
Aline tampak bahagia mendengar kabar pagi ini. Dia bergegas menuju ke rumah sakit pagi-pagi karena semalam dia terpaksa tidur di rumah. Itu juga karena sebuah ancaman dari Kenzo yang membuat Aline mengurungkan niatnya untuk tidur di rumah sakit.
Flashback on
"Boleh saja, asal kamu mau tidur seranjang denganku malam ini,"ucap Kenzo dengan raut wajah jahilnya itu. Seketika Aline menjadi cukup takut juga menyadari dirinya hanya berduaan saja di ruangan itu dengan Kenzo.
"Heh! Pikiranmu bisa normal saja nggak sih!"ucap Aline tampak kesal dengan apa yang baru saja diucapkan oleh Kenzo tersebut.
"Habisnya kamu memaksaku jadi apa boleh kubuat. Begini-begini aku ini lelaki normal jadi daripada aku berpikiran yang aneh-aneh. Lebih baik kita jadikan kenyataan saja bukan,"ucap Kenzo sambil menyeringai ke arah Aline. Yang justru hal itu membuat Aline merinding dibuatnya.
"Dasar mesum! Baru juga sembuh pikirannya sudah ke sana Mulu. Ya sudah! Aku pulang! Puas!"ujar Aline sambil mengambil tas sampingnya yang mungil itu.
Kenzo akhirnya bisa tersenyum puas karena usahanya berhasil juga membuat Aline tidak menginap malam ini di rumah sakit.
"Baguslah, kalau kamu masih punya rasa waspada terhadapku. Kalau tidak, aku bisa menerkammu malam ini juga,"perkataan Kenzo semakin membuat Aline merasa jengah juga berlama-lama di sana.
"Aish, serah apa katamu!"kata Aline hendak pergi meninggalkan Kenzo.
Padahal niatan dia hanya untuk menjaga Kenzo akan tetapi cowok itu sendiri yang menolak dirinya. Aline juga tidak mau mempermalukan dirinya sendiri dengan memaksakan diri untuk menginap di rumah sakit. Dengan tujuan untuk menjaga Kenzo yang malam itu sedang sendirian di rumah sakit.
"Aline...."akan tetapi tiba-tiba tangan Aline ditahan oleh Kenzo.
"Sudah, aku mau pulang. Bukannya kamu ingin aku segera pergi dari sini!"ujar Aline masih terdengar nada kesal di setiap ucapannya. Kenzo tahu bahwa dia sudah cukup keterlaluan membuat Aline kesal terhadap dirinya.
"Maaf, aku bukannya mengusir kamu, tetapi aku tidak tega melihatmu tidur di sofa semalaman. Aku tidak mau kamu menjadi sakit karena aku,"ucapan Kenzo kali ini terdengar begitu serius membuat Aline menjadi terdiam seketika.
"Sudahlah, aku tahu maksudmu, aku pulang kalau begitu, kamu jaga kondisi,"kata Aline sambil melepaskan tangan Kenzo yang memegang lengannya.
Akan tetapi, Kenzo justru tidak mau melepaskan lengan Aline. Bahkan menarik lengan Aline sehingga membuat diri Aline jatuh ke pelukan Kenzo.
"Jangan marah, aku tidak suka melihatmu marah,"ujar Kenzo sambil memeluk tubuh Aline.
Dan Aline yang sadar bahwa dia sudah berada dipelukan cowok jahil itu seketika meronta minta agar Kenzo melepaskan dirinya. Namun, Kenzo malah masih saja berusaha menggoda Aline dengan tetap memaksa Aline untuk berada dalam pelukannya.
"Eh..maaf,"sebuah suara yang tiba-tiba masuk ke dalam ruangan rawat inap itu membuat keduanya melepaskan adegan yang baru saja diperbuatnya.
"Oh, bang Dion, masuk saja,"ujar Kenzo dengan nada yang biasa saja padahal baru saja Dion melihat adegan pelukan diantara mereka berdua.
"Kalau kalian masih mau mengobrol lanjutkan dulu saja,"ujar Dion merasa tidak enak karena seketika melihat wajah Aline yang menunduk dan tampak malu sudah ketangkap basah olehnya barusan. Kenzo sendiri hanya bisa menahan tawa melihat reaksi Aline yang seperti itu.
"Bang, bisa minta tolong antarkan Aline pulang?"ujar Kenzo kepada Dion.
"Bisa, mari non Aline, saya akan mengantarkan anda pulang,"ujar Dion dengan sikap yang ramah. Akan tetapi Aline menolak permintaan Kenzo tersebut.
"Kamu yakin?"tanya Kenzo kepada Aline.
"Kamu pikir aku ini anak kecil ya,"sungut Aline kepada kenzo.
"Ya, kan kamu emang terkadang seperti anak kecil,"ujar Kenzo kembali menggoda Aline.
"Kenzo...,"desis Aline dengan kesal karena ucapan Kenzo barusan. Dion yang melihat tingkah kedua anak remaja itu hanya bisa menahan tawanya saja.
"Ya sudah, biar bang dion mengantarkanmu sampai kamu benar-benar naik taksi dengan selamat,"kata Kenzo karena dia tidak tega juga membiarkan Aline sendirian.
"Ya, sudah aku pulang,"pamit Aline.
"Hati-hati,"kata Kenzo.
"He'em,"sahut Aline.
Dion mengikuti langkah Aline yang sudah berjalan keluar dari kamar rawat inap Kenzo. Sedangkan Kenzo bernapas lega malam ini tidak lagi menahan dirinya melihat gadis itu tertidur di sofa lagi. Kenzo bukannya tidak suka, tetapi takut dirinya tidak mampu menahan hasratnya saja. Astaga 😳😆
Flashback off
"Pagi ini Kenzo sudah diperbolehkan pulang?"tanya bunda Anita kepada Aline.
"Iya, bunda, pagi ini aku akan ke rumah sakit membantu Kenzo berkemas,"ujar Aline dengan penuh semangat.
"Hati-hati kamunya,"ujar sang bunda yang melihat putrinya begitu bersemangat.
"Iya, bunda,"sahut Aline.
"Salam bunda juga nantinya buat Kenzo ya,"pesan bunda Anita kembali.
"Siap, bunda,"jawab Aline.
"Kalau begitu, aku berangkat dulu ya bunda,"pamit Aline sambil mencium tangan sang bunda.
"Iya, sayang,"kata bunda Anita. Dan bunda Anita juga tampak bahagia melihat putrinya yang juga tampak gembira dan juga ceria pagi ini.
***
Mohon maaf sekali karena cerita ini bisa sampai lama baru di-update. Karena kesibukan saya kemarin-kemarin. Saya akan usahakan akan rajin update kembali. Terimakasih yang sudah setia menunggu updatean dari cerita ini.
Salam cinta dari author ❤️