
Kenzo sudah merencanakan akan mengadakan sebuah pesta kecil untuk dirinya setelah dia lulus dari SMA. Dan baginya ini adalah sebagai bentuk syukur karena dia bisa menyelesaikan juga pendidikan sekolahnya. Kenzo juga ingin membahagiakan orang-orang terdekatnya yang selama ini sudah mensuport dia dalam belajar tentunya. Mereka sudah sabar menghadapi sikap dirinya yang terkenal bandel dan susah diatur tersebut.
"Wah, tampan banget anak mama neh,"ujar Monita yang melihat ke dalam kamar putranya. Kenzo tampak sudah siap dengan pakaiannya dan tampak sekali putra semata wayangnya itu ketampanannya.
Kenzo menoleh dan mendapati sang mama sudah berapa di dalam kamarnya. Kenzo yang malam itu mengenakan jas hitam, celana jeans dan juga kemeja berwarna putih. Penampilan Kenzo tampak begitu casual.
"Jelaslah ma, anak mama kapan sih tidak pernah tampan,"puji Kenzo membuat Monita, sang mama mencebikkan bibirnya.
"Sepertinya mama telah salah memujimu tadi,"ralat Monita merasa menyesal dengan ucapannya barusan.
Kenzo malah tertawa kecil mendengar gerutuan sang mama.
"Terimakasih atas pujiannya, mamaku sayang,"ucap Kenzo sambil memeluk sang mama dengan perasaan sayang. Monita membalas pelukan sang mamanya dengan sebuah usapan sayang di kepala sang putra tunggalnya.
"Sama-sama kesayangan mama,"ucap Monita dengan lembut.
"Ehem!"tiba-tiba sebuah suara membuat pelukan ibu dan anak itu menjadi merenggang Kenzo melihat sang ayah telah menatap keduanya dengan tatapan tajam. Monita yang melihat kelakuan sang suami hanya memutar bola matanya jengah.
"Apa-apaan ini, Kenzo lepaskan mamamu,"ujar Keanu dengan dingin. Kenzo yang tahu akan sifat pencemburu dari sang ayah segera mengangkat kedua tangannya dan menjaga jarak dengan sang mama.
"Papa, baru juga datang sudah membuat masalah saja,"gerutu Monita sambil menatap kesal kepada sang suami.
"Kamu ini, sayang. Suami baru datang bukannya disambut dengan pelukan hangat malah diomeli kayak begini,"ucap Keanu dengan nada merajuk. Monita yang mendengar hal itu hanya menatap Keanu dengan tatapan kesal.
Bisa-bisanya kamu mengatakan hal seperti itu di depan putramu, batin Monita dengan rasa sebal.
"Sayang, aku butuh kamu sekarang,"ucap Keanu kembali dengan nada yang begitu manja. Monita sudah mendelik kesal dengan ucapan manja Keanu di depan putra mereka. Sedangkan Kenzo berusaha mati-matian menahan tawanya dengan sikap kedua orang tuanya.
"Sayang, mama pergi dulu ya, tunggu kami dibawah, mama mau mengurus bayi tua itu dulu,"ucap Monita dengan raut wajah merona karena menahan malu di depan putranya.
"Iya, ma, siap,"ucap Kenzo dengan tersenyum.
"Cepetan ma,"rajuk Keanu kembali karena sang istri seakan tidak mau segera beranjak dari kamar putranya tersebut.
"Sabar deh, manja banget, ingat umur pa,"gerutu Monita kembali kepada sang suami. Monita melangkah mendekati sang suami yang sudah tidak sabar sedari tadi menunggu di depan pintu kamar Kenzo.
"Papa akan selalu manja kalau di depan mama,"ucap Keanu dengan wajah manisnya membuat Monita kesal dan tidak tahan untuk tidak mencubit kecil perut sang suami.
"Aauuww, sakit ma,"keluh Keanu atas cubitan yang diberikan oleh sang istri kepadanya.
"Aku akan siapkan air panas untukmu mandi,"kata Monita kepada sang suami.
Kenzo sendiri malah tertawa kecil melihat kelakuan kedua orangtuanya. Justru itulah keromantisan keduanya yang begitu disukai oleh Kenzo. Tampak jika kedua orangtuanya begitu saling mencintai.
