
Aline bergegas turun ke bawah melihat suara siapa yang terdengar ramai. Hari ini adalah hari Minggu, tentu kakak dan juga bunda Anita sedang berada di rumah. Rencananya hari ini mereka ingin bersantai di rumah dan memasak bersama.
"Masuklah, monita dan Kenzo, haduh nak, kamu rajin sekali mau mengantarkan mamamu ke sini,"ujar Anita melihat Kenzo yang mendekat padanya dan menjabat tangan Anita untuk salim. Monita tampak senang dengan perilaku putranya yang sopan seperti itu.
"Kebetulan saya tidak ada acara Tante,"jawab Kenzo.
"Ya, sejak sering bersama-sama dengan Aline tuh ya, nit, dia sudah banyak berubah. Itulah yang aku pernah bilang, bergaul dengan lingkungan yang baik jadinya juga akan baik, bukan begitu?"sindir monita kepada Kenzo.
"Bang Aldo ada Tante?"tanya Kenzo mengalihkan pertanyaan sang mama. Monita mendengar perkataan anaknya itu segera saja melengos.
"Ada di dalam, kamu masuk saja, dia lagi menata meja makan di belakang rumah,"ujar Anita kepada Kenzo.
"Saya permisi menemui bang Aldo dulu, Tante, ma,"pamit Kenzo segera bergegas menemui kakak Aline agar sang mama tidak memperpanjang permasalahan nya dulu.
"Hemmmm, anak itu selalu saja begitu,"ujar monita tampak kesal karena Kenzo jelas-jelas melarikan diri dari pertanyaan nya tadi. Anita hanya tersenyum melihat wajah sahabatnya yang kesal.
"Sudahlah, itu juga masa lalu, anak muda butuh pembelajaran, seperti kita tidak pernah muda saja,"ujar Anita menenangkan hati monita.
"Ya, itulah sebabnya aku mewanti-wanti dia dari awal agar tidak kebablasan,"sahut monita masih saja ngotot.
"Dia akan banyak belajar nantinya. Dan itu justru akan semakin mendewasakan dia dalam berpikir dan bersikap,"kata Anita.
"Tumben Keanu tidak ikut denganmu?"tanya Anita karena biasanya pasangan itu selalu bersama-sama.
"Dia sedang sibuk mengurus Sindi. Aku sudah berkali-kali bilang kepadanya. Tapi susah juga karena Keanu dan Sindi sama-sama keras kepala,"keluh Monita.
"Oh, masih juga dengan permasalahan yang sama, ya sudah ayo masuk, aku sudah menyiapkan resep masakan baru. Kamu pasti suka, Mon,"ajak Anita kepada monita untuk segera memasak bersama. Mereka kemarin memang sudah janjian untuk memasak bersama di rumah Anita. Monita ingin belajar beberapa resep masakan terbaru dari Anita.
"Mana Aline, nit, kok aku tidak melihat dia sejak masuk kemari?"tanya monita penasaran.
"Ada, dia masih mandi di kamar atas,"jawab Anita sambil menyiapkan bahan-bahan untuk mereka memasak. Mereka berdua kini sudah berada di dapur dan mengenakan celemek untuk memasak. Dengan bantuan seorang pembantu rumah tangga mereka mulai menyiapkan peralatan yang mereka butuhkan untuk mengolah bahan makanan tersebut.
"Selamat pagi Tante monita, selamat pagi juga bunda,"sapa Aline yang baru saja turun dari kamarnya.
"Eh, ini anak gadis baru turun, sini nak, ikutan memasak dengan Tante dan bunda kamu,"ajak monita dengan senang melihat kedatangan Aline.
"Iya, Tante, aku ambil celemek dulu,"ujar Aline lalu ikut bergabung dengan bunda dan mama dari Kenzo.
Mereka bertiga memasak bersama dengan kompak. Suasana di rumah keluarga Dirgantara itu begitu cukup ramai dibandingkan biasanya. Kedatangan Monita dan juga Kenzo telah meramaikan suasana di rumah tersebut.
Mereka akan mengadakan makan bersama secara terbuka di kebun belakang milik keluarga Dirgantara. Anita yang merencanakan hal itu karena hari ini adalah hari ulang tahunnya. Dia tidak ingin acara yang mewah dan pesta yang aneh-aneh. Dia hanya ingin merayakan ulang tahunnya dengan orang-orang terdekat dan juga disayanginya.
Tidak lama kemudian, beberapa masakan sudah matang. Aldo dan Kenzo yang sudah selesai menata meja makan pun datang ke dapur dan membantu Aline menata makanan di meja makan. Sedangkan monita membantu Anita menata masakan ke dalam piring-piring yang tersedia.
"Sini, aku bawakan,"ujar Kenzo saat melihat Aline keberatan membawa mangkuk berisi es campur yang baru saja dia buat. Monita yang melihat kedekatan Aline dan Kenzo tampak tersenyum senang. Andai saja sejak dulu Kenzo bisa dekat dengan Aline seperti ini.
"Aku datang!"tiba-tiba terdengar suara Keanu dari arah pintu depan. Kejutan dari Keanu membuat Anita dan monita yang hendak beranjak ke belakang rumah menjadi terkejut dibuatnya.
"Astaga, papa bikin terkejut saja!"pekik monita melihat sang suami yang muncul secara tiba-tiba.
