Oh, My Young Man

Oh, My Young Man
Menghadiri Pesta Berdua



Kenzo menggenggam tangan Aline dengan erat dan entah mengapa penerimaan Aline tersebut membuat diri Kenzo menjadi bahagia. Mobil yang mengantarkan keduanya ke pesta pun melaju membelah jalanan di perkotaan malam hari itu. Kenzo dan juga Aline duduk bersebelahan di dalam mobil namun keduanya tidak berbicara sepatah katapun. Keduanya sibuk menata perasaan hati masing-masing.


"Sudah sampai tuan muda dan nona,"lapor dion saat mobil mereka telah sampai di depan pintu depan rumah keluarga Pramono yang sudah sangat ramai dengan para tamu undangan. Kenzo keluar lebih dulu dari mobil kemudian disusul dengan Aline. Sedangkan Dion pergi memarkir mobil terlebih dahulu sebelum menyusul sang tuan muda masuk ke dalam acara pesta.


Kenzo menyodorkan lengannya untuk menggamit tangan Aline sebelum keduanya masuk ke dalam ruangan pesta tersebut. Aline tampak malu-malu dibuatnya dan diapun mengalungkan tangganya di lengan Kenzo. Mereka berdua pun jalan bersamaan masuk ke dalam rumah mewah keluarga Pramono. Penampilan Kenzo dan Aline yang tampak serasi malam itu membuat keduanya menjadi sorotan banyak mata memandang saat mereka telah memasuki tempat pesta pernikahan keluarga Pramono.


"Kamu grogi ya?"tanya Kenzo saat menyentuh tangan Aline yang terasa dingin. Memang ini pertama kalinya Aline menghadiri sebuah pesta bukan dengan kakak lelakinya. Meskipun sudah berpacaran cukup lama dengan vazo pun. Aline tidak pernah ke pesta dengan vazo.


"Biasa..saja.."jawab Aline mencoba tenang. Bagaimana bisa dia tampak grogi di samping cowok tengil seperti Kenzo ini. Sedangkan Kenzo hanya tersenyum sambil mengeratkan pegangan tangan Aline di lengannya.


"Ayo kita memberikan ucapan selamat kepada pengantinnya,"ajak Kenzo dan berjalan berdampingan dengan aline. Mereka berdua tampak serasi sekali malam itu. Banyak mata yang menduga bahwa mereka adalah pasangan kekasih. Bahkan ada juga yang beranggapan bahwa mereka berdua pasangan suami istri muda.


Tetapi ada seseorang yang tampak tidak suka akan kehadiran mereka berdua. Wanita muda itu menatap keduanya dengan sorot mata yang kesal dan juga kecewa.


"Kamu serius sekali, melihat apa?"tanya Hero kepada adik sepupunya tersebut.


"Itu, di sana,"tunjuk Leni dengan sedikit menggeram. Hero pun melihat sosok yang ditunjuk oleh Leni. Hero hanya ber-oh saja saat melihat mantan sahabatnya yang berjalan bergandengan tangan dengan wanita lain.


"Sepertinya mereka memiliki sebuah hubungan. Dia selalu bersama dengan Kenzo,"kata Hero dengan santainya sambil mengambil hidangan yang disajikan di pesta pernikahan tersebut.


"Aku tidak suka melihat wanita itu,"ujar Leni lalu meninggalkan Hero sendirian di tempat jamuan makan.


"Len, kamu mau kemana?"ujar Hero sambil menarik tangan saudara sepupunya itu.


"Aku tidak nafsu makan lagi melihatnya,"kata Leni dengan bersungut. Dia benar-benar kehilangan selera makannya. Setelah Kenzo menolak pernyataan cintanya. Sekarang Kenzo justru terang-terangan menggandeng wanita itu ke dalam pesta pernikahan. Seakan-akan menunjukkan bahwa mereka adalah pasangan yang sedang berbahagia. Leni tidak bisa membiarkan hal ini terjadi.


Leni berjalan mendekati Kenzo dan Aline yang baru saja turun dari panggung untuk memberikan ucapan kepada sang pengantin.


"Oh, rupanya kalian datang juga, hai kak Kenzo,"sapa Leni dengan senyum yang menggoda ke arah Kenzo. Aline yang melihat kedatangan Leni seketika hendak melepaskan pegangan tangannya di lengan Kenzo. Tetapi ditahannya tangan Aline tersebut dan digenggamnya dengan erat. Aline merasa ada yang tidak benar akan tindakan Kenzo ini. Dan benar saja, Aline sempat melihat sorot mata yang tajam dari Leni.


