Oh, My Young Man

Oh, My Young Man
Kebohongan yang Terkuak



"Sindi!"Monita memanggil nama adik iparnya sambil melambaikan tangannya. Dokter Sindi yang melihat kakak iparnya seketika tersenyum. Dia sudah tidak tahan untuk tidak cerita kepada saudara iparnya tersebut.


"Kamar ipar, apa kabar?"tanya dokter Sindi sambil memeluk monita dengan erat.


"Baik, tumben ngajak makan siang di luar neh, ada apa?"tanya monita karena setahu dia Sindi pasti sedang ada masalah kalau sikapnya seperti ini.


Ya, monita adalah kakak ipar sekaligus teman curhat yang asyik buat seorang dokter Sindi. Karena sejak kecil dia sudah ditinggal pergi oleh sang bunda. Jadi dia sudah menjadi anak yatim sejak usia 9 tahun.


Keanu, kakak dari dokter Sindi sendiri saat ditinggal oleh sang bunda sudah berusia 16 tahun. Meskipun monita memiliki usia lebih tua dari sang kakak, Keanu, tetapi sikap dan sifat monita yang begitu menyayangi Sindi, membuat Sindi menjadi mencintai kakak iparnya tersebut.


Monita sendiri adalah putri tunggal seorang pengusaha yang kata raya. Pantas saja dia begitu banyak bergelimang harta sejak kecil. Meskipun dia kaya raya, tetapi monita tidak pernah sombong. Dia justru seseorang yang baik hati dan juga penyayang. Justru karena sikapnya inilah, dokter Sindi menjadi lebih dekat dengan monita daripada kakaknya sendiri, Keanu.


"Aku suntuk, kak,"ujar dokter Sindi sambil memanyunkan bibirnya. Monita menjadi ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi.


"Memangnya ada apa, sih, sin, cerita dong,"tutur monita.


"Suami kakak tuh, main jodoh-jodohin aku segala,"keluh dokter Sindi masih tampak kesal. Ya, sudah bukan rahasia lagi kalau Keanu selalu ribut masalah usia adiknya yang tidak lagi muda. Karena itulah Keanu selalu berusaha mengenalkan adiknya tersebut kepada lelaki yang menurut Keanu baik-baik.


"Kakakmu itu melakukan itu karena menyayangimu, sin,"ujar monita menasehati dokter Sindi yang memang agak keras kepala tersebut.


"Tetapi ya nggak begini juga kali kak, aku hampir setiap Minggu lho disuruh kenalan sama ini sama itu, aku kan bosen, capek juga, belum tentu juga aku cocok sama mereka,"kata dokter Sindi mengeluhkan kondisi yang dia alami. Monita hanya tersenyum setiap kali mendengar curhatan dokter Sindi yang seperti ini. Karena curhatan dokter Sindi masalah perjodohan nya bukan hanya sekali atau dua kali dia menceritakan nya tetapi sudah puluhan kali.


"Ya, kamu juga ditunggu-tunggu belum ada juga calonnya. Kakakmu khawatir dengan semakin bertambahnya usiamu, sin. Kakakmu itu tidak bermaksud buruk, dia hanya mencemaskanmu. Bagaimana pun juga kamu adalah saudara satu-satunya yang dia miliki. Jadi jangan tersinggung dengan sikap kakakmu,"nasehat monita dengan nada yang halus dan penuh keibuan.


Itulah yang membuat keluarga Keanu mau menerima monita sebagai bagian dari keluarganya. Terutama dokter Sindi, dia yang paling kukuh mempertahankan hubungan antara monita dan juga keanu kala itu. Karena Sindi menyukai monita yang apa adanya dan tidak pernah semena-mena meskipun monita berasal dari keluarga yang kaya raya.


"Ya, aku tahu itu, kak, cuma ya aku kan manusia biasa juga bukan malaikat, aku bisa merasa sebal juga,"gerutu dokter Sindi masih dengan tampang juteknya.


"Ya, sudah, kalau kamu tidak suka dengan lelaki yang dikenalkan kakakmu, ya tolak saja, tetapi ingat, tolak dengan baik-baik, jangan asal ngomong saja. Kamu juga sudah dewasa, tentu tahu apa maksud kakakmu ini kan,"ujar monita dengan senyuman manisnya.


"Ya, aku tahu kok, kak. Jadi lebih nyaman perasaan ku kalau habis bicara dengan kakak. Daripada bicara dengan kak Keanu, bawaannya pengen emosi saja,"ujar dokter Sindi mengeluarkan unek-uneknya. Monita tertawa mendengar apa yang dikatakan oleh adik iparnya tersebut.


"Kalau keanu mendengar ini, dia bisa marah padamu,"kata monita dan ucapan itu disambut tawa oleh dokter Sindi. Memang kakak iparnya selalu bisa mengembalikan perasaannya kembali senang.


"Oya, kak, apa kabar Kenzo?"tanya dokter Sindi sambil meminum jus jeruk pesanannya yang baru saja datang.


"Baik saja, ya aku sering kepikiran kalau dia diam-diam melakukan balapan di luar sana. Syukurlah dia sekarang sudah tidak berteman lagi dengan temannya yang dulu itu. Pusing aku memikirkan nya,"keluh monita kali ini.


"Cewek yang mana?"monita sungguh terkejut saat adik iparnya bilang bahwa Kenzo sudah memiliki pacar? Siapa? kok dia sebagai mamanya tidak tahu apa-apa.


"Oh, kakak tidak tahu ya? Itu cewek cantik namanya Aline,"jawab dokter Sindi dengan santainya.


"Apa!!!"


"Kak, pelankan suaramu, tidak enak di dengar banyak orang,"ucap dokter Sindi dengan berbisik pelan ke arah kakak iparnya. Monita segera menutup mulutnya dan dia menatap tidak percaya ke arah adik iparnya. Kenzo dan Aline pacaran? Sungguhan? Kenapa dia lagi-lagi tidak tahu tentang kedekatan mereka berdua.


"Kenzo dan Aline pacaran?"gumam monita masih tidak percaya. Apakah ini adalah jawaban dari doa-doanya selama ini? Kalau memang benar adanya maka dia sungguh sangat senang. Dia memang memimpikan bisa berbesanan dengan Anita, sahabat baiknya.


"Kenapa kakak terkejut begitu sih? Memang ada yang salah dengan hubungan mereka?"tanya dokter Sindi penasaran akan sikap heboh kakak iparnya setelah mendengar perkataannya.


"Justru aku senang sekali jika mereka memang benar pacaran, sin. Aline itu putri dari sahabat baikku, Anita Dirgantara. Pengusaha wanita terkenal itu lho. Dan juga aku senang sekali jika mereka bisa sampai menikah nantinya. Aline gadis yang baik dan juga ramah. Dari keluarga baik-baik pula. Eh, ngomong-ngomong darimana kamu tahu kalau mereka pacaran?"kali ini monita baru sadar darimana adik iparnya tahu informasi ini lebih dulu daripada dirinya.


"Oh, itu karena Kenzo mengantar Aline ke rumah sakit. Aline mengalami luka saat itu..."


"Apa!!!!"lagi-lagi monita kembali berteriak saking terkejutnya.


"Kakak...ipar!!"geram dokter Sindi melihat tingkah kakak iparnya kali ini yang membuat orang di tempat itu penasaran akan apa yang mereka bicarakan sehingga menghebohkan seperti itu.


"Iya...iya...maaf,"kata monita sambil melihat ke sekitarnya. Iya memang beberapa orang melihat ke arah mereka yang heboh sendiri sedari tadi.


"Mereka datang ke klinikku dan Aline mengalami memar di punggungnya. Kupikir itu seperti bekas pukulan begitu, sih. Tapi saat kutanya Aline hanya menjawab bahwa dia tidak sengaja terjatuh. Mereka sepertinya menyembunyikan sesuatu. Kenzo juga buru-buru membawanya pergi. Aline juga tampaknya berbohong kepadaku untuk melindungi Kenzo. Makannya aku kira mereka ada hubungan spesial. Kalau tidak kenapa mereka saling melindungi satu sama lain. Bahkan Kenzo yang cuek saja bisa seperhatian itu kepadanya,"terang dokter Sindi. Monita hanya mengangguk-angguk kan kepalanya mendengar cerita dari adik iparnya.


"Sepertinya aku harus bertanya langsung kepada Kenzo,"kata monita dengan yakin. Dia penasaran dengan apa yang terjadi kepada Aline.


***


Iklan Author


Selamat Menunaikan Ibadah Puasa. Semoga amalan ibadah kita di terima.


Budayakan klik tombol like dan tuliskan komentar kalian sebanyak-banyaknya. Karena komentar kalian adalah penyemangat bagi author.


Terimakasih 😄