Oh, My Young Man

Oh, My Young Man
Kemampuan Memasak Aline



"Aline, sudah selesai belajar nya?"tanya Tante monita melihat Aline sudah turun dari kamar Kenzo.


"Sudah, tante,"jawab Aline dengan senyuman manisnya.


Monita begitu senang akan kehadiran Aline di rumahnya. Dia berasa memilik seorang anak perempuan. Karena Kenzo hanya anak tunggal jadi monita sering kesepian kalau di rumah. Beruntung sekali sahabatnya itu, Anita, memiliki anak perempuan seperti Aline. Sudah cantik, pintar, baik dan juga sopan terhadap orang tua.


"Tante sedang masak apa? Aline bantu, ya,"ujar Aline menawarkan dirinya. Karena dia melihat mama Kenzo itu tampak sibuk memasak.


"Memang Aline bisa memasak?"tanya monita ingin tahu.


"Masakannya enak, ma,"jawab Kenzo yang baru saja turun dari kamarnya dan ikut bergabung di dapur.


"Oya? Kamu tahu darimana, Ken?"tanya monita penasaran.


"Aku makan sendiri waktu di rumah Tante Anita dengan bang Dion saat pagi-pagi jemput Aline,"jawab Kenzo. Monita ber-oh ria mendengar jawaban dari putranya.


"Okelah, Aline, ayo bantu Tante memasak,"ajak monita dengan bersemangat.


"Baiklah, Tante,"jawab Aline dengan senang hati. Dia memang suka sekali memasak jika di rumah.


Kenzo yang melihat kedekatan antara Aline dan juga mamanya tampak tersenyum bahagia. Diapun tidak ingin mengganggu kegiatan keduanya di dapur. Kenzo beranjak ke ruang keluarga menunggu keduanya selesai memasaknya.


Tidak lama kemudian Keanu tiba dari kantor. Dia melihat Kenzo sedang santai di ruang keluarga.


"Ramai sekali di dapur, memang ada siapa?"tanya Keanu kepada Kenzo.


"Oh, ada Aline sedang masak bersama dengan mama,"ujar Kenzo. Keanu melihat wajah putranya yang tampak bahagia saat menyebutkan nama Aline. Keanu pun beranjak ke dapur untuk menyapa kedua wanita yang sedang asyik memasak itu.


"Oh, ternyata ada Aline di sini,"tegur Keanu saat telah sampai dapur. Monita dan Aline pun seketika menoleh ke asal suara yang menyapa Aline.


"Sayang, kamu sudah pulang,"sambut monita melihat sang suami sudah berada di dapur.


"Selamat malam, om,"ujar Aline dengan sopan.


"Sudah ma, lanjutkan memasak nya dengan Aline. Aku akan bersih-bersih diri dulu,"ujar Keanu kepada monita.


"Baiklah, ayo Lin, kita lanjutkan acara memasak kita,"ajak monita dan Aline hanya mengangguk setuju.


Tiga puluh menit kemudian, beberapa sajian masakan terpampang di meja makan. Keanu dan juga Kenzo tampak kagum dengan hasil masakan yang ada.


"Wah, Aline rupanya jago masak juga, pa,"ujar monita kepada Keanu dengan kagumnya. Dia tidak menyangka putri monita itu begitu jago dalam memasak.


"Pastinya itu hasil didikan dari anita,"ujar Keanu.


"Ya, siapa yang tidak tahu Anita sekeras apa dalam mendidik anak-anaknya,"sahut monita.


"Sudah, ayo kita segera makan,"ajak Keanu yang sudah tampak lapar sedari tadi.


"Ayo, nak, kita makan,"ajak monita kepada Kenzo dan juga Aline.


"Hmmm, masakan Aline ini memang benar-benar enak,"puji monita saat mencicipi olahan dari Aline. Begitu juga Keanu dan Kenzo saat menikmati masakan itu juga berpendapat hal yang sama.


"Pantas saja usaha restoran Anita berjalan dengan baik. Kamu selalu menyajikan masakan hasil olahanmu di restoran ibumu?"tanya Keanu.


"Iya, om,"jawab Aline.


"Dia diberi tanggungjawab oleh Anita untuk mengelola restorannya itu, pa,"ujar monita.


"Pantas saja, sungguh bagus, nak. Kamu memiliki bakat untuk mengelola sebuah restoran dengan keahlian memasak yang kamu miliki ini,"ujar Keanu kepada Aline.


