
"Kenzo kamu mau apa?"tanya Aline dengan jantung berdebar-debar melihat kelakukan Kenzo itu.
Namun, Kenzo justru tidak menjawab apa-apa.
Kenzo membawa Aline ke dalam kamarnya. Tidak hanya itu saja dia juga menutup pintu kamar Aline dan juga menguncinya. Melihat tindakan Kenzo membuat Aline justru takut.
"Kenzo, apa yang kamu lakukan?"pekik Aline merasa takut. Karena mereka hanya berduaan saja di dalam kamar Aline.
"Buka kancing kemejamu,"perintah Kenzo dengan tatapan tajamnya ke arah Aline.
"Apa!"Aline membelalakkan matanya mendengar ucapan Kenzo barusan.
"Aku yang buka atau kamu buka sendiri,"kata Kenzo lagi.
"Tidak!"jawab Aline dengan cepat. Dia menyilang kan kedua tangannya di depan dada.
"Aku tidak mau!"tegas Aline seketika membuat Kenzo meradang.
"Aku ini mau mengobati lukamu itu. Cepat sini buka!"perintah Kenzo kembali. Namun Aline bersikeras tidak mau. Bagaimana bisa dia membuka tubuhnya di depan anak bengal ini. Itu tidak akan mungkin dilakukan Aline kalau dia ingin menjaga harga dirinya. Apalagi Kenzo adalah muridnya selama ini. Oh...tidak!
"Ok, kalau tidak mau, aku bisa lakukan sendiri,"ujar Kenzo nekad dengan menarik kemeja Aline dan hendak mengangkatnya ke atas. Aline seketika berteriak karena kekuatan Kenzo begitu besar dan dia tidak bisa melawan diri Kenzo.
"Aku yang lakukan atau kamu yang buka,"paksa Kenzo membