
Kenzo mencuri-curi pandang kepada Aline yang tampak asyik mengoreksi hasil pekerjaannya. Melihat wajah Aline yang tampak ceria membuat Kenzo tersenyum tanpa disadarinya. Sepertinya Kenzo sudah tahu jawaban apa yang akan Aline berikan kepadanya dengan dua puluh soal matematika yang Aline berikan.
"Bagus, Kenzo, selamat ya, semua jawaban kamu benar,"puji Aline sambil menyodorkan kertas jawaban soal latihan milik Kenzo. Tampak wajah bahagia yang aline tunjukkan kepada Kenzo. Aline bahagia karena usahanya tidak sia-sia selama ini.
"Benarkah?"tanya Kenzo tidak percaya dan mengambil kertas jawabannya tersebut dari tangan Aline. Kenzo melihat kembali kertas jawaban nya yang tidak ada coretan koreksi dari Aline.
"Selamat ya,"ucap Aline sambil menyodorkan tangannya mengajak Kenzo bersalaman karena kerjasama mereka selama ini telah berhasil. Kenzo bisa mengerjakan soal-soal matematika yang selama ini dia anggap sulit. Namun, Kenzo tidak segera menyambut uluran tangan Aline.
"Tepati janjimu,"ucap Kenzo kali ini dengan sorot matanya langsung menatap ke arah manik hitam mata Aline. Tatapannya itu membuat Aline terkejut dan merasa gugup. Baru kali ini cowok tengil itu menunjukkan pesonanya yang ternyata mampu membuat seseorang merasa gugup hanya dengan pandangan matanya yang tajam itu.
"Janji yang mana?"tanya Aline tidak mengerti arah ucapan Kenzo. Karena Aline merasa tidak pernah berjanji apapun kepada cowok tengil ini.
"Jangan pura-pura lupa saat waktunya ditagih seperti ini,"balas Kenzo dengan nada datarnya. Dia menatap Aline sambil bersedekap. Sedangkan Aline mulai berpikir, memangnya apa dan kapan dia pernah menjanjikan sesuatu kepada Kenzo.
"Kamu akan memberiku hadiah jika aku setiap kali berhasil mengerjakan soal darimu yang menurutku susah selama ini,"kata Kenzo mengingatkan kembali Aline.
"Eh, bukan begitu, aku pernah katakan jika kamu mendapatkan nilai ujian yang sempurna maka kamu boleh memilih sendiri apa yang kamu inginkan. Kok, kenapa jadi sekarang sudah minta hadiahnya, sih,"balas Aline tidak mau kalah.
"Itu syarat dariku,"ucap Kenzo sambil menarik tangan Aline dan membawanya keluar dari ruangan kamarnya.
"Eh, kita mau kemana, Kenzo,"kata Aline kaget dengan sikap mengejutkan dari Kenzo.
"Kamu ini mau apa, sih,"tanya Aline sambil tetap mengikuti kemana arah Kenzo membawanya. Sedangkan Kenzo hanya diam dan tetap memegang erat jemari tangan Aline.
"Dapur..."gumam Aline saat melihat Kenzo membawanya ke ruangan dapur. Apa yang dia inginkan?
"Aku ingin kamu masakin makan siang buat aku karena aku belum makan sedari tadi,"kata Kenzo dengan santainya. Sedangkan Aline tampak melotot mendengar perkataan Kenzo barusan. Yang benar saja, memang aku juru masak pribadi buatnya.
"Apa? Tunggu dulu, kamu kan bisa meminta pembantu kamu di rumah buat masakan kamu. Kenapa juga harus aku?"tanya Aline tidak mau seenaknya saja menerima perintah dari kenzo.
"Karena aku maunya makan masakan dari kamu,"ujar Kenzo membuat Aline terkejut.
"Maksud kamu?"tanya Aline seketika.
"Sudah jangan banyak bicara lagi, segera masak, tuan putri yang cantik. Penuhi janji kamu kemarin saat aku sakit, semua janjimu itu,"ujar kenzo menjadi ikut kesal lama-lama karena sikap Aline membuat Kenzo menjadi ingin meradang saja.
"Ya, udah, bawel ih,"gerutu Aline tetapi dia berangkat juga memasang celemek di tubuhnya dan mengambil beberapa bahan makanan di kulkas yang akan dia gunakan untuk membuatkan makanan.
Kenzo hanya tersenyum tipis melihat gelagat dari Aline. Gadis manis itu memang perlu dipaksa dulu baru mau dia nya. Kenzo sengaja melakukan hal ini karena dia ingin dekat dengan Aline. Kenzo merasa kasihan akan diri Aline tetapi dia tidak bisa berbuat banyak. Selain mendekatinya sekarang dengan harapan ketika Aline ada masalah, Aline masih mau berbicara dengan Kenzo.
Mungkin kamu nanti akan merasa sangat terluka jika kamu tahu kenyataan yang sebenarnya. Tetapi aku janji, aku akan di sisimu nantinya menemanimu di kala kesedihan itu datang menghampiri dirimu.
"Ini, sudah siap,"ujar Aline yang sudah berkutat hampir lima belas menit di dapur. Dia membuat nasi goreng seafood untuk Kenzo.
"Cicipi dulu ya,"kata Aline kembali sambil duduk di samping Kenzo yang sudah siap untuk mencicipi masakan buatannya.
Kenzo mengambil suapan pertamanya dan merasakan masakan yang dibuat oleh Aline barusan. Kenzo mengunyah nasi goreng seafood dengan perlahan. Sedangkan Aline tampaknya lebih penasaran dengan bagaimana rasa masakannya tersebut. Tetapi Kenzo tampaknya belum ingin berkomentar dan hanya fokus dengan memakan nasi goreng buatannya.
Kenzo sengaja melakukan itu agar Aline semakin penasaran akan jawaban darinya. Kenzo melihat wajah Aline yang tampak menunggu jawaban darinya setelah suapan pertama yang dilakukannya.
"Bagaimana?"tanya Aline yang sudah tidak sabar mendapatkan jawaban dari Kenzo.
"Ini, cicipi,"ujar Kenzo sambil menyodorkan sesuap nasi goreng ke arah Aline.
Aline justru tampak bingung dengan sikap Kenzo barusan. Kenzo justru menyodorkan sendok dengan nasi goreng untuk dicicipi oleh Aline. Karena takut dia berbuat sesuatu yang salah saat memasak. Aline pun menerima suapan Kenzo tersebut.
Kenzo tersenyum tipis melihat Aline yang bersedia dia suapi. Dia mudah sekali untuk dibuat penasaran rupanya, batin Kenzo.
"Enak kok,"jawab Aline setelah menelan makanannya. Kenzo justru tersenyum mendengar perkataan Aline barusan.
"Ya, memang enak, makasih ya,"kata Kenzo dan ucapan terima kasih Kenzo membuat Aline seketika tersenyum. Dia tidak menyangka bocah tengil ini bisa berkata seperti itu juga dengan tulus kepadanya.
Kenzo kembali melanjutkan menikmati makanannya. Dia sendiri memang sudah sangat lapar. Karena banyak yang dia kerjakan hari ini membuat dia tidak sempat makan siang.
"Kalau masih kurang, di belakang masih ada kok,"ujar Aline melihat Kenzo yang makan begitu lahap.
"Ambilkan lagi,"kata Kenzo sambil menyodorkan piringnya. Aline tersenyum melihat tingkah Kenzo tersebut.
"Baiklah,"jawabnya lalu mengambil piring itu dari tangan Kenzo dan beranjak kembali ke dapur untuk mengambilkan lagi nasi gorengnya.
Kenzo menunggu kedatangan Aline sambil minum segelas air putih yang ada di depannya. Tidak lama kemudian Aline sudah datang dengan nasi yang kembali penuh di piringnya. Tampak mata Kenzo berbinar-binar karena dia masih lapar.
Aline hanya tersenyum melihat Kenzo yang makan dengan lahap. Anak ini tampaknya kelaparan sekali.
"Eh, ada Aline di sini,"sebuah suara yang khas membuat keduanya menoleh.
"Tante monita, selamat sore,"ujar Aline sambil beranjak berdiri dari tempat duduknya.
"Selamat sore, sayang,"ujar monita sambil berjalan mendekati Aline. Mereka berdua berpelukan dan bercipika-cipika sebentar.
"Sedang apa kalian, nak?"tanya monita kepada Aline dan Kenzo.
"Makan, ma,"ujar Kenzo singkat membuat monita penasaran dengan apa yang dimakan oleh Kenzo. Sedangkan di depan Aline tidak ada piring sama sekali.
"Kok, kamu makan sendirian, Aline tidak diajak makan, kamu ini bagaimana sih, Kenzo,"ujar monita kesal melihat sikap anaknya.
"Ah, tidak apa, tante. Saya masih kenyang,"kata Aline dengan tersenyum.
"Aih, anak ini ya memang, kamu beli dimana nasi goreng itu, mama juga lapar, mama pesan saja buat kita semua,"ujar monita yang sudah bersiap dengan handphone nya untuk memesan makanan untuknya dan juga aline.
"Aline yang masak buat aku,"perkataan Kenzo sukses membuat monita terkejut dan menatap keduanya tidak percaya.
"Apa? Ulangi lagi?"tanya monita datar.
"Ini buatan Aline buat aku,"kata Kenzo dengan santainya dan melanjutkan memakan nasi goreng di hadapannya daripada sibuk dengan reaksi sang mama.
Monita hanya tersenyum senang mendengar perkataan putra semata wayangnya tersebut. Rupanya sudah ada kedekatan yang bagus diantara keduanya.
"Oh, ya sudah kalian lanjutkan saja, aku sepertinya butuh mandi dulu, gerah,"ujar monita mencari alasan untuk meninggalkan keduanya di ruang makan berdua saja.
"Tante permisi dulu ya, Lin,"ujar monita dengan senyum ramahnya kepada Aline.
"Iya, Tante,"jawab Aline dengan kalemnya. Monita tampak senang sekali dengan kedekatan keduanya. Semoga saja apa yang dia harapkan benar-benar menjadi kenyataan.
***
Iklan Author
Budayakan klik like setelah membaca novel di atas. Tuliskan komentar kalian sebanyak-banyaknya. Dan jika ingin promosi novel kalian silakan promosi di kolom komentar. Namun, jangan melakukan promosi itu di grub chat milik author ya. Mohon pengertiannya.
Terimakasih 😄