
Kenzo mengendarai motornya dan kembali pulang ke rumahnya. Namun, tiba-tiba sebuah mobil menghadang perjalanan Kenzo. Karena ulah pengendara mobil itu membuat Kenzo mengerem mendadak laju motornya.
"Turun kamu!"ucap vazo dengan nada marah. Kenzo melepaskan helm nya. Dia tahu siapa lelaki yang ada di hadapannya ini. Bukankah dia Vazo, lelaki yang mengaku sebagai kekasih Aline beberapa waktu yang lalu.
"Apa maumu?"tanya Kenzo tanpa rasa takut sedikitpun. Dia menatap vazo dengan sorot mata yang tajam. Kenzo tau lelaki itu hendak berbuat yang tidak baik kepadanya.
"Dasar bocah ingusan, masih berani kamu tanya padaku. Jauhi Aline, jangan mendekati dia. Aline itu kekasihku!"teriak vazo di depan Kenzo. Namun, itu tidak membuat seorang Kenzo takut sedikitpun dengan gertakan seorang pria seperti vazo.
"Kenapa aku harus menjauhi Aline? Terserah aku ingin mendekati dia kapanpun,"jawab Kenzo dengan cuek dan acuh tak acuh. Jawaban Kenzo sontak membuat vazo kesal seketika. Bocah ingusan ini benar-benar berani menantang dirinya.
"Dasar anak ingusan, tidak pernah diajari sopan santun kamu rupanya ya. Terima ini!"
Bug
Vazo seketika memukul wajah Kenzo secara tiba-tiba. Pukulan vazo membuat Kenzo terhuyung ke belakang karena pukulan itu tidak dia sangka akan dilayangkan oleh kekasih Aline tersebut.
Kenzo tidak mau diam begitu saja melihat dirinya di hantam oleh lelaki dihadapannya ini. Kenzo segera membalas perlakukan vazo kepadanya. Apa lelaki itu pikir dirinya tidak berani kepadanya.
Vazo dan Kenzo pun berkelahi satu sama lain. Mereka saling baku hantam. Dan yang tidak disangka oleh vazo adalah anak ingusan seperti Kenzo pun bisa berkelahi dengan baik. Bahkan dia yang rutin berlatih pun masih bisa dilawan olehnya.
Sial!Bocah ingusan ini pandai juga bela diri. Aku hampir kewalahan dibuatnya.
**
Kenzo memarkir motornya di garasi rumahnya yang mewah. Dia memegang sudut bibirnya yang sakit akibat tonjokan dari vazo.
Rupanya membengkak ini bekas tonjokan lelaki gila itu.
Kenzo berjalan masuk ke dalam rumahnya.
"Ah, kamu sudah pulang, nak. Sini duduk dulu dengan kami,"ajak sang mama. Kenzo sudah meringis mendengar panggilan sang mama kepadanya. Kalau mamanya tahu bekas luka diwajahnya pasti dia akan ribut sepanjang malam.
"Kenzo, cepat kesini. Kenapa kami diam saja berdiri di depan pintu,"panggil monita kepada putra semata wayangnya itu.
Kenzo segera berjalan mendekat ke ruang tamu tempat mama dan papanya duduk bercengkrama. Kenzo mencoba menutupi wajahnya yang tampak bekas luka akibat ditonjok oleh vazo.
"Kenzo! kenapa dengan wajahmu, nak?"teriak monita melihat memar yang ada di sudut bibir putra tunggal nya itu. Monita segera menghampiri Kenzo dan melihat luka memar yang ada di sudut bibir anaknya.
Keanu pun ikut melihat apa yang terjadi dengan putranya saat mendengar teriakan sang istri yang panik.
"Apa yang terjadi dengan mu, nak?"tanya monita begitu melihat luka itu seperti luka bekas tonjokan. Keanu juga menunggu jawaban dari Kenzo karena dia melihat itu luka bekas perkelahian.
"Itu...ada preman tadi mencegatku, mau begal motor kayaknya,"ujar Kenzo memberikan alasannya. Keanu pun menerima penjelasan dari putranya tersebut.
"Lain kali bawa mobil saja, biar diantarkan oleh Dion,"kata Keanu memberikan solusi untuk permasalahan yang baru saja dialami oleh Kenzo.
