
Kenzo memarkir sepeda motornya di garasi rumah. Dia tampak senang sekali hari ini. Setelah setengah hari dia bisa bermain-main dengan Aline di wahana bermain di sebuah mall baru.
Kenzo sudah mengantarkan Aline sampai di rumahnya dengan selamat. Kini Kenzo merasa sedang bahagia setelah bisa bermain sepuasnya dengan Aline. Gadis itu yang awalnya dikira Kenzo jutek banget. Bisa juga jadi anak yang lucu dan ngegemesin.
Kenzo bersiul-siul sambil berjalan masuk ke dalam rumahnya. Tampa menyadari bahwa kedua orang tuanya sedang duduk santai di ruang tamu, Kenzo sudah nyelonong saja tanpa menyapa keduanya.
"Astaga, anak laki satu datang-datang main nyelonong saja,"tegur sang mama melihat gelagat putra semata wayangnya tersebut.
Kenzo mengurungkan langkahnya untuk menaiki tangga ke lantai dua di rumahnya. Dia berbalik dan menatap kedua orang tuanya yang menunggu penjelasan darinya.
Monita tahu jika Kenzo hari ini tidak melakukan bimbingan belajar dengan Aline. Monita sebenarnya kelabakan dan sempat menelepon Anita, bunda Aline, untuk menanyakan posisi Aline berada. Namun, saat Anita mengatakan bahwa Aline tidak ada di restoran dan berkata jika Aline pergi dengan Kenzo membuat monita kembali merasa curiga.
Monita menelepon sang suami dan takut jika Kenzo sampai ikut balapan liar lagi. Tetapi lagi-lagi pemikiran buruk Monita itu dipatahkan oleh Dion. Dia mengatakan jika Kenzo sedang berjalan-jalan dengan Aline di sebuah wahana permainan baru. Barulah monita merasa tenang mendengarnya.
"Yang baru saja kencan, bahagia benar tampaknya,"sindir monita sambil tersenyum-senyum penuh selidik. Kenzo yang mendengar sindiran dari sang mama tampak tercengang.
"Apaan sih mama, siapa yang lagi kencan?"tanya Kenzo bingung sambil berpikir dari mana mamanya tahu kalau dia jalan dengan Aline tadi.
"Kamu jangan pura-pura begitu ya,"pancing sang mama namun Kenzo masih saja menunjukkan muka datarnya dihadapan kedua orang tuanya.
"Mama bicara apa sih, aku nggak ngerti, beneran,"ujar Kenzo kembali mengelak. Dia takut kalau ditertawakan oleh sang mama karena dia mulai mendekati Aline. Yang menurut dia di awal-awal dulu, kalau Aline bukan tipe ceweknya.
"Iya, tahu kalau sekarang dia sudah cantik, beda dengan masa kecilnya dulu,"sindir monita akan perkataan Kenzo dulu yang bilang kalau seingatnya Aline itu jelek.
"Mama..."Kenzo tidak bisa membantah perkataan sang mama kembali. Jelas sudah siapa yang dimaksud oleh mama Monita. Mamanya itu sudah tahu dengan siapa dia jalan barusan.
"Tuh kan nggak bisa jawab, jelas sudah pa, mulai ada sesuatu dalam diri dia,"ujar sang mama kegirangan sambil berbicara ke arah sang papa yang dengan tenang menghadapi sikap antusias sang mama.
"Mama ini membicarakan apa, sih, aku tidak jelas deh,"sahut Kenzo sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal itu.
"Mamamu seharian sibuk mencari mu,"sahut sang papa mengakhiri drama istri dan anaknya tersebut. Adegan saling sindir menyindir itu tidak akan segera selesai jika dia tidak ikut campur.
"Kenapa memangnya mama mencariku?"tanya Kenzo penasaran. Tumben sang mama mencarinya sampai membuat heboh sang papa tahu.
"Kamu ini ya, bukankah hari ini ada jadwal kamu bimbingan belajar. Kenapa juga nggak ada di rumah. Mama kan cariin kamu,"sahut mama monita.
"Oh, aku tidak belajar hari ini ma, diganti besok saja,"jawab Kenzo.
"Ya, karena kamu nggak bilang jadinya mama menghubungi ibunya Aline, papa kamu, sampai Dion sekalipun,"kata sang mama menjelaskan. Dan hal itu seketika membuat Kenzo terkejut dibuatnya.
"Mama kenapa sampai sepanik itu sih?"tanya Kenzo penasaran kenapa bisa mamanya sampai menghebohkan semua orang begitu. Itu sama saja memberitahu semua orang kalau dirinya dan Aline tidak melakukan les privat.
"Ya, kamu sih tidak beritahu mama kalau kamu pergi berduaan dengan alien ke mall. Tahu begitu kan mama tidak akan menelepon semua orang,"ujar sang mama tidak mau disalahkan.
"Sebagai orang tua mama takut kalau kamu tiba-tiba mengikuti balapan liar lagi. Orang tua mana yang tidak panik jika memiliki anak seperti kamu, coba,"kata mama monita dengan tegas.
"Ya, maaf ma,"sahut Kenzo merasa bersalah. Sang mama hanya khawatir kalau dia sampai mengikuti balapan liar saja. Tidak bermaksud apa-apa.
"Kalau kamu mau pergi, kabari mama kamu biar dia tidak khawatir,"tutur papa Keanu kepada putranya.
"Iya, pa, maaf,"ujar Kenzo dengan nada bersalah.
"Lagian kalian ini kompakan sekali. Handphone tidak ada yang aktif itu bagaimana ceritanya?Kalian janjian untuk mematikan nomor handphone ya?"tanya mama monita kali ini ingin kejelasan hal yang membuat dia sempat berpikir negatif. Dia takut keduanya sedang berada di dalam suatu masalah.
"Tidak ma, aku tadi lupa nggak ngecas handphone. Kalau Aline sendiri aku tidak tahu ma,"ujar Kenzo jujur. Dia tidak tahu kalau Aline juga ikutan tidak mendengar nada panggilan dari handphone nya.
"Mungkin handphone Aline juga lowbat ,ma,"lanjut Kenzo memberikan pembelaan kepada Aline.
"Hmm...bilang aja kalian berdua ingin berkencan tanpa ingin diganggu,"ledek sang mama dengan cepat.
"Mama, kencan apaan. Aku mengajak Aline tadi karena dia membantuku mendapatkan nilai sempurna saat ulangan. Aku pernah bilang kalau aku dapat nilai sempurna, maka dia harus mau kemanapun aku menuju,"ujar Kenzo kepada sang mama dan juga papanya.
Kenzo mengambil kertas ulangan yang dia tunjukkan kepada Aline tadi.
"Ini, ma, pa, nilai ulangan aku,"ujar Kenzo sambil menyerahkan kertas ulangan tersebut.
Papa Keanu dan juga mama monita begitu senang melihat hasil sang putra. Keduanya saling berpandangan dan juga tersenyum penuh arti.
"Alhamdulillah kamu bisa mendapatkan nilai bagus, nak. Kamu harus pertahankan hal ini,"ujar mama monita dengan senang dan bangga melihat nilai sang putra.
"Aku usahakan, ma, pa,"sahut Kenzo kepada kedua orang tuanya.
***
Iklan Author
Budayakan klik like dan tuliskan komentar kalian sebanyak-banyaknya di kolom komentar di tiap part/episode dalam novel. Dukung terus author dengan pemberian vote.
Terimakasih 😄