
"Lho kamu kok tumben membawa motor?"tanya Aline melihat Kenzo yang datang menjemputnya dengan menggunakan motor sport miliknya.
Kenzo sudah menunggunya di depan restoran milik bunda Aline. Bergegas Aline keluar dari ruangan kerjanya setelah mendapatkan pesan singkat dari kenzo bahwa dia sudah sampai di depan restorannya.
"Biasanya kan kamu kemana-mana selalu diantar kak dion,"lanjut Aline masih bingung melihat Kenzo yang tidak bersama-sama dengan orang kepercayaannya.
"Memangnya kenapa kalau aku datang sendiri. Kelihatan aneh apa ya?"tanya balik Kenzo yang hanya mendapatkan tanggapan decakan oleh Aline. Selalu saja menjawab dengan nada jutek atau terkadang dinginnya itu.
"Kamu ini ya, ditanya malah balik tanya. Ya, sudahlah, mana helmnya?"pinta Aline karena malas berdebat dengan Kenzo namun anak itu justu diam saja tidak memberikan helm yang dibawanya kepada Aline. Dan hal ini membuat Aline menjadi merasa aneh. Tidak biasanya Kenzo seperti itu kepadanya.
"Ada apa lagi, sih?"tanya Aline.
"Hari ini aku mau ajak kamu jalan,"kata Kenzo. Aline justru bingung dengan maksud pernyataan Kenzo barusan.
"Apa? Kamu bilang mau belajar bersama?"tanya Aline memperjelas perkataan Kenzo tadi pagi kepadanya.
Pagi-pagi anak itu sudah menghubungi dirinya dan mengajaknya untuk belajar bersama dan Aline sudah mempersiapkan beberapa soal untuk Kenzo. Namun, sekarang Kenzo justru membatalkan janji tersebut dan justru ingin mengajaknya jalan. Bagaimana maksudnya sih, nih, anak?
"Ya, tetapi aku berubah pikiran karena ini,"kata Kenzo sambil menyodorkan sebuah kertas kepada Aline.
"Apa ini, kenzo?"tanya Aline sambil menerima kertas pemberian Kenzo. Sedangkan Kenzo lagi-lagi tidak menjawab pertanyaan Aline sehingga membuat diri Aline menjadi penasaran dibuatnya.
Aline membuka kertas tersebut dan sungguh Aline tidak menyangka bahwa itu sebuah kertas ulangan. Dengan sebuah tulisan di pojok kanan atas yang terdiri dari tiga angka. Aline menatap Kenzo tidak percaya.
"Ini beneran?"tanya Aline masih tidak percaya dengan apa yang baru saja dia lihat.
"Jelas saja beneran, masak bohongan?"kata Kenzo dengan nada juteknya. Aline begitu senang melihat hasil ulangan Kenzo tersebut.
"Ah, maaf, aku hanya terlalu bahagia melihat hasil ini. Selamat ya,"ucap Aline sambil menepuk lengan kenzo dengan senyum sumringah nya. Kenzo ikutan tersenyum melihat kebahagiaan di wajah Aline.
"Kita mau kemana?"tanya Aline sambil menggunakan helm yang diberikan oleh Kenzo barusan.
"Jalan-jalan, refreshing otak,"sahut Kenzo.
"Tapi waktu belajar kamu nanti bagaimana?"tanya Aline kembali. Dia tidak enak jika nanti bertemu dengan orang tua Kenzo bagaimana dia akan menjawabnya.
"Tenang saja, nanti itu urusanku. Aku sekarang mau kamu tepati janjimu yang waktu itu. Kalau aku mendapat nilai sempurna di ulangan. Maka kamu akan menuruti permintaan ku, bukan?"tanya Kenzo. Ternyata anak itu masih ingat saja apa yang Aline pernah janjikan kepada dirinya.
"I...iya...sih, tapi..."
"Sudah jangan banyak tapi, sekarang kita jalan,"putus Kenzo.
Aline hanya diam saja mendengar perkataan dari kenzo. Karena dia sendiri yang sudah berjanji ya mau bagaimana lagi.
Kenzo menyalakan mesin motornya. Aline sudah bersiap-siap dengan memegang ujung jaket Kenzo. Namun, tangan Kenzo justru menarik kedua tangan Aline dan merangkulkan kedua tangan Aline tersebut di pinggangnya.
"Kenzo,"pekik aline karena tindakan Kenzo barusan.
"Sudah, jangan protes,"sahut Kenzo dengan dinginnya. Aline pun terdiam dibuatnya. Aline akhirnya menurut saja daripada dirinya celaka. Kenzo kan memang seperti itu sudah wataknya. Kalau tidak dituruti nanti bisa ugal-ugalan dia mengendarai motornya.
***
Iklan Author
Budayakan klik like dan tuliskan komentar kalian sebanyak-banyaknya di kolom komentar di tiap part/episode dalam novel. Dukung terus author dengan pemberian vote.
Terimakasih 😄