
"Aline,"sambut mama Kenzo dengan senang hati melihat kedatangan Aline sore itu di rumahnya.
"Sore Tante, kenzonya ada Tante?"tanya aline karena memang hari itu dia tidak ada jadwal untuk les bersama. Jadi Aline sengaja datang kesana khusus untuk menengok kenzo saja.
"Ada itu di kamarnya,"jawab monita dengan lembut.
"Ayo Lin, masuk,"ajak monita sambil menarik putri sahabatnya itu masuk ke dalam rumah nya.
"Kamu habis pulang kuliah ini?"tanya monita sambil melihat penampilan Aline.
"Dari restoran ini tadi, Tan, lalu mampir ke sini. Ini aline bawakan masakan dari restoran,"ujar Aline sambil memberikan rantang yang dia bawa untuk menaruh masakan yang dia buat tadi di restoran.
"Haduh, merepotkan Aline saja deh, sampai bawa makanan segala. Ini Aline yang masak sendiri?"tanya monita penasaran.
"Iya Tante,"jawab Aline malu-malu.
"Hmmm, udah cantik pinter masak pula. Wah, calon menantu idaman neh,"celetuk monita membuat Aline jadi semakin salah tingkah dibuatnya.
"Kedatangan Aline ke sini untuk menengok kondisi Kenzo. Aline dengar dari bunda semalam katanya Kenzo di begal di perjalanan pulang setelah mengantarku, benarkah itu Tan?"tanya Aline ingin tahu kronologi kejadian yang menimpa diri Kenzo.
"Ya, Kenzo bilang memang seperti itu, Lin. Cuma kaget benar Tante kemarin saat Kenzo pulang dengan sudut bibir yang memar. Aduh, berkelahi seperti apa anak itu semalam ya. Udah coba Tante datengin itu Sindi yang dokter pernah merawat Aline dulu itu ya kemari. Dasar Kenzo nya aja Lin, bilangnya nggak apa-apa. Mama jangan terlalu panik. Anak lelaki udah biasa melakukan beginian dan mendapatkan luka. Tetapi perasaan seorang ibu mah ya. Kan Tante khawatir juga melihat wajah ganteng anak Tante seperti itu jadinya. Entahlah si Kenzo itu mah ya, santai aja gitu Lin,"curhat mama Kenzo kepada Aline yang hanya mendengarkan dengan seksama ceritanya.
"Tapi menurut dokter Sindi apa ada luka yang serius dari Kenzo, Tante?"tanya Aline masih penasaran.
"Tidak ada sih, katanya anak itu fisiknya baik-baik saja. Mungkin luka di bibir itu kena tonjok duluan pas sebelum berkelahi. Haduh, serem aja Tante ini ya Lin, bayangin Kenzo berkelahi itu bikin Tante merinding saja,"ujar monita sambil bergidik ngeri.
"Boleh, Aline jenguk Kenzo, Tante?"tanya Aline meminta ijin untuk melihat diri Kenzo.
"Eh, boleh saja atuh Lin, kenapa juga tidak boleh. Kamu masuk saja ke kamarnya. Tadi kayaknya sedang santai aja dia di kamarnya. Tante mau nerusin masak dulu ini buat makan malam. Nanti kamu sekalian makan malam di sini saja ya,"ajak monita.
"Oh, terimakasih Tante. Asal Aline tidak merepotkan Tante saja,"jawab Aline.
"Tidak akan pernah merepotkan. Ya, sudah kamu ke kamar Kenzo saja. Ajak dia turun ke bawah. Sedari pulang sekolah sudah mengurung diri saja di dalam kamar,"kata mama Kenzo.
Aline naik ke lantai dua rumah tersebut. Tidak perlu ditanya di mana letak kamar Kenzo. Aline sudah tahu karena dia sering ke sana saat mengajar matematika pada Kenzo.
Aline mengetuk pintu kamar Kenzo terlebih dahulu.
"Kenzo..."panggil Aline untuk memastikan bahwa Kenzo ada di dalam kamarnya.
"Siapa?"tanya suara dari dalam.
"Ini Aline,"jawab Aline.
"Masuk saja, nggak dikunci,"jawab suara kenzo dari dalam kamarnya.
Aline membuka pintu kamar Kenzo. Dan begitu masuk betapa terkejutnya Aline melihat apa yang sedang dilakukan Kenzo di dalam kamarnya.
