Oh, My Young Man

Oh, My Young Man
Acara Kelulusan




Pagi itu di kediaman keluarga Kenzo, tampak sang mamak sedang sibuk mempersiapkan dirinya.


Kenzo sendiri sudah bersiap sedari tadi. Dia tampak rapi menggunakan jas berwarna hitam. Dengan sebuah kemeja berwarna putih dan celana kain dengan warna senada dengan jas yang dikenakannya.


Kenzo tampak menunggu sang mama yang sedari tadi belum juga muncul dari dalam kamarnya. Kenzo melirik jam tangan yang dikenakannya, kalau lama begini dandannya, apa nantinya dia nggak akan terlambat dalam acara kelulusan nya ini.


Kenzo melihat kembali ke arah kamar sang mama yang tetapi tidak ada tanda-tanda kemunculan sang mama. Astaga... ini sudah jam berapa? Kenapa mamanya belum juga selesai berdandan.


"Ma, sudah selesai belum?"tanya Kenzo yang sudah tidak sabar menunggu kehadiran mamanya tersebut. Kenzo pun akhirnya bersuara memanggil sang mama.


"Ma, nanti kita terlambat sampai di acara,"ujar Kenzo kembali karena tidak ada sahutan jawaban dari sang mama.


"Iya, sabar,"sahutan itupun akhirnya muncul dari sang mama. Kenzo hanya bisa menghela napas panjang karena diminta untuk menunggu kembali.


"Mama selalu lama deh kalau berdandan,"gerutu Kenzo yang juga masih tetap setia menunggu sang mama untuk keluar dari kamarnya.


"Kamu ini ya, sukanya menggerutu saja, kan mama masih juga dandan. Lagian kita juga belum terlambat datang ke sana kan,"kata mama Kenzo membela diri karena tidak mau disalahkan oleh putra tunggalnya itu.


"Tapi ini sudah jam berapa ma? Aku tidak mau datang terlambat ke acara kelulusan ku sendiri. Ini pengalaman sekali seumur hidup, ma,"ujar Kenzo kembali. Sang mama hanya bisa diam mendengar ucapan sang putra. Memang benar juga sih dia, ini adalah acara yang hanya bisa dirasakan sekali.


"Iya, iya, mama minta maaf, ya sudah ayo segera berangkat,"ujar sang mama sambil menggandeng lengan putra tunggalnya tersebut.


Kenzo pun terdiam dan mengikuti langkah sang mama menuju ke arah depan rumah mereka. Sebuah mobil sudah menunggu keduanya untuk masuk. Dengan seorang sopir pribadi dan Dion yang juga akan ikut mengantarkan kedua keluarga inti Darmawan tersebut.


Ketika akan masuk ke dalam mobil. Tiba-tiba saja handphone Kenzo berdering. Kenzo melihat sebuah nama yang tertera di layar handphonenya.


Aline.


"Halo."


(Kenzo, kamu ini apa-apaan, jam segini belum sampai juga di sini? Jadi nggak sih acaranya?)


Kenzo menjauhkan sedikit handphonenya dari telinga. Dia sudah tahu kalau Aline pasti akan kesal kepadanya karena dia sudah terlambat datang untuk menjemputnya.


"Maaf, Lin, sebentar lagi aku akan sampai di sana. Kamu tunggu dulu ya,"ujar Kenzo kemudian dengan segera dia mematikan sambungan teleponnya.


Tanpa menunggu jawaban terlebih dahulu dari Aline. Kenzo sudah bisa menduga kalau Aline pasti akan kesal dengan sikapnya ini. Tapi biarlah, kalau mereka kelamaan berdebat di handphone yang ada malah semakin memperlama saja kesampaiannya di rumah Aline.


"Siapa nak?"tanya Monita kepada sang putra.


"Aline, ma, aku lupa untuk menjemput dia, aku mengajaknya ke acara kelulusan ku ini,"ujar Kenzo kepada sang mama.


"Astaga, kamu kenapa bisa lupa sih,"tegur sang mama. Kenzo hanya menghela napas panjang. Salah satu penyebab Kenzo lupa menjemput Aline juga karena sang mama yang kelamaan berdandan. Namun, Kenzo lebih memilih diam dan tidak merespon teguran sang mama.


"Pak, mampir ke rumah Aline dulu ya, jemput dia,"ujar Kenzo kepada sopir pribadi keluarganya tersebut.


"Baik, tuan muda,"sahut sang sopir dengan patuh.


Kenzo dan Monita kini sudah duduk bersebelahan di dalam mobil. Kendaraan beroda empat itu kini telah meninggalkan halaman rumah mereka menuju ke kediaman keluarga Dirgantara menjemput putri bungsu dari keluarga Dirgantara tersebut.


...****************...


...Terimakasih sudah setia menunggu setiap updatean nya. Salam cinta dari Author ❤️...