
Di sebuah restoran cukup terkenal di tengah kota tersebut. Tampak seorang gadis muda yang sedang sibuk di dapur restoran. Meskipun dia juga tidak sendiri di sana. Ada para chef yang juga sedang menyiapkan beberapa makanan pesanan para pelanggan. Sedangkan Aline sedang membuat makan siang untuk dirinya dan juga kekasihnya. Astaga, mengingat kata kekasih membuatnya menjadi merona seketika deh.
"Akhirnya, selesai juga tinggal nunggu, akh...."
Ucapan Aline tercekat ketika sepasang tangan kekar memeluknya dari belakang.
"Kamu!"ucap Aline sambil melihat ke sekelilingnya. Beberapa pegawai restoran tampak menundukkan kepalanya sambil menahan senyuman melihat pemandangan yang sedang mereka saksikan saat ini.
"Sedang memasak apa, sayang?"tanya Kenzo sambil menempelkan dagunya di bahu Aline yang terbuka. Karena hari ini Aline menggunakan baju yang sedikit membuka area leher jenjangnya yang putih mulus itu.
"Apa-apaan kamu ih, jangan seperti ini, dilihat yang lain,"ujar Aline yang meronta ingin dilepaskan oleh Kenzo.
Namun, bukannya melepaskan justru Kenzo semakin mengeratkan pelukannya di perut Aline. Membuat punggung Aline menempel sepenuhnya di dada bidang Kenzo.
"Kenzo, malu ih diliatin banyak orang neh,"bisik Aline kembali melihat sikap keras kepala Kenzo yang tidak mau melepaskannya.
"Diem nggak sih, sayang. Aku akan cium kamu di sini lho kalau kamu masih gerak-gerak mulu,"ancam kenzo kepada sang kekasih yang sukses membuat para koki dan pelayan di dapur itu seketika melengos menahan senyuman mereka yang siap tumpah melihat adegan live yang disuguhkan oleh anak majikannya dan juga sang kekasih.
Bisa dibayangkan semerah apa wajah Aline sekarang ya. Dia benar-benar harus menahan malu mendengar ucapan Kenzo yang membuat nya malu. Apalagi banyak orang yang berada di dapur saat ini.
"Udah ah, minggir aku mau siapkan makanannya dulu,"ujar Aline meminta Kenzo melepaskan dirinya lagi. Dia kali ini harus meletakkan masakannya ke dalam wadah dan membawanya ke ruangan tempat kerjanya.
Kalau tidak nanti sikap Kenzo akan semakin menjadi-jadi membuatnya semakin malu nantinya di mata para pekerja restoran bundanya.
"Sini, aku bantuin sayang,"ujar Kenzo sambil menggulung kemeja kerjanya. Aline melihat sekilas wajah Kenzo dan betapa tampannya kekasihnya itu sekarang. Dia yang dulu pertama dia kenal seperti pemuda berandalan sekarang justru berubah menjadi sosok yang begitu tampan juga berwibawa.
"Mengagumiku kah?"tanya Kenzo menggoda karena dia melihat kekasihnya yang sedari tadi curi-curi pandang ke arahnya.
"Ih, mana ada."
"Ada, aku tahu kalau aku ini tampan,"ujar Kenzo dengan tingkat pede sekelas dewa.
"Aish, kepedean,"ujar Aline sambil menceburkan bibirnya.
"Biarin, emang aku kan ganteng maksimal orangnya. Tapi kamu sayang juga kan,"ujar Kenzo dengan gelak tawanya. Aline justru memutar bola matanya jengah mendengar ucapan Kenzo barusan padanya.
...----------------...
Kini keduanya sedang asyik berada di ruangan kerja Aline. Kenzo tampak menikmati ketika sang kekasih menyendokkan nasi, lauk pauk ke dalam piringnya.
"Sayang, siapin aku ya?"pinta Kenzo tiba-tiba membuat Aline seketika menoleh ke arahnya dengan sorot mata tajamnya.
"Astaga sayang, masak begitu saja kamu nggak mau?"pinta Kenzo kembali dengan sorot mata memohon.
"Kamu ini kenapa tidak bisa makan sendiri. Kulihat kamu baik-baik saja deh,"sindir Aline.
"Ihh...sudah deh jangan mulai lagi,"ujar Aline sambil menepuk-nepuk punggung tangan Kenzo di perutnya.
"Kenzo!!!!"kali ini Aline kembali berteriak karena sikap Kenzo yang mulai mencium leher jenjangnya membuat dia kegelian.
"Kamu ini kenapa sih?"tanya Aline dengan sikap manja Kenzo ini.
"Kamu sih sengaja menggodaku dengan berpakaian seterbuka ini,"ujar Kenzo sambil masih memeluk Aline dengan erat.
"Astaga, kamu aja yang berpikiran mesum,"ujar Aline kesal karena sikap kekasihnya yang menggigit leher jenjangnya barusan. Sungguh kini rasanya panas di lehernya.
"Makannya lain kali jangan tunjukkan leher mulusmu itu kalau tidak mau menjadi santapan pembuka ku,"ujar Kenzo dengan terkekeh geli melihat wajah kesal Aline saat ini.
"Itu sih karena pikiran kamu yang mesum saja. Mana ada juga salah ku yang berpakaian,"ujar Aline tidak mau kalah.
"Ya adalah sayang, pakaianmu ini mengundang. pikiran yang macam-macam bagi seorang pria normal. Habis ini ganti baju ya,"titah Kenzo.
"Astaga!"
"Sudahlah, no debat sayang, atau kamu mau aku makan kamu di sini,"tantang Kenzo yang semakin mengeratkan pelukan di tubuh Aline.
"Astaga, iya-iya, nanti aku ganti baju,"ujar Aline mengalah kepada kekasihnya yang posesif itu.
"Makasih, sayang,"ujar Kenzo sambil mengusap kepala Aline dengan sayang.
"Kamu ini sebenarnya ke sini untuk makan siang atau mengoreksi diriku berpakaian sih?"gumam Aline dengan nada kesal.
"Dua-duanya,"sahut Kenzo dengan senyum manisnya.
"Sayang, suapi aku, aku harus segera balik ke kantor setelah jam makan siang. Atau kamu mau aku melakukan hal itu lagi, aku bisa bikin enak lho,"ujar Kenzo lagi yang masih menempel manja kepada Aline.
PLAK.
"Aw."
Sebuah pukulan mendarat cantik di kening Kenzo yang ditepuk oleh telapak tangan Aline.
"Dasar otak mesum!"
...****************...
...Terimakasih sudah setia menunggu setiap updatean nya. Salam cinta dari Author ❤️...