"Kamu di sini juga rupanya,"kata Kenzo singkat.


"Kukira kakak datang dengan mama monita ternyata dengan tante-tante ini ya,"sindir Leni dengan nada mencemooh. Raut wajah Aline seketika berubah masam mendengar dirinya di sebut tante-tante. Memang dia sudah setua itu ya. Anak ingusan ini benar-benar menyebalkan sekali mulutnya, batin Aline kesal.


"Namanya Aline,"kata Kenzo meralat ucapan Leni yang baru saja mengatakan kalau Aline adalah seorang tante-tante.


"Ups, maaf aku tidak tahu, Tante....Aline..."pancing Leni membuat Aline tidak tahan juga untuk tidak berbicara.


"Kurasa kita tidak sedekat itu untuk kamu sok-sokan memanggilku sebagai Tante mu. Kapan juga aku dekat dengan pamanmu,"ujar Aline membalas kekesalannya kepada anak kecil yang bergaya sok dewasa itu dalam berpenampilan.


"Kak, bagaimana penampilan ku, apakah aku cantik?"tanya Leni mengacuhkan ucapan Aline barusan. Leni justru sibuk menunjukkan kecantikannya kepada Kenzo dengan genitnya. Aline menjadi semakin meradang saja melihat perbuatan Leni. Sejak awal bertemu gadis itu memang tidak menyukainya. Sepertinya dia menyukai Kenzo tetapi perasaan itu tampaknya hanya bertepuk sebelah tangan.


Dasar wanita tua, merayu seperti itu di depan umum tidak malu usia apa ya? batin Leni dengan sangat kesal.


"Tante kan bisa ambil sendiri makanannya,"kata Leni tidak tahan.


"Ayo aku antar,"ujar Kenzo kemudian membuat Leni terperangah dan senyum Aline mengembang karena Kenzo lebih memilih dirinya daripada gadis genit di depan mereka itu.


"Iya, sayang. Aku juga sudah lapar,"balas Aline membuat panas suasana di sana. Leni semakin mengeratkan kepalan tangannya saat Aline membawa pergi Kenzo dari hadapannya.


"Dasar nenek-nenek tua, aku akan membalas ini semua,"geram Leni melihat kepergian Kenzo bersama dengan Aline.


"Sayang?"sebuah pertanyaan Kenzo membuat Aline terdiam seketika dan menoleh ke arah Kenzo. Aline mendadak membeku melihat wajah Kenzo yang tampan sekali malam itu. Dengan penampilannya yang formal dan dewasa membuatnya tampak berbeda dari biasanya.


"Terpesona denganku?"kembali pertanyaan dari Kenzo membuat Aline tersadar.


Eh, kenapa aku justru melamun dan menganggumi ketampanannya malam ini. Batin Aline bergejolak.


"Biasa saja, yang tampan di sini juga banyak,"kata Aline dengan nada datar.


"Oya,"ujar Kenzo sambil mendekatkan dirinya ke arah Aline yang justru seketika membuat Aline mundur beberapa langkah. Raut wajah Aline merona saat Kenzo semakin dekat dengannya.


"Kamu cantik sekali malam ini,"bisik Kenzo di telinganya. Dan itu sontak membuat detak jantung Aline berdebar kencang. Apalagi dengan senyuman Kenzo yang membuat ketampanannya berkali-kali lipat bertambah.


"Kurang ajar!"geram seseorang yang melihat Kenzo dan Aline dengan pose yang seakan-akan menunjukkan kemesraan keduanya di depan umum.


"Apa yang kamu lihat, zo?"tanya Sisil yang berada di belakang vazo. Sisil pun melihat ke arah tatapan vazo dan dia tidak menyangka jika malam itu akan ada Aline berada di pesta pernikahan dari keluarga Pramono.


"Astaga, itu bukankah Aline dan juga anak yang menjadi murid didiknya ya,"kata Sisil.


"Sampai kapan mereka bermain kucing-kucingan dariku,"geram vazo.


***


Iklan Author


Budayakan klik like setelah membaca novel di atas. Tuliskan komentar kalian sebanyak-banyaknya. Dan jika ingin promosi novel kalian silakan promosi di kolom komentar. Namun, jangan melakukan promosi itu di grub chat milik author ya. Mohon pengertiannya.


Terimakasih 😄