"Terimakasih,"ujar Aline sambil tersipu malu karena sedari tadi dipuji oleh kedua orang tua Kenzo.


*


"Biar Kenzo yang antar, Lin. Ini sudah malam,"ujar monita kepada Aline. Ya, karena sedari tadi dipaksa akhirnya Aline bersedia juga.


"Kamu tidak pakai mobil saja, nak,"ujar Keanu.


"Tidak, pa, nanti macet di jalan jadinya lama perjalanan nya,"sahut Kenzo yang sudah menyiapkan dua helm untuknya dan juga Aline.


"Ya, nak, hati-hati di jalan,"ucap Keanu.


"Kenzo, jangan ngebut, awas kamu ya,"pesan monita kepada putranya.


"Iya, ma,"jawab Kenzo.


"Kamu pakai saja jaket itu,"ujar Kenzo kepada Aline.


"Tapi, Ken, jaket ini kan baru kukembalikan kepada mu,"sahut Aline. Kenzo pun menoleh ke arah Aline. Dia memakaikam jaket itu sendiri langsung ke tubuh Aline.


"Ken..."


"Diam!"potong Kenzo yang tampak fokus memakaikan jaket ke tubuh Aline.


"Sudah, jangan cerewet dan langsung naik,"perintah Kenzo kepada Aline yang tampak manyun karena kata-kata nya barusan.


"Dasar bawel,"gumam Aline yang masih bisa didengar oleh Kenzo.


Aline pun naik ke motor Kenzo setelah menggunakan helm standar yang diberikan Kenzo kepadanya.


"Pegangan,"kata Kenzo setelah Aline naik tetapi Aline tidak mengindahkan apa yang dikatakan Kenzo kepadanya. Jadi jangan salahkan Kenzo ketika baru menggas sepeda motornya saja Aline seketika tersentak dan reflek memeluk tubuh Kenzo. Melihat gelagat Aline itu Kenzo hanya tersenyum saja.


**


Vazo tampak menunggu tidak jauh dari kediaman keluarga Dirgantara. Siang tadi dia mendapatkan beberapa foto dari Sisil dan itu membuatnya panas.


Vazo tidak terima jika alasan Aline ingin jauh dengannya karena Aline ingin dekat dengan bocah ingusan itu. Apa hebatnya anak ingusan itu dibandingkan dengan dirinya.


Vazo mengawasi gerbang utama rumah Aline. Dan benar saja tidak lama kemudian vazo melihat sebuah sepeda motor balap masuk ke dalam rumah Aline.


Jelas itu adalah Aline dan bocah ingusan itu. Mereka pulang semalam itu dari siang hari. Vazo memukul setir kemudinya dengan keras. Vazo bisa kalah dengan anak ingusan seperti dia.


"Terimakasih ya, nak Kenzo sudah mengantarkan Aline pulang,"ucap Anita kepada putra teman baiknya itu.


"Sama-sama Tante, Kenzo pamit dulu ya,"ucap Kenzo berpamitan untuk pulang.


"Buru-buru banget kamu, Ken,"ucap Aldo, kakak dari Aline.


"Iya, bang, sudah malam juga,"jawab kenzo sambil nyengir.


"Kapan-kapan ayo tanding catur, aku benar-benar penasaran,"kata Aldo.


"Siap, bang. Nanti kalau ada waktu aku main ke sini,"janji Kenzo.


"Oke, aku tunggu,"kata Aldo.


"Hati-hati, Ken,"kata Aline saat Kenzo sudah bersiap pulang.


Kenzo mengendarai motornya dan kembali pulang ke rumahnya. Namun, tiba-tiba sebuah mobil menghadang perjalanan Kenzo. Karena ulah pengendara mobil itu membuat Kenzo mengerem mendadak laju motornya.


"Turun kamu!"ucap vazo dengan nada marah. Kenzo melepaskan helm nya. Dia tahu siapa lelaki yang ada di hadapannya ini.


"Apa maumu?"tanya Kenzo tanpa rasa takut sedikitpun.


"Dasar bocah ingusan, masih berani kamu tanya padaku. Jauhi Aline, jangan mendekati dia. Aline itu kekasihku!"


***


Iklan Author


Selamat Menunaikan Ibadah Puasa. Semoga amalan ibadah kita di terima.


Budayakan klik tombol like dan tuliskan komentar kalian sebanyak-banyaknya. Karena komentar kalian adalah penyemangat bagi author.


Terimakasih 😄