Oh, My Young Man

Oh, My Young Man
Kamu Sangat Manis



...💌 ᴛɪɴɢɢᴀʟᴋᴀɴ ᴊᴇᴊᴀᴋ ᴋᴏᴍᴇɴᴛᴀʀ, ᴠᴏᴛᴇ ᴅᴀɴ ʟɪᴋᴇ ᴀɢᴀʀ ᴘᴇɴᴜʟɪs sᴇᴍᴀɴɢᴀᴛ ᴜᴘᴅᴀᴛᴇ😉...


...нαρρу яєα∂ιиg...


...----------------...


Aline tidak menduga jika sahabatnya sendiri akan berkata seperti itu kepadanya. Aline masih tidak menyangka jika Sisil mampu melakukan hal ini kepadanya. Padahal selama ini Aline dan Sisil selalu bersama-sama. Apakah karena seorang lelaki, dia berubah seperti itu.


Hati Aline merasa merasa sakit mendengar ucapan sinis dari Sisil. Apakah persahabatan mereka selama ini semudah itu rapuh karena keberadaan seorang lelaki saja. Kalaupun memang Sisil menyukai Vazo. Aline akan merestui hubungan mereka. Lagipula sekarang Aline dan Vazo juga sudah berpisah.


Apa salah Aline selama ini kepada Sisil. Sampai sahabatnya itu tega melukai hatinya seperti ini.


Tiba-tiba terdengar dering handphone Aline. Buru-buru Aline tersadar dan membaca sebuah pesan dari Kenzo yang mengingatkan dirinya bahwa dia nanti akan menjemputnya dari kampus.


Aline membalas pesan Kenzo dan kembali akan tujuan awal dia datang ke kampus. Aline segera menemui dosen pembimbingnya dan menyelesaikan skripsi yang seharusnya kemarin sudah dia rampungkan. Aline bergegas menuju ke ruang dosen.


......................


"Menunggu lama?"tanya Kenzo setelah Aline masuk ke dalam mobilnya. Kenzo sengaja menjemput Aline mengantarkannya ke dokter untuk memeriksakan kondisi kakinya yang cidera.


"Tidak,"jawab Aline singkat. Kenzo merasa jawaban singkat Aline itu sedikit aneh. Biasanya gadis muda ini selalu cerewet dan banyak berbicara. Entah mengapa dia diam sekali hari ini.


"Kamu baik-baik sajakah Lin?"tanya Kenzo setelah melihat ekspresi Aline yang tidak biasanya.


"Eh...ah...aku tidak apa-apa kok, memang aku kenapa?"tanya Aline merasa ketahuan dengan apa yang sedang dia alami dihadapan Kenzo.


"Yakin tidak apa-apa?"tanya Kenzo kembali karena merasa khawatir.


"Beneran,"sahut Aline sambil memaksakan senyumannya.


Kenzo hanya terdiam tidak melanjutkan kembali bertanya. Walau sebenarnya dia sudah mengerti jika Aline sedang memiliki sebuah masalah. Gadis itu tidak bisa menyembunyikan masalahnya dengan baik darinya.


"Oya, nanti sepulang dari rumah sakit. Kamu harus mentraktir aku makan masakanmu yang paling spesial,"ujar Kenzo dengan senyuman tersungging di bibirnya.


"Kenapa begitu?"tanya Aline tidak mengerti sambil mengerutkan keningnya.


"Jelas saja dong, lihat ini,"ujar Kenzo sambil menyodorkan sebuah kertas yang merupaka kertas hasil ulangannya tadi sewaktu dia masuk sekolah.


Aline menerima kertas ulangan tersebut dan melihat hasilnya. Aline tidak percaya jika Kenzo mendapatkan nilai yang bagus yaitu sembilan puluh lima.


"Wow, ini bagus Kenzo,"ujar Aline yang merasa senang melihat hasil ulangan matematika Kenzo yang bagus seperti itu.


Kenzo melihat perubahan raut wajah Aline yang lebih ceria saat melihat nilai ulangannya tersebut.


"Jelasa saja, selama ini aku tidak malas untuk belajar. Jadi untuk nilai ulangan ku yang bagus ini maka aku dapat traktiran makan dong ya,"ujar Kenzo kepada Aline.


Aline tersenyum menatap wajah Kenzo yang menunggu jawaban darinya.


"Iya, iya, kamu dapat traktiran, aku akan memasakkan makanan yang kamu suka, makan sepuasnya di restoran bunda,"ujar Aline. Kenzo tampak puas dengan jawaban dari Aline tersebut.