"Ah, maaf, kamu sedang sibuk ya?"tanya Aline karena merasa tidak enak melihat Kenzo sedang duduk di meja belajarnya dan mengerjakan sesuatu.
"Yang mana biar aku lihat dulu,"ujar Aline sambil menerima buku pemberian dari kenzo.
"Itu yang aku beli tanda lingkaran,"jawab Kenzo. Aline melihat dulu soal seperti apa yang Kenzo tidak kuasai. Lalu dia menjelaskan kepada Kenzo cara mengerjakan yang mudah menurut Aline.
Kenzo menyimak dengan seksama apa yang dijelaskan oleh Aline. Dia mendengarkan bagaimana cara mengerjakan soal-soal tersebut. Aline memberikan kesempatan kepada Kenzo untuk mengerjakannya sendiri dan dia akan mengoreksi kesalahan yang Kenzo lakukan.
"Terimakasih sudah banyak membantu,"kata kenzo setelah dia selesai mengerjakan soal-soal yang dia rasa sulit.
"Sama-sama,"jawab Aline dengan senyum mengembang. Ya, Aline bisa melihat ada yang memar di sudut bibir Kenzo.
"Oya, aku ke sini mau menjenguk kamu. Semalam katanya kamu dibegal preman, benarkah?"tanya Aline penasaran dan ingin tahu sendiri dari mulut kenzo.
Kenzo hanya diam saja dan tidak menjawab pertanyaan dari Aline. Kenzo sibuk merapikan dulu meja belajarnya. Dan memasukkan buku-buku yang sempat dia pinjam dari perpustakaan sekolahnya.
"Hubungan kamu dengan kekasihmu itu bagaimana?"tanya Kenzo balik kepada Aline. Pertanyaan Kenzo ini justru membuat Aline bingung. Kenapa dia yang tanya justru diberi pertanyaan yang lain.
"Kenapa kamu tanya tentang dia?"kembali Aline bertanya balik.
"Aku ingin tahu,"jawab Kenzo sambil menatap Aline.
"Emmm...kami baik-baik saja,"jawab Aline berbohong. Kenzo hanya tersenyum miris mendengar jawaban berbohong dari Aline. Kenzo tahu kalau tidak ada apa-apa mana mungkin vazo menyerang dia tempo hari.
"Tunggu, apa luka yang kamu dapatkan itu dari ulah vazo?"tanya Aline seketika. Dia jadi berpikir kenapa Kenzo bertanya tentang vazo dan dia langsung teringat bahwa vazo pernah ribut dengan kenzo di rumahnya.
Cukup pintar juga dia bisa menebak keadaan yang terjadi dari sebuah pertanyaan saja.
"Katamu hubungan kalian baik-baik saja. Kenapa juga vazo melakukan ini kepadaku kalau hubungan diantara kalian baik,"pernyataan Kenzo ini justru seperti jebakan bagi seorang Aline. Dia tahu Kenzo menggiring dia untuk jujur akan pertanyaan dia yang pertama tadi.
Aline menghela napas panjang. Dia tidak bisa berbohong kalau ingin jawaban yang jujur akan apa yang menimpa diri Kenzo.
"Baiklah, aku akan jujur padamu. Hubungan diantara kami tidak baik. Aku meminta vazo untuk saling introspeksi diri. Kami menjaga jarak untuk bisa saling merenungi keinginan masing-masing,"ujar Aline yang duduk di ranjang milik kenzo sambil menundukkan wajahnya.
Ternyata dugaan Kenzo tepat. Memang ada masalah diantara mereka berdua.
"Aku berkelahi dengan vazo malam itu. Dia mencegatku sepulang dari mengantarkanmu,"sebuah pernyataan jujur Kenzo yang tidak dia katakan kepada yang lain. Hanya Aline lah orang pertama yang tahu apa yang terjadi semalam dengan dirinya.
"Apa? Jadi itu...."Aline sungguh tidak menyangka bahwa vazo akan kembali berkelahi dengan Kenzo.
***
Iklan Author
Budayakan klik like setelah membaca novel di atas. Tuliskan komentar kalian sebanyak-banyaknya. Dan jika ingin promosi novel kalian silakan promosi di kolom komentar. Namun, jangan melakukan promosi itu di grub chat milik author ya. Mohon pengertiannya.
Terimakasih 😄