
Kenzo segera melajukan sepeda motornya ke area yang lebih lapang. Kenzo yakin kalau Aline pasti sudah menghubungi kak Dion. Pasti sebentar lagi akan ada bala bantuan yang datang untum menolongnya. Kenzo hanya perlu mengulur sedikit waktunya saja.
Kenzo sudah menemukan tempat yang cocok menurut dirinya. Kenzo menunggu kedatangan para gerombolan geng motor tersebut. Entah apa yang akan mereka lakukan dengan datang sebanyak itu. Kenzo sudah turun dari motornya dan menunggu semua dari anggota geng itu berkumpul.
"Wow, ternyata anak ingusan ini berani juga nyalinya. Hebat! Tidak hanya sekedar jago berbicara saja ternyata,"ujar seorang lelaki yang Kenzo tahu benar siapa dia. Ternyata dia adalah salah satu anak buah bang Jarot. Pria yang pernah kalah saat melawan dia balapan di tempat Hero.
"Tidak kusangka, semuanya ini adalah rencanamu,"ucap Kenzo sambil tersenyum menyeringai. Pria yang kini sedang berdiri di depan kenzo itu tampak tidak suka melihat senyum cemoohan dari seorang Kenzo. Waktu itu dia dipukuli sampai babak belur oleh anak ingusan itu. Sekarang dia akan membalas perbuatan anak ingusan itu.
"Kamu jangan bergaya sok ya di sini. Kamu hanya sendirian di sini. Tidak ada siapa-siapa yang akan menolongmu,"ujar pria tersebut dengan wajah puasnya. Dia tahu Kenzo hanya sendirian saja di sana. Sekarang adalah saat yang tepat menurutnya untuk balas dendam atas apa yang Kenzo lakukan kepadanya.
"Kamu pikir aku takut menghadapi kalian seorang diri di sini,"tantang Kenzo membuat yang ada di sana panas telinganya karena mendengar tantangan itu.
"Bang Panjul, sikat saja sudah dia bang, hajar sampai bonyok, sudah gatal sekali rasanya tangan ini untuk menghancurkan wajah sombongnya itu,"ujar salah satu anak buah dari lelaki bernama Panjul tersebut.
"Biar aku patahkan kaki dan tangannya biar dia menjadi orang yang lumpuh selamanya,"ujar anak buahnya yang lain.
Panjul cukup panas mendengar suara-suara geram dari beberapa anak buahnya yang sudah mulai panas dengan ucapan Kenzo barusan yang jelas-jelas menantang dirinya.
Sebagai laki-laki dia cukup tertantang dengan gaya sombong bocah tengil yang ada di hadapannya tersebut. Panjul mulai mengerakkan kedua tangannya. Dia sudah mulai ingin menggunakan keduanya untuk menghancurkan kesombongan bocah ingusan yang ada di depannya tersebut.
"Jangan banyak bicara kamu bocah tengil. Kamu sebentar lagi akan menemui ajalmu,"ujar Panjul dengan seringainya.
"Serang dia!"perintah Panjul kepada ank buahnya. Dan benar saja dua orang seketika maju dan menyerang Kenzo dengan serangan yang bertubi-tubi.
Tetapi Kenzo tidak gentar menghadapi dua orang tersebut. Dia tetap maju dengan menggunakan keahlian bela diri yang dia kuasai. Dua anak buah si Panjul itu menyerang Kenzo dengan serangan yang penuh dengan emosi.
Sedangkan Kenzo melakukan pertahanan dirinya dengan tenang. Kenzo membiarkan keduanya menyerang dengan penuh tenaga. Bagi Kenzo itu akan menguntungkan dirinya karena mereka berdua akan cepat lelah nantinya. Setelah dirasa keduanya mulai kehilangan tenaga dalam menyerang. Barulah Kenzo mematahkan pergerakan keduanya.
Dan benar saja, stategi yang digunakan Kenzo mampu mematahkan kedua orang preman tersebut dan membuatnya terkapar di tanah. Panjul yang melihat hal tersebut cukup geram dibuatnya. Dia tidak menyangka bocah ingusan yang dikiranya lemah itu ternyata mampu melawan kedua anak buahnya yang badannya lebih kekar dari dirinya.
"Apakah hanya segini saja kemampuan dari kalian, heh?"tantang Kenzo kembali setelah melihat kedua musuhnya sudah pingsan.
"Dasar bocah ingusan! Kamu pikir kamu akan menang, heh! Lawan dia!"perintah panjul kepada dua anak buahnya yang lain. Kedua anak buah Panjul yang lainnya pun maju dan menyerang Kenzo kembali. Dan kali ini Kenzo harus menghadapinya menggunakan tenaga ekstra karena salah satu anak buahnya memiliki tenaga yang besar juga.
Panjul yang melihat kalau Kenzo cukup kewalahan juga melawan anak buahnya kali ini, dia tersenyum puas.
"Lihat saja bocah tengik, sebentar lagi kamu akan menggali kuburanmu sendiri di sini,"gumam Panjul dengan senyuman menyeringainya.
Kenzo memang cukup kewalahan menghadapi kedua anak buah si Panjul ini. Meskipun dengan beberapa pukulan yang sempat mengenai di bagian tubuhnya. Tetapi Kenzo masih mampu bertahan dan memenangkan pertarungan. Kedua anak buah si Panjul lagi-lagi harus terkapar dengan perlawanan kenzo.
"Sial!"umpat Panjul tidak kuasa menahan dirinya.
"Ayo bang! Apakah kamu tidak sanggup melawanku seorang diri? Kamu hanya mampu menyerang keroyokan seperti ini?"tantang Kenzo lagi. Dia benar-benar ingin menghajar si Panjul itu yang tampak sekali sok-sokan tetapi tidak berani menyerang sendirian.
"Dasar pengecut!"pancing Kenzo dengan makiannya membuat darah Panjul mulai naik dan memanas.
"Dasar bocah kurang ajar!"umpat Panjul dengan wajah memerah karena menahan amarah yang sudah mulai memuncak itu.
"Bang!"teriak salah seorang dari arah belakang si Panjul. Dan betapa terkejutnya Kenzo melihat sosok yang dibawa oleh salah seorang anak buah Panjul tersebut.
"Hahahahahahaha,"derai tawa si Panjul memenuhi area tersebut. Dia tampak benar-benar puas akan tindakan anak buahnya. Ternyata salah satu anak buahnya berhasil menangkap gadis yang tadi bersama dengan si bocah ingusan.
"Kamu lihat dia, bukan! Hahahaha,"teriak Panjul ke arah Kenzo yang tampak terkejut dengan keberadaan Aline di sana. Dengan kedua tangan terikat dan mulut yang sudah di tutup dengan lakban.
Kenzo mengepalkan kedua tangannya. Dia benar-benar sangat muak dengan sosok si Panjul ini. Kenzo melihat baju Aline sedikit koyak sepertinya Aline juga melakukan perlawanan tetapi dia kalah tenaga. Kenzo tidak bisa menerima perbuatan anak buah Panjul itu terhadap diri Aline.
"Kamu lihat bocah tengil! Kamu lihat siapa yang aku bawa, heh?"tanya Panjul dengan nada mengejek.
"Kamu tentunya tidak ingin terjadi sesuatu dengan dirinya bukan?"tanya Panjul lagi membuat darah Kenzo semakin memanas saja. Ingin rasanya Kenzo menghajar habis mulut si Panjul itu.
"Bebaskan dia!"teriak Kenzo.
"Hahahaha....... bebaskan dia?Bebaskan dia?"ejek si Panjul dan derai tawa nya pun diikuti oleh beberapa anak buahnya yang masih berdiri di sampingnya.
"Kamu tahu tidak semudah itu bocah tengil,"ucap Panjul dengan sorot matanya yang tajam.
"Ringkus dia!"perintah si Panjul kepada sisa anak buahnya untuk meringkus Kenzo.
***
Iklan Author
Budayakan klik like setelah membaca dan tuliskan komentar kalian sebanyak-banyaknya.
Terimakasih.