
Kenzo merebahkan tubuhnya di kasur kesayangannya setelah selesai mandi. Seharian bersama dengan Aline di wahana bermain yang baru dibuka sungguh menyenangkan baginya.
Apalagi saat-saat mereka bisa saling berdekatan satu sama lain. Kenzo membuka galeri foto di handphone nya. Dia tadi mengambil beberapa foto Aline tanpa diketahui oleh sang pemilik foto itu sendiri.
Kenzo melihat foto Aline yang tampak manis saat tersenyum. Bahkan ada foto mereka berdua dengan posisi Aline yang tanpa sadar bersandar di lengan Kenzo. Kenzo menggunakan foto ini sebagai wallpaper handphone nya. Entah mengapa foto ini menjadi debaran yang berbeda dalam diri Kenzo.
Kenzo juga tersenyum melihat foto Aline yang menumpahkan sedikit es krim di bajunya. Tumpahan es krim itu membuat baju Aline tampak kotor karenanya. Kenzo jugalah yang pada akhirnya mengelap baju yang kotor itu dengan tisu meskipun pada awalnya Aline sempat menolak karena merasa malu.
Mereka berdua tampak seperti orang yang sedang berkencan di wahana bermain itu. Dan Kenzo sempat melihat raut wajah Aline memerah beberapa kali karena apa yang diperbuatnya. Kenzo menjadi tersenyum-senyum sendiri jika mengingat peristiwa tadi.
"Kenapa aku jadi seperti ini sih?"pikir Kenzo sambil kembali duduk di ranjangnya. Apa yang sedang terjadi kepada dirinya. Dia menjadi memikirkan Aline lebih banyak daripada sebelumnya.
"Apa aku mulai menyukainya?"tanya kenzo kepada dirinya sendiri. Tetapi kemudian dia menggelengkan kepalanya. Bagaimana dia bisa menyukai seseorang secepat ini. Namun bukti-bukti bahwa dia menyukai Aline memang sudah tampak.
"Haist, sudahlah,"ujar Kenzo sambil kembali merebahkan tubuhnya di kasur dan mencoba untuk tidur. Dia malas berpikir banyak. Kalaupun dia pada akhirnya menyukai Aline juga apa mau dikata.
**
Aline yang sedang bersantai di kamar tidurnya juga kembali teringat dengan percakapan antara dirinya, sang kakak dan juga sang bunda.
Aline yang baru saja datang sudah disambut oleh sang kakak, Aldo, yang tentu saja bertanya dari mana saja dirinya. Bahkan bunda Anita juga sempat berpikir Aline habis pergi kemana kok tidak mengajar les Kenzo.
"Lho, aku pergi dengan Kenzo ini tadi, bunda,"jawab Aline begitu mendengar apa yang ditanyakan sang bunda. Bahkan kekhawatiran dari Tante monita, mama kenzo pun menjadi perhatian dari Aline.
"Tante monita mengabari mama kalau Kenzo tidak berada di rumah. Biasanya kalian kan sudah belajar di rumah mereka. Jadinya monita panik mencari keberadaan Kenzo. Eh, tidak tahunya kalian pergi berdua?"tanya bunda Anita kepada sang putri bungsunya.
"Iya, bunda, Kenzo sengaja menjemput aku di restoran. Aku tidak tahu jika tujuan dia mendatangiku adalah menagih janjiku kepadanya kemarin,"kata Aline menjelaskan kepada sang bunda dan sang kakak.
"Memangnya kamu memiliki janji apa dek kepada Kenzo?"tanya Aldo penasaran akan janji sang adik.
"Begini kak, aku janji kalau Kenzo mendapatkan nilai sempurna dalam ujian matematika nya maka aku akan memenuhi satu permintaannya,"tutur Aline.
"Jadi Kenzo mendapatkan nilai bagus dalam ulangan matematika nya?"tanya bunda Anita kali ini. Aline mengangguk dengan pasti.
"Wahana permainan baru? Tunggu apa kamu diajak ke mall Center di daerah tengah kota?"tanya Aldo penasaran.
"Iya, kak, memang kenapa?"tanya balik Aline.
"Hmmm, pantas saja, kamu bisa bermain sepuasnya di sana jika Kenzo bersama mu,"ujar Aldo sambil tersenyum. Aline tidak mengerti dengan maksud sang kakak.
"Memang nya kenapa dengan Kenzo kak? Eh..maksudku apa hubungannya Kenzo dengan wahana permainan di sana? aku tidak mengerti dengan maksud kak Aldo barusan,"ucap Aline memperjelas maksud pembicaraannya.
"Iya, bunda juga tidak mengerti arah pembicaraan kamu, do,"sahut sang bunda menimpali perkataan Aline barusan.
Aldo kini sedang ditatap oleh dua orang wanita yang sama-sama menunggu jawaban dari pernyataan yang dibuatnya. Aldo pun menghela napas lalu menatap balik kedua wanita yang ada dihadapannya tersebut.
"Begini Bun, dek, wahana permainan itu adalah hasil karya dari Kenzo. Ya, Kenzo lah penggagas dari wahana permainan di mall Center itu. Mall itu kan milik dari om Keanu setelah memenangkan tender setahun yang lalu,"jelas Aldo.
"Oh, begitu, hebat juga ya anak itu,"puji bunda Anita.
"Ya memang kenzo itu hebat, hanya kelihatannya aja tidak serius anaknya. Tetapi dia memiliki otak yang brilian. Cuma masih sengaja disembunyikan saja oleh om Keanu,"ujar Aldo membanggakan diri kenzo.
"Kamu kenapa malah bengong, dek,"celetuk Aldo yang melihat Aline hanya terbengong saja setelah mendengar penjelasan darinya.
"Eh...itu kak, aku cuma tidak menyangka saja Kenzo bisa seperti itu,"kata Aline.
"Ya, makannya kita tidak bisa menilai seseorang hanya dari luarnya saja. Kenzo itu berbakat dan memiliki kemauan yang keras,"kata Aldo kembali membanggakan Kenzo.
"Ya, monita seharusnya bersyukur memiliki putra sehebat Kenzo,"sahut bunda Anita juga ikut bangga dengan kemampuan anak muda seperti Kenzo di usianya yang masih belia.
Hah, jadi Kenzo yang sudah menciptakan wahana permainan di sana. Pantas saja dia memiliki kartu limited edition di sana. Dia sungguh hebat ternyata. Tidak seperti yang aku pikirkan selama ini.
***
Iklan Author
Budayakan klik like setelah membaca dan tuliskan komentar kalian sebanyak-banyaknya.
Terimakasih 💞