"Maaf, jika aku mengejutkan kalian, aku belum terlambat datang bukan?"tanya keanu kepada keduanya.
"Kalau sampai terlambat tentu aku akan marah,"sahut monita membuat Anita yang ada di sampingnya tidak bisa menahan tawa melihat kelakukan kedua sahabat baiknya tersebut.
"Sudahlah, kalian berdua ini selalu saja ribut, ayo kita berkumpul bersama anak-anak di belakang,"ajak Anita sekalian melerai perdebatan yang terjadi diantara pasangan tersebut.
"Om sudah menyiapkan semua ya, sampai roti ulang tahun pun sudah siap,"ujar Aldo melihat kue ulang tahun yang dibawa oleh ayah Kenzo.
"Tentu saja, monita dan aku sudah menyiapkan ini, kami tidak akan melupakan ulang tahun sahabat kami sendiri, bukan begitu sayang,"ujar Keanu meminta pendapat sang istri.
"Tentu saja, sayang,"jawab monita dengan pasti. Memang sehari sebelumnya dia sudah memesan sebuah kue ulang tahun untuk dibawa ke rumah Anita.
"Baiklah bunda, sebelum meniup lilin nya, alangkah lebih baiknya bunda berdoa terlebih dahulu, buat permintaan,"ujar Aline dengan bersemangat. Kenzo yang sudah selesai menyalakan lilin di kue ulang tahun ikutan duduk di samping tempat duduk Aline.
"Baiklah, pertama-tama aku ucapkan terimakasih banyak untuk kedua sahabat baikku, Keanu dan monita, ketiga anakku, Aldo, Kenzo dan juga Aline, aku berharap kebersamaan kita ini akan terjalin selamanya. Semoga keluarga kita akan selalu dilimpahkan kebahagiaan, kesehatan dan keberkahan oleh Allah SWT, amin,"doa bunda Anita dan diaminkan oleh semua orang yang ada di ruang makan tersebut.
Bunda Anita meniup lilin ulang tahunnya dan semua yang ada di sana ikut bertepuk tangan bahagia. Dan tidak lupa beberapa kado yang telah disiapkan oleh Aldo dan juga Aline kepada sang bunda. Begitu juga monita sekeluarga juga menyiapkan sebuah hadiah untuk Anita.
Kebahagiaan terpancar dari raut wajah anggota kedua keluarga. Mereka menikmati hidangan makan bersama tersebut dalam suasana kekeluargaan yang hangat.
"Oya, besok ada undangan ke pesta pernikahan dari putri keluarga Pramono, siapa di keluarga Dirgantara yang akan hadir?"tanya monita ke arah Aldo dan juga Anita.
"Acaranya besok? Haduh, aku kok bisa lupa ya, besok aku ketemu klien,"ujar Anita panik.
"Aku besok juga tidak bisa bunda, aku ada janji dengan om Doni Aldriansyah,"jawab Aldo ketika sang bunda menoleh kepadanya.
"Sama, aku juga tidak bisa datang, ma, ada perjamuan dengan klien dari Jepang,"ujar Keanu kepada sang istri.
"Kamu bisa ditemani dengan Kenzo saja, Mon,"sahut Anita memberikan saran. Ucapan Anita tiba-tiba membuat monita mendapatkan sebuah ide cemerlang.
"Eh, kenapa tidak Aline dan Kenzo saja yang datang bersama. Aline mewakili keluarga Dirgantara dan Kenzo mewakili papa dan mama, bagus bukan ide mama, nak?"tanya monita meminta pendapat kedua anak muda yang duduk dihadapannya tersebut.
Aline seketika tersedak minumannya mendengar perkataan mama Kenzo.
"Tapi Tante..."
"Baiklah, besok kami yang datang ke pesta itu,"sahut Kenzo memotong pembicaraan Aline. Monita tampak senang mendengar jawaban dari putranya tersebut.
Tetapi berbeda dengan Aline yang tampak tidak suka karena Kenzo memutuskan sepihak saja.
"Tapi Kenzo, besok ada jadwal les..."
"Bisa ditunda keesokan harinya, lagipula cuma sebentar saja ke pesta, tidak butuh waktu lama juga,"kata Kenzo membuat Aline tidak bisa lagi membantah perkataannya.
"Ya, Lin, benar itu kamu saja yang datang, tidak enak dengan keluarga pak Pramono kalau keluarga kita tidak datang,"ujar bunda Anita meminta kesediaan Aline untuk memenuhi undangan keluarga Pramono tersebut.
"Benar kata bunda kamu Lin, kalian yang muda juga harus banyak mengenal orang, biar tidak hanya kami yang tua-tua saja yang ada di depan, bukan begitu pa,"kata monita.
"Benar juga, perkataan mama dan bunda kalian benar sekali,"dukung Keanu kepada istri dan juga sahabat baiknya.
"Baiklah, kalau begitu,"putus Aline dengan terpaksa. Dia tidak memiliki alasan untuk menolak permintaan dari mereka.
***
Iklan Author
Budayakan klik like setelah membaca novel di atas. Tuliskan komentar kalian sebanyak-banyaknya. Dan jika ingin promosi novel kalian silakan promosi di kolom komentar. Namun, jangan melakukan promosi itu di grub chat milik author ya. Mohon pengertiannya.
Terimakasih 😄