Oh, My Young Man

Oh, My Young Man
Tepati Janjimu




Kenzo sudah duduk bersama dengan teman-teman seangkatannya yang hari itu akan diwisuda oleh pihak sekolah. Setelah tiga tahun bersama menjalani hari-hari di sekolah. Sekarang adalah saat dimana dia bisa membuktikan kepada kedua orang tuanya jika dia telah bisa membuat mereka bangga.



Setelah acara sambutan dari kepala sekolah dan juga secara simbolis dilakukan acara pelepasan para wisudawan. Kini adalah sesi pidato dari salah satu wisudawan yang berhasil mendapatkan nilai terbaik dari hasil ujiannya.


"Dengan bangga saya panggilkan wisudawan terbaik hari ini, Kenzo Gavino Darmawan, silakan maju ke depan memberikan kesan dan pesannya untuk kita semua,"selesai sang pembawa acara memanggil nama Kenzo untuk maju ke depan aula saat itu.


Semua orang berteriak mengelu-elukan namanya. Banyak tatapan mata kagum yang melihat ke arah Kenzo yang sedang berjalan menuju ke panggung.


Begitu pula dengan sang mama, Monita Darmawan, dia sampai terharu dan meneteskan air mata bangga melihat putra semata wayangnya itu akhirnya mampu menunjukkan kepada dirinya jika dia tidak seperti yang mereka pikirkan selama ini. Monita begitu bersyukur karena putranya bisa mencapai kesuksesan seperti sekarang ini. Sayang sekali suaminya tidak bisa datang tepat waktu karena ada urusan mendesak diperusahaan. Dia akan datang saat pesta kelulusan Kenzo nanti malam yang akan diadakan di restoran milik sahabatnya, Anita Dirgantara.


Aline yang berada di sisi Monita ikut terharu melihat binar kebahagiaan yang tampak di wajah mama Kenzo tersebut. Aline pun tak kuasa menahan dirinya. Dia juga meneteskan air mata tersenyum bangga dengan keberhasilan yang didapatkan oleh Kenzo.


Kenzo telah sampai di mimbar dan dia berdiri dengan gagah. Pesona kegantengan yang dia miliki pun terpancar jelas. Banyak para gadis sekolahnya yang begitu terpesona melihat ketampanan yang dia miliki itu. Apalagi saat Kenzo menunjukkan senyumannya yang selama ini sangat jarang dia berikan itu. Seketika mereka semua segera berlomba mendapatkan foto terbaik dan dijadikan wallpaper di handphonenya masing-masing.


Tidak hanya para wisudawati yang melakukan itu. Adik kelasnya pun juga melakukan hal yang sama. Leni menatap tidak suka dengan reaksi para gadis yang ada di sana. Mereka semua seakan-akan ingin memiliki diri Kenzo. Padahal dia sendiri selama ini berusaha menarik perhatian lelaki itu. Namun, saat melihat si Aline datang bersama dengan ibu Kenzo, tampak raut wajah tidak suka dan juga kecemburuan yang teramat sangat di wajahnya.


Kepala sekolah dan para guru menyalami Kenzo satu persatu dan mengucapkan selamat. Kenzo turun dari panggung disambut dengan sorak Sorai semua orang disana dan juga tepuk tangan yang meriah. Acara wisuda itu pun kemudian ditutup dengan acara hiburan oleh salah satu band terkenal di kota mereka.


Kenzo sebelumnya menuju ke arah sang mama dan sang mama seketika bangkit memeluk putranya tersebut dengan bangga. Dan isak tangis pun tidak bisa dia sembunyikan dari sang anak. Kenzo mengelus punggung sang mama. Dia juga bahagia karena bisa membuat orang tuanya bangga disaat wisuda nya kali ini.


Kemudian Kenzo beralih melihat Aline yang berdiri di samping mamanya. Aline sebenarnya cukup tersipu malu saat namanya ternyata disebutkan oleh Kenzo diakhir pidatonya. Semua mata menatapnya dan itu cukup membuat dia merasa tidak percaya diri. Dia merasa apalah dirinya selama ini. Dia hanya membantu sebisa yang dia mampu.


Tetapi tiba-tiba Kenzo yang telah melepaskan pelukan sang mama kini beralih untuk mendekat kearahnya. Kenzo tiba-tiba memeluk tubuh Aline. Dan itu disaksikan oleh banyak mata disana. Namun, Aline tidak bisa menolak perlakuan Kenzo itu kepadanya.


"Aku menunggu janjimu tempo hari,"bisik Kenzo ditelinga Aline. Mendengar hal itu sontak membuat Aline kaget. Janji apa yang telah dia berikan kepada lelaki diperlukannya ini. Aline merasa tidak pernah berjanji macam-macam. Tetapi belum sempat Aline bertanya, kenzo sudah terlebih dahulu meninggalkan dirinya dan kembali bergabung dengan teman-temannya.


Aline hanya terdiam melihat kepergian Kenzo tersebut. Sedangkan Monita hanya tersenyum melihat sikap putranya dan juga gadis yang sedang melamun di sampingnya ini.


...****************...


...Terimakasih sudah setia menunggu setiap updatean nya. Salam cinta dari Author ❤️...