Oh, My Young Man

Oh, My Young Man
Kecemburuan yang Berlebihan



Brak!


Leni melemparkan tas selempangnya di meja. Hero melihat kelakuan yang ditunjukkan adik sepupunya itu beberapa hari belakangan ini. Dia tampak begitu uring-uringan. Hero hanya bisa melihat saja kelakuan Leni tersebut tanpa berkomentar apapun. Karena dia tahu siapa yang menyebabkan adik sepupunya itu bertingkah sedemikian anehnya.


"Aku tidak tahan lagi,"ujar Leni mulai berkomentar. Setelah dia mencak-mencak tidak jelas dihadapan Hero. Sekarang dia mulai menggerutu dan merasa tidak tahan lagi.


"Kamu itu kenapa, sih?"tanya Hero dengan tenangnya. Dia sudah sering melihat kelakuan adik sepupunya itu jika sudah mulai dibuat galau oleh Kenzo, cowok yang dia sukai sejak masuk Sekolah Menengah Atas.


"Aku tidak tahan melihat kak Kenzo bersama dengan wanita itu!"teriak Leni dengan nada kesal. Hero sudah hapal betul dialog adik sepupunya jika sudah marah mulai berteriak-teriak.


"Wanita yang mana?"tanya Hero penasaran. Siapa wanita yang dekat dengan Kenzo setelah angel. Karena Hero tahu bahwa Kenzo sakit hati setelah angel berselingkuh dengan dirinya. Sejak saat itu, Kenzo tidak pernah lagi dekat dengan seorang cewek.


"Dia adalah cewek sok keganjenan yang muncul di arena balap waktu itu,"ucap Leni dengan bersungut-sungut tampak kesal. Oh, Hero baru ingat sekarang. Dia adalah cewek yang menolong Kenzo saat hendak dipukul oleh jagoan dari


"Darimana kamu tahu kalau Kenzo sedang bersama dengan cewek itu?"tanya Hero kembali.


"Ya, jelas saja aku tahu bahkan tahu secara langsung. Aku tadi ke tempat kak Kenzo. Aku ingin menemuinya tetapi justru aku melihat dia baru saja menjemput cewek keganjenan itu dan diajaknya ke rumahnya. Bagaimana aku nggak panas coba melihat kedekatan mereka sampai seperti itu, heh?!!!"ujar Leni tampak berapi-api.


"Mungkin cewek itu saudaranya,"jawab Hero mencoba menjernihkan suasana yang ada di sana. Leni semakin kencang saja mengungkapkan rasa kesalnya.


"Kak Hero! Mana mungkin cewek itu saudaranya. Kak Kenzo tampak menyukai cewek itu. Aku bisa melihatnya dari cara dia menatap cewek itu saat mereka bersama. Ada sesuatu yang lain tampak dari sorot mata kak Kenzo saat melihat cewek itu. Akkkrrrrhhhh.....aku kesaaaaaalll!"teriak Leni membabi buta membuat Hero menutup telinganya sejenak saat saudari sepupunya itu meneriakkan kekesalan dalam hatinya.


"Leni, cukup!"bentak Hero karena tidak tahan dengan emosi Leni yang justru membuat emosi dia ikut terpancing. Leni seketika terdiam begitu mendengar suara keras dari Kakak sepupunya.


"Kamu pikir dengan berteriak begitu akan membuat mu menyelesaikan permasalahan? Jangan buat kepalaku jadi sakit saja!"teriak Hero tidak kalah kesalnya dari Leni. Dia sudah cukup menahan diri tetapi saudara sepupunya itu justru yang tidak tahu diri.


"Maaf, kak, habis aku kesal dengan mereka,"ucap Leni dengan nada lebih pelan dari sebelumnya. Hero menghela napas panjang dan menatap Leni dengan sorot mata yang tajam.


"Kamu tidak bisa apa ya, tidak memikirkan Kenzo Mulu setiap harinya. Sejak dulu kamu tidak pernah bisa meluluhkan perasan Kenzo. Kenapa kamu masih saja mencoba untuk mendekati dia?"ujar Hero merasa kesal akan perilaku adik sepupunya itu yang selama ini selalu ditolak oleh Kenzo. Namun, dia masih saja kekeh mendekati Kenzo.


Padahal Kenzo sampai pernah berpacaran dengan angel. Leni masih saja ngotot mendekati Kenzo dan berusaha mendapatkan perhatian dari Kenzo melebihi perhatian Kenzo kepada angel.


"Aku mencintai kak Kenzo. Sejak pertama aku mengenalnya. Perasan ini tidak semudah itu untuk dihilangkan, kak. Aku tidak bisa menghapus kak Kenzo dalam hatiku. Kakak tahu sendiri kan itu sedari dulu,"rengek leni di hadapan Hero.


Memang sejak duduk di bangku Sekolah Menengah Atas, Leni sudah tertarik kepada kenzo sejak pandangan pertama. Dan saat itu juga Kenzo masih menjadi teman baik hero. Sehingga sering bagi Leni bisa dekat dengan Kenzo karena Kenzo sering bersama-sama dengan Hero.


"Tapi bukan berarti kamu terus marah-marah seperti orang gila begitu. Kamu ingin gila beneran apa ya?"sahut Hero tidak habis pikir dengan jalan pikiran Leni. Padahal dia disukai banyak cowok di sekolah. Namun, dia masih saja ngotot mengejar-ngejar cinta Kenzo. Bahkan bisa dibilang mengemis cinta dari seorang Kenzo.


"Bodo amatlah, aku justru pusing dengerin omelan kak Hero,"sahut Leni begitu saja dan bergegas pergi menuju kamarnya. Padahal Hero belum selesai berbicara dengannya. Anak satu itu justru ngacir begitu saja meninggalkan dirinya.


Hero hanya menggeleng-gelengkan kepalanya melihat perilaku yang ditunjukkan oleh Leni. Dia dinasehati baik-baik malah marah-marah dengan yang memberinya nasehat. Harus bagaimana Hero berbicara lagi kepadanya.


"Tapi ini menarik juga. Siapa cewek yang waktu itu dibawa olehnya? Apa benar seperti kata Leni kalau cewek itu kekasih baru Kenzo?"pikir Hero masih ragu akan apa yang diucapkan Leni barusan. Dia tahu tidak semudah itu bagi Kenzo untuk move on dari Angel. Mereka sudah dekat sejak masih duduk di bangku sekolah menengah pertama. Perpisahan kemarin tentu masih membekas di hati kenzo.


*


"Bagaimana? bisa tidak?"tanya Aline karena sedari tadi dia sudah cukup lama menunggu hasil menghitung dari Kenzo. Namun, anak itu tidak juga segera menyerahkan hasil penghitungan nya.


"Tunggu sebentar,"ujar Kenzo sambil melirik ke arah Aline yang tampak tidak sabaran menunggu dia menyelesaikan apa yang dikerjakannya. Kenzo sengaja mengisi jawabannya dengan yang salah.


"Oke, aku tunggu,"jawab Aline pasrah karena sebagai pengajar tentu dia harus sabar dalam mengajari muridnya. Dan Kenzo memang tampaknya memiliki kelemahan dalam Matematika. Padahal dia memiliki kemampuan yang begitu hebat dalam Fisika dan juga Kimia. Padahal sama-sama ilmu pasti tetapi kenapa dia malah tidak begitu cepat dalam mengerjakan Matematika ya. Itu yang selalu dipikirkan oleh Aline.


"Sepertinya aku salah langkah, deh,"gerutu Kenzo. Dan segera Aline merespon ucapan Kenzo tersebut.


"Ini,"ujar Kenzo menunjuk soal yang ada dihadapannya. Aline terpaksa mendekat ke arah Kenzo karena cowok itu tidak menyodorkan lembar soal yang dia miliki. Aline melihat soal seperti apa yang Kenzo tidak mengerti.


"Oh, itu soal aljabar. Tidak sulit kok,"kata Aline. kepada Kenzo.


"Oya?"tanya Kenzo penasaran sambil merapatkan duduknya di samping Aline.


"Cara kamu cuma salah dihasil akhirnya saja. Ini tuh soal pertidaksamaan, maka jika nilai x itu negatif maka akan berubah tanda. Jika awalnya tanda ini lebih dari maka akan berubah menjadi kurang dari. Itu hanya khusus untuk nilai x nya negatif lho ya. Jika nilai x itu positif ya tidak akan berpengaruh. Kamu mengerti?"tanya Aline kepada Kenzo yang sedari tadi hanya fokus menatapnya daripada mendengarkan penjelasan darinya.


"Kamu mengerti tidak, Kenzo?"Aline sampai mengulangi pertanyaannya karena tidak terdengar respon dari Kenzo.


"Iya, aku dengar, kok,"jawab Kenzo sambil menatap ke arah wajah manis Aline. Sedari tadi Kenzo dibuat tidak fokus dengan bibir Aline yang tampak merona meskipun tidak memakai lipstik yang tebal.


"Dengan apa?"tanya Aline kembali. Dia ingin tahu seberapa dengar tadi Kenzo kepada penjelasannya.


"Nilai x akan berpengaruh kepada tanda pertidaksamaan bukan?"ujar Kenzo menjawab pertanyaan Aline.


"Ya, kamu benar, kalau begitu kerjakan kembali soal ini,"lanjut Aline karena dia merasa Kenzo sudah mengerti apa yang baru saja dia jelaskan.


"Kamu ini aneh ya?"ujar Aline tiba-tiba membuat Kenzo penasaran akan pernyataan nya.


"Aneh, kenapa?"


"Ya, aneh saja kenapa kamu jago sekali dalam IPA, baik itu biologi, kimia dan juga fisika. Namun, kamu tidak sebagus itu dalam matematika. Apakah sesulit itu matematika bagimu?"tanya Aline penasaran dibuatnya.


"Aku tidak merasa sulit,"jawab Kenzo.


"Lalu kenapa nilaimu jelek sekali dalam pelajaran matematika?"tanya Aline kali ini ingin mendapatkan jawaban dari pertanyaan yang selama ini ada di kepalanya. Tetapi Kenzo justru hanya diam dan fokus mengerjakan soal yang tadi dijelaskan oleh Aline pembahasannya.


"Baiklah, kalau kamu bisa mendapatkan nilai sempurna dalam matematika nanti saat ujian kelulusan, aku akan memberikanmu hadiah,"ujar Aline mencoba memberikan semangat kepada Kenzo. Siapa tahu dengan cara dia memberikan hadiah akan membuat Kenzo semangat dalam belajarnya. Dan membuatnya menjadi termotivasi dalam meraih nilai terbaik dalam pelajaran Matematika.


"Kamu yakin?"tanya Kenzo kali ini kepada Aline.


"Aku yakin sekali,"jawab Aline mantap.


"Baiklah, tetapi aku pilih sendiri hadiahnya. Bukan kamu yang menentukan. Dan kamu tidak boleh menolaknya,"ujar Kenzo membuat kesepakatan dengan Aline.


"Oke, setuju. Tetapi yang aku mau adalah nilai sempurna. Kalau nilai kamu dibawah seratus dan lebih dari 80 maka akan mendapatkan hadiah sesuai seleraku. Namun, jika nilai kamu sempurna 100 maka kamu boleh meminta hadiah apapun kepadaku,"jawab Aline sepakat.


"Baiklah, sepakat"ujar Kenzo semakin yakin bahwa dia akan memenangkan pertaruhan mereka kali ini.


***


Iklan Author


Selamat Menunaikan Ibadah Puasa. Semoga amalan ibadah kita di terima.


Budayakan klik tombol like dan tuliskan komentar kalian sebanyak-banyaknya. Karena komentar kalian adalah penyemangat bagi author.


Terimakasih 😄