"Hei, jagoan, selamat untuk kelulusan mu,"ucap sang ayah sambil mengacungkan jempolnya untuk putra semata wayangnya itu.
"Terimakasih pa,"ucap Kenzo sambil tersenyum.
"Papa akan bersiap-siap dulu,"ujar Keanu dan dijawab sebuah anggukan kecil oleh Kenzo. Keanu pun berlalu dari kamar putranya dan segera menyusul sang istri.
Kenzo menatap ke arah cermin dan melihat penampilannya malam ini. Dia mengeluarkan sebuah kotak kecil dari kantong saku jasnya.
Kenzo melihat benda berkilau yang ada di dalam kotak kecil itu. Kenzo tersenyum melihatnya dan membayangkan betapa cantiknya jika dia yang memakainya.
......................
Sedangkan itu di restoran milik Anita.
Aline tampak sibuk melihat persiapan untuk perayaan pesta kelulusan Kenzo. Meskipun acara itu dibuat sesederhana mungkin. Tetapi tetap saja Aline tidak ingin ada yang kurang nantinya.
Tamu undangan yang hadir dalam acara itu juga hanya orang-orang terdekat saja. Keluarga Darmawan memang ingin merayakannya dengan keluarga dan orang-orang terdekat mereka saja.
Aline tersenyum puas melihat bahwa semuanya telah siap. Sebuah pesta sederhana yang dilakukan di kebun belakang restoran mereka memang pilihan yang pas.
Anita melihat sang putri yang masih sibuk mengawasi persiapan untuk perayaan pesta kelulusan putra sahabat nya. Anita hanya geleng-geleng kepala saja. Dia tahu putrinya itu adalah orang yang bertanggung jawab dengan apa yang menjadi pekerjaannya.
Anita berjalan mendekati sang putri untuk mengingatkan bahwa sebentar lagi acara akan dimulai.
"Sayang,"usap Anita pada bahu sang putri.
"Eh, bunda,"ujar Aline yang membalikkan badannya dan melihat sang bunda sudah tampil cantik.
"Kamu bersiap-siap lah, sebentar lagi acara akan dimulai, bunda yang akan berada di sini,"ucap Anita agar sang putri segera bersiap-siap.
Aline melihat waktu di jam tangannya.
"Astaga, aku sampai lupa waktu Bun, makasih sudah bersedia menggantikan aku di sini,"ucap Aline kepada sang bunda.
"Iya, sudah sana,"kata Anita meminta agar putrinya segera pergi untuk bersiap-siap.
"Aku pamit dulu ya, Bun,"ucap Aline sambil berjalan meninggalkan sang bunda yang hanya geleng-geleng kepala melihat kelakuan putri bungsunya tersebut.
Tidak lama kemudian para tamu undangan sudah mulai berdatangan. Anita melihat kedatangan para kerabat dari keluarga Darmawan. Anita yang mengenal para kerabat dari sahabatnya itupun ikut membantu menyapa kedatangan mereka.
Keanu Darmawan, Monita dan juga Kenzo datang dengan dikawal oleh Dion dan beberapa orang kepercayaan mereka. Senyum mereka mereka tunjukkan saat melihat para sanak saudara mereka telah berada di sana.
Monita dan juga Anita segera berbaur dan berbincang-bincang dengan para tamu undangan.
Sedangkan Keanu, Aldo dan juga Dion berbincang dengan para kolega yang ikut diundang malam itu.
Setelah menerima banyak ucapan selamat dari para tamu undangan. Kenzo sedari tadi tampak tidak fokus karena dia tidak menemukan sosok yang dia cari sedari tadi. Kenzo mencoba melihat kesana-kemari tetapi sosok itu tidak dia lihat juga.
Kemana dia, batin Kenzo mulai gelisah. Kenzo ingin bertanya kepada Tante Anita tetapi mereka tampaknya sedang sibuk dengan para tamu undangan yang lain.
Apakah dia tidak datang dalam acaraku? Mustahil dia tidak hadir, gerutu Kenzo dalam hati.
Kenzo hendak membuka handphonenya saat bayangan seseorang muncul dan membuat beberapa orang terpana akan kehadirannya.
"Wah, cantik sekali,"puji beberapa tamu undangan yang hadir malam itu.
...****************...
...Terimakasih sudah setia menunggu setiap updatean nya. Salam cinta dari Author ❤️...