"Iya lho, nak, kalau kamu kenapa-napa bagaimana? Biar ada Dion yang menjaga kamu. Apalagi kamu antar-jemput Aline segala kalau ada apa-apa dengan kalian bagaimana? Haduh, Kenzo, mama ambilkan obat dulu,"ujar monita kemudian beranjak ke dapur untuk mengambil kompresan.
Keanu melihat sorot mata Kenzo yang tampak menyembunyikan sesuatu. Keanu tahu putranya sedang merahasiakan sesuatu tentang lukanya itu. Namun, Keanu ingin bertanya sendiri kepada putranya secara langsung tanpa ada monita. Nanti bisa ramai kalau istrinya itu tahu.
Keanu hanya diam saja melihat sang istri tampak serius mengobati luka putra semata wayangnya itu. Keanu tahu itu bukan perbuatan preman yang sebagai mau merampok motor Kenzo.
**
"Apa, bunda! Kenzo diserang preman semalam?"tanya Aline tidak percaya mendengar cerita sang bunda pagi itu di meja makan.
"Iya, monita yang bilang semalam di WA. Sepulang dari mengantarkanmu itu di jalan dia dicegat oleh preman dan mereka menyerang Kenzo,"ujar bunda Maya.
"Lalu keadaan Kenzo bagaimana?"tanya kakak Aline, Aldo. Sebenarnya Aline juga hendak bertanya pertanyaan yang sama tetapi keburu ditanyakan oleh sang kakak. Aline juga penasaran dengan kondisi Kenzo saat ini.
"Kenzo tidak apa-apa, cuma ada bekas tonjokan di sudut bibirnya. Kenzo bisa bela diri kata monita jadi tidak ada luka macam-macam,"ujar bunda Anita kepada kedua anaknya. Aline tampak bernapas lega mendengar keadaan Kenzo. Dia senang karena tidak terjadi hal-hal yang serius dengan diri Kenzo.
"Kalau kamu ada waktu nanti jenguklah Kenzo di rumahnya, Lin,"kata bunda Anita kepada putrinya.
"Iya, Lin. Bagaimanapun dia terluka juga setelah mengantarkan kamu kemarin malam itu,"lanjut kakaknya.
"Iya, bunda, kakak, nanti aku akan ke sana melihat kondisi Kenzo setelah pulang kuliah,"sahut Aline. Dia juga berencana menjenguk meskipun tidak diminta oleh bunda dan kakaknya.
"Untunglah Kenzo bisa bela diri kalau tidak bisa babak belur dia kalau dikeroyok banyak preman. Lagipula sekarang preman semakin merajalela saja,"kata Aldo merasa kasihan dengan kejadian yang menimpa Kenzo.
"Ya, itu juga yang membuat monita menjadi resah. Dia tidak mengijinkan Kenzo mengantarkan Aline sendirian. Dia harus membawa penjaganya ikut serta,"jawab Anita. Aldo mengangguk sepakat dengan apa yang disarankan oleh mama Kenzo itu.
"Benar juga itu, Bun, lagipula putra Om Keanu juga cuma Kenzo seorang,"kata Aldo.
"Bukan cuma karena itu saja, tetapi karena monita juga memikirkan keselamatan Aline dan juga Kenzo kalau sampai mengalami kejadian yang serupa. Monita tidak ingin Aline juga ikut kenapa-kenapa,"sahut bunda Anita sambil menatap ke arah Aline.
"Tante monita tampaknya sayang banget dengan adikku yang manis ini, ya,"ledek Aldo sambil melirik ke arah Aline.
"Apaan sih kakak, bercandaannya tidak lucu deh,"sahut Aline dengan wajah jutek nya.
" Siapa tau nanti bisa menjadi calon menantu idaman Tante monita, dek,"ujar Aldo semakin menjadi-jadi membuat Aline tampak kesal saja.
"Kakak!"
"Kalian berdua makan yang benar! Kita ini berada di ruang makan bukan di hutan!"ujar bunda Anita dengan tegas menengahi pertengkaran yang hampir saja terjadi diantara kedua anaknya.
Aldo hanya terkekeh melihat reaksi Aline yang tampak menahan amarahnya karena terlanjur ditegur duluan oleh sang bunda.
***
Iklan Author
Selamat Menunaikan Ibadah Puasa. Semoga amalan ibadah kita di terima.
Budayakan klik tombol like dan tuliskan komentar kalian sebanyak-banyaknya. Karena komentar kalian adalah penyemangat bagi author.
Terimakasih 😄