. Aku mencarinya dimana-mana,"keluh monita kepada sang suami.


"Oh, maaf ma, aku lupa,"ujar Keanu sambil tersenyum merasa tidak bersalah.


"Ih, dasar papa,"gerutu monita sambil menghempaskan diri duduk di samping suaminya.


"Aku sudah selesai,"Kenzo berdiri dari tempat duduknya.


"Kamu sudah akan berangkat, nak?"tanya monita melihat putranya sudah bersiap-siap.


"Iya, ma,"jawab Kenzo sambil mendekati kedua orang tuanya untuk berpamitan.


"Mulai sekarang Dion akan menemanimu kemanapun,"perintah sang papa kepada Kenzo. Monita tampak terkejut mendengar ucapan sang suami.


"Dion?"bukankah dia asisten kepercayaan sang suami. Salah satu dari dua orang kepercayaan suaminya.


"Kenzo sudah besar, keselamatan nya begitu penting, jadi sudah selayaknya dia mendapat pengawalan,"ujar Keanu menanggapi rasa bingung sang istri.


"Jadi papa tidak mengijinkan kamu naik motor kemana-mana, jelas?"tanya Keanu kepada sang putranya.


"Ya, pa,"jawab Kenzo patuh.


"Kenzo berangkat dulu,"pamit Kenzo kepada kedua orang tuanya.


"Ya, kamu hati-hati ya, nak, salam untuk Aline,"ucap monita.


"Ya, ma."


"Apakah ada sesuatu sampai papa meminta Dion mengawal Kenzo?"tanya monita penasaran kepada suaminya setelah kepergian Kenzo.


"Tidak ada, ma. Papa hanya ingin anak kita aman, itu saja,"ujar Keanu dengan raut wajah yang tenang.


"Tapi bagus juga sih, pa. Dengan begini Kenzo tidak akan balapan lagi,"ujar monita mendukung tindakan sang suami.


"Ya, itu salah satu tujuan papa,"jawab Keanu santai.


***


Iklan Author


Setelah membaca jangan lupa klik tombol like dan kirim komentar kalian sebanyak-banyaknya.


Terimakasih 😄