"Oke, kamu sudah janji, harus kamu sendiri yang memasak,"kata Kenzo memastikan bahwa Aline sendiri yang akan memasak bukan koki yang ada di restorannya.


"Iya, Kenzo, aku yang masakin sendiri,"kata aline memastikan ucapannya.


......................


Di dalam ruang praktek dokter tampak Aline dengan seksama melihat sang dokter yang sedang memeriksa kondisi Kenzo. Begitupun juga dengan Dion yang ikut masuk ke dalam ruangan sang dokter. Dia juga harus memastikan kondisi tuan mudanya agar dia bisa melaporkan dengan benar kondisi sang tuan mudanya kepada sang majikan.


"Sudah selesai, silakan kembali,"ujar sang perawat yang membantu kinerja sang dokter setelah memeriksa kondisi Kenzo.


Dion tampak sigap membantu tuan mudanya untuk turun dari tempat tidur pemeriksaan. Begitu pula dengan Aline yang ikut membantu Kenzo akan tetapi Kenzo meminta dia untuk tetap duduk di tempatnya saja.


"Aku tidak apa-apa kok,"ucap Kenzo setiap kali Aline ingin memapahnya berjalan. Karena Kenzo tidak ingin Aline merasa keberatan menopang tubuhnya.


"Makasih bang Dion,"ujar Kenzo kepada asisten pribadinya yang membantunya untuk duduk di depan praktek dokter.


"Jadi bagaimana dokter hasil pemeriksaannya?"tanya Aline yang memberanikan diri untuk bertanya.


Sang dokter tersenyum melihat ke arah keduanya.


"Hasilnya sudah lebih membaik dari sebelumnya. Saya akan memberikan beberapa obat untuk mempercepat proses penyembuhan. Nanti silakan datang kontrol kembali sesuai dengan jadwal yang sudah saya berikan,"ujar sang dokter.


Aline dan Kenzo merasa lega mendengarkan hasil pemeriksaan hari itu. Kenzo sendiri juga sudah tidak sabar untuk bisa berjalan dengan normal kembali. Dia cukup merasa tidak terbiasa dengan menggunakan tongkat saat berjalan.


Keduanya kini sedang menunggu Dion yang sedang menebus obat dan juga membayar biaya pengobatan. Aline duduk di samping Kenzo yang sedari tadi memandangi wajah Aline saja.


"Kamu ini kenapa?"tanya Aline yang merasa tidak biasa dipandangi seperti itu oleh Kenzo.


"Aku suka saja memandangimu, kenapa? tidak boleh?"tanya Kenzo sengaja menggoda Aline. Dia suka jika gadis itu merona akibat perkataannya.


"Apa-apaan sih kamu ini. Kamu bisa bilang biasa tetapi aku justru yang tidak biasa dipandangi terus-menerus seperti itu. Sepertinya ada yang aneh saja dengan wajahku,"ujar Aline cemberut ke arah Kenzo.


Namun, Kenzo justru mencubit gemas pipi Aline yang sedang cemberut kepadanya itu. Aline sendiri malah terkejut dengan apa yang Kenzo telah lakukan kepadanya.


"Apa-apaan kamu ini. Gila ya! Ini di tempat umum tahu!"ujar Aline kepada kenzo yang sudah sembarangan saja memegang-megang pipinya segala.


Alih-alih menjawab, justru Kenzo tertawa mendengar ucapan Aline yang menurut dia semakin lucu saja.


"Ini malah ketawa, kamu ini makin aneh saja ih,"ujar Aline melihat sikap Kenzo yang seperti itu kepadanya.


"Kamu tidak tahu ya kalau wajahmu yang cemberut itu justru tampak sangat lucu,"kata kenzo kembali. Aline yang mendengar ucapan Kenzo itu entah mengapa merasakan sesuatu yang lain.


"Lucu apanya? Memang aku badut apa?"ujar Aline.


"Memang aku bilang begitu? Aku bilang kamu lucu, menggemaskan dan juga sangat manis,"ujar Kenzo.


Aline yang mendengar ucapan Kenzo itupun merasakan sesuatu yang lain dalam dirinya. Entah mengapa debaran dadanya begitu kencang saat Kenzo menyebut dirinya sangat manis.


"Hilih, kamu ini aneh deh,"tangkis Aline terhadap pujian yang Kenzo berikan kepadanya. Aline sendiri segera memalingkan wajahnya karena dia merasa malu ditatap terus-menerus oleh Kenzo.


Astaga apa yang sedang terjadi dalam diriku? Kenapa aku berdebar-debar saat dia mengatakan hal itu?


...----------------...


...Terimakasih sudah setia menunggu setiap updatean nya. Salam cinta dari Author ❤️...