
"Wah, cantik sekali,"puji beberapa tamu undangan yang hadir malam itu. Saat tatapan mereka terarah pada gadis cantik yang menuruni tangga dari lantai dua restoran tersebut. Kenzo yang mendengar suara desas-desus itupun menoleh.
Kenzo tersenyum manis melihat sosok yang sedari tadi dia tunggu kehadirannya. Bahkan dirinya sempat mengira jika gadis itu tidak alam datang dalam acaranya yang spesial ini.
Aline yang turun dengan menggunakan dress warna pastel yang begitu cantik. Dia menuruni anak tangga dan menghampiri ke arah keluarganya yang sedang berkumpul dengan keluarga Kenzo.
Sedangkan Kenzo yang melihat kedatangan Aline segera menghampiri gadis yang berusia lebih tua darinya tersebut. Kenzo juga meminta pembawa acara untuk segera memulai acaranya. Kenzo sudah tidak sabar untuk segera mengutarakan maksud hatinya.
"Selamat malam semua tamu undangan yang hadir di acara syukuran kelulusan dari putra tunggal keluarga Darmawan, Kenzo Gavino Darmawan, yang telah menyelesaikan pendidikan lanjutan atasnya dengan nilai yang sempurna,"suara gemuruh tepuk tangan ditujukan kepada Kenzo yang telah berdiri sambil membungkuk kan sedikit tubuhnya mengucapkan terima kasih.
"Selanjutnya adalah sambutan dari keluarga Darmawan, silakan untuk bapak Keanu Darmawan dan ibu Monita Darmawan berkenan untuk memberikan sambutannya, waktu dan tempat dipersilahkan,"ucap sang pembawa acara.
Keanu dan Monita saling pandang sebelum keduanya berjalan berdampingan untuk maju ke arah panggung kecil yang sengaja dipersiapkan khusus acara malam hari itu.
Keanu dan Monita menatap ke arah para tamu undangan dengan senyum bahagia yang merekah oleh keduanya. Keanu menatap sang istri dan Monita hanya memberikan anggukannya sekilas kepada sang suami. Keanu mengerti jika sang istri memberikan kuasa kepadanya untuk berbicara.
"Selamat malam semua kerabat, saudara, keluarga yang telah berkenan hadir dalam acara syukuran kelulusan putra kami, Kenzo Gavino Darmawan. Kami selaku orang tua sangat bangga padanya. Karena hari ini kami telah diberikan sebuah kejutan yang sangat tak terduga olehnya. Dengan nilai kelulusan terbaik yang dia dapatkan sungguh membuat kami sebagai orang tua begitu terharu dan sangat bahagia. Dia adalah putra kebanggaan kami berdua. Kami sangat menyayangi mu nak, papa dan mama begitu bangga padamu. Semoga langkahmu semakin dimudahkan meraih apa yang kamu cita-citakan selama ini. Papa dan mama mencintaimu, nak,"ucap Keanu menutup sambutannya malam itu.
Semua yang hadir begitu terharu mendengar ucapan kedua orang tua Kenzo. Seketika pemuda itupun maju menghampiri kedua orang tuanya dan mencium punggung tangan keduanya. Kemudian memeluk keduanya dengan perasaan sayang.
Semua mata yang memandang ikut merasakan kebahagiaan sekaligus rasa haru yang hadir di tengah-tengah mereka. Setelah sekian menit mereka terhanyut dalam suasana haru. Kini sang pembawa acara kembali mengambil alih acara untuk mengubah suasana.
"Sungguh, sambutan yang begitu mengharukan. Semoga apa yang diharapkan oleh Bapak dan Ibu bisa terwujud, aamiin,"ucap sang pembawa acara dan ikut diaminkan oleh semua yang hadir di sana.
"Selanjutnya adalah sambutan dari sang bintang malam ini. Saya persilakan maju, Kenzo Gavino Darmawan untuk menyampaikan sambutan nya,"ujar sang pembawa acara.
