Oh, My Young Man

Oh, My Young Man
Ngambek Tidak Jelas



Kenzo juga melihat beberapa foto yang terpajang di ruangan Aline. Kenzo melihat masih ada foto lelaki yang bernama vazo itu di sana. Dan juga foto Aline bersama dengan seorang wanita yang Kenzo tidak kenal.


"Dia itu sahabatku, namanya Sisil,"ucap Aline saat Kenzo melihat-lihat fotonya dan juga sahabatnya.


"Masih sayang dengan mantan ya,"ujar Kenzo saat kembali duduk di sofa dengan wajah datarnya. Aline cukup terkejut dengan perkataan kenzo kepadanya.


"Maksudmu apa Ken?"tanya Aline memperjelas maksud ucapan Kenzo. Namun, Kenzo hanya menatapnya sekilas lalu dia mengalihkan pandangannya ke arah lain.


"Tidak ada apa-apa, lupakan,"jawabnya datar. Aline mengerti sekarang apa yang terjadi.


"Aku sama vazo balikan lagi,"jawaban Aline sudah bisa ditebak oleh Kenzo. Kalau masih memajang foto mantan berarti ya masih sayang. Kemungkinan memang mereka berdua tidak jadi berpisah. Kenzo hanya mengangguk saja mendengar jawaban Aline. Lagipula siapa juga dia mengomentari kehidupan pribadi Aline. Diantara mereka juga tidak ada hubungan spesial bukan. Aline hanya anak teman baik kedua orang tuanya yang dimintai tolong mama Kenzo untuk membantu Kenzo dalam pelajaran yang dia kurang kuasai. Itu saja bukan? Hanya sebatas hubungan guru privat dengan anak les nya. Mana ada hubungan spesial diantara mereka?


Kenapa memikirkan ini saja membuat Kenzo menjadi agak meradang dibuatnya. Dia orang pelayan restoran membawakan menu masakan yang tadi sudah dipesan oleh Aline. Tetapi, melihat masakan tersebut membuat Kenzo menjadi tidak nafsu makan lagi. Entah kemana perginya rasa lapar yang menghinggapi nya tadi.


"Bungkus saja makanan nya,"ujar Kenzo kepada Aline saat makanan itu baru saja disajikan oleh pelayan restoran milik bunda Aline.


"Apa?"Aline mengulangi pendengaran nya akan ucapan Kenzo barusan.


"Bungkus saja, aku tidak lapar,"jawab Kenzo dengan santainya. Aline menatap Kenzo dengan tatapan bingung.


Bukannya tadi juga bilang lapar, sekarang tidak lapar lagi, dasar anak satu ini, membuat orang kesal saja.


"Mbak, minta tolong yang itu bungkus saja ya,"ujar Aline kepada pelayan yang mengantarkan makanannya tadi. Untung saja kedua pelayan tersebut masih ada di sana saat Kenzo berkata dia ingin makanannya di bungkus.


"Kamu yakin tidak ingin makan?"tanya Aline ulang dan Kenzo hanya menjawabnya dengan sebuah gelengan kepala.


"Ya, sudah kalau begitu, aku makan dulu ya, aku lapar sekali soalnya,"jawab Aline jujur karena sepulang kuliah dia sudah harus berkutat dengan pekerjaannya di restoran. Belum lagi habis ini mengajari Kenzo di rumahnya dengan les privat matematika. Nanti pulang ke rumah masih harus merevisi skripsi yang tadi habis dicorat-coret oleh dosen pembimbingnya.


"Ya, aku tunggu di bawah saja,"jawab Kenzo sambil berjalan keluar begitu saja tanpa meminta izin kepada Aline atau menoleh ke arah Aline.


Melihat gelagat Kenzo membuat Aline menjadi bingung sendiri.


"Anak itu kenapa moodnya naik turun tidak jelas begitu, sih,"gerutu Aline saat Kenzo pergi meninggalkan kantornya. Aline yang semula sangat lapar menjadi tidak bisa menikmati makanan yang ada di depannya.


Aline pun hanya makan sedikit untuk mengganjal perutnya saja. Dia buru-buru turun ke bawah untuk menemui Kenzo. Bagaimana pun dia tidak enak membiarkan Kenzo menunggunya terlalu lama.


Aline bergegas menuju ke mobil Kenzo setelah mengambil bungkusan makanan yang tadi sedang disiapkan oleh para pelayannya. Aline masuk ke mobil mewah Kenzo dan menyodorkan bungkusan makanannya tadi. Kenzo menerima bingkisan tersebut dan menyerahkannya asisten pribadinya yang duduk di bangku depan sebelah sopir.


"Itu, buat bang Dion dan Pak Parjo,"ujar kendzo samb menyerahkan bungkusan makanan yang diberikan oleh Aline barusan.


"Oh, terimakasih tuan muda,"jawab Dion dengan menerima makanan tersebut. Aline hanya diam saja memperhatikan apa yang baru saja Kenzo lakukan.


Kalau dia tidak makan karena ingin memberikan makanan tersebut untuk asisten dan sopir pribadinya kenapa tidak bilang saja dari tadi. Aku kan bisa menyiapkan satu makanan lagi untuknya.


Aline? Kenapa dia mengirimiku pesan segala?


Kenzo membalas pesan yang dituliskan Aline. Kenzo menoleh ke arah Aline sebentar lalu menuliskan jawaban yang menurutnya tepat untuk dia berikan kepada Aline.


Aline:


kenapa makanannya diberikan kepada asisten dan sopirmu? Kenapa tidak bilang dari tadi kalau kamu ingin memberikan makanan itu untuk mereka? kalau tahu begitu aku akan menyiapkan satu masakan untukmu


Kenzo:


Siapkan saja nanti di rumah untukku


Aline:


Hei... Hei... Hei... aku bukan pembantu mu


Kenzo:


Nasi goreng pagi tadi enak juga. Buatkan satu itu untukku selesai les


Aline membelalakkan matanya saat membaca pesan yang dituliskan Kenzo kepadanya. Dasar anak bengal satu itu! Malah aku yang kena kerjain sama dia, batin Aline meradang.


Kenzo hanya melirik Aline dengan menahan senyumannya. Dia tahu pasti Aline akan kesal setelah membaca pesan darinya.


***


Iklan Author


Apakah Aline akan menuruti keinginan Kenzo?


Ikuti terus kelanjutan ceritanya.


Setelah membaca, klik tombol like dan tuliskan komentar kalian sebanyak-banyaknya.


Kenakan sih kak author mintanya banyak Mulu?


Iya karena komentar kalian akan memberikan semangat bagi author untuk menuliskan kelanjutan ceritanya.


Oke👩


Terimakasih 😄