Tepuk tangan riuh menyambut sang bintang malam itu yang telah maju ke panggung dengan gagahnya. Kenzo begitu tampak dewasa dan tampan dengan pakaian yang dia kenakan kali ini. Dia menatap semua yang hadir dengan tatapan matanya yang tajam dan juga menawan. Kenzo cukup lama menatap ke arah Aline yang sontak membuat gadis itu merasakan aura yang aneh.
Kenapa dia memandangku seolah ingin menerkamku saja, batin Aline.
Kenzo mengulas senyuman saat melihat raut wajah Aline yang berubah saat dirinya menatap.
"Selamat malam semuanya,"sapa Kenzo di awal sambutannya.
"Selamat malam,"jawab yang hadir di sana secara berbarengan.
Monita meneteskan air mata haru mendengar ucapan putra semata wayangnya tersebut. Keanu memeluk sang istri dan keduanya pun bangga dengan sikap dan tutur kata sang putra.
Kenzo menatap kedua orang tuanya dengan senyuman lembutnya yang membuat semua orang melihat tentu akan terpesona.
"Hari ini saya juga akan mengucapkan terimakasih kepada seseorang yang telah membuat saya termotivasi untuk meraih predikat siswa lulusan terbaik tahun ini di sekolah. Dia, ya, meskipun awalnya kita tidak pernah akur. Tetapi dia juga yang membuat saya berubah. Dan malam ini saya ingin dia maju ke depan karena saya ingin menyampaikan sesuatu kepadanya,"ucap Kenzo menjeda ucapannya.
Semua yang ada di sana menjadi bertanya-tanya, siapa orang yang dimaksud oleh Kenzo tersebut.
"Aline Putri Dirgantara, tolong maju mendampingi saya,"ucapan Kenzo sontak membuat yang hadir di sana menjadi riuh seketika.
Tak hanya itu saja, Aline sendiri yang mendengar namanya dipanggil oleh Kenzo seketika menjadi syok. Dia tidak menyangka jika Kenzo mengulang kejadian yang terjadi di sekolahnya. Aline hanya diam mematung dan tak bergerak sedikitpun. Hal itu membuat Kenzo turun dan mengajak Aline untuk ikut dengannya naik ke panggung. Aline seperti orang tersihir yang mengikuti langkah Kenzo.
Kedua orang tua Kenzo tersenyum penuh arti melihat pemandangan itu.
Sedangkan Aline tampak bingung entah apa yang akan Kenzo lakukan kepada dirinya. Kenzo mendekatkan dirinya dan membisikkan sesuatu ke telinga Aline dengan lembut.
"Aku menagih janjimu malam ini, kamu sudah janji akan memenuhi permintaan ku apapun itu kalau aku mampu untuk menjadi juara di sekolah, bukan,"ucap Kenzo sambil tersenyum penuh arti.
Aline menatap Kenzo masih dengan raut wajah bingung dan tidak percaya dengan apa yang akan diminta oleh lelaki itu.
"Apa maumu Kenzo?"tanya Aline perlahan. Dia masih tidak mengerti.
Kenzo memegang kedua tangan Aline dan menatap gadis yang jantungnya sedang berdetak kencang tak karuan itu.
"Malam ini aku ingin bilang kepadamu. Aku sayang kamu, Aline. Aku tak tahu sejak kapan kamu mulai mengisi hatiku. Tetapi aku sadar kalau aku mencintaimu, Aline. Aku ingin kamu menjadi pendampingku kelak. Ijinkan aku kali ini untuk menjadi kekasih hatimu. Beri aku kesempatan untuk mencintaimu,"ucapan Kenzo sontak membuat yang hadir di sana terkejut.
"Anak kita pa,"ucap Monita tidak percaya bahwa sang putra bisa mengucapkan kata yang begitu romantis kepada gadis yang dia sukai. Keanu hanya tersenyum bangga mendengar ucapan sang putra.
Aline sendiri hanya terpaku diam tidak bisa mencerna dengan baik ucapan lelaki muda yang berada di depannya sedang menyatakan perasaan cinta kepadanya itu.
...****************...
...Terimakasih sudah setia menunggu setiap updatean nya. Salam cinta dari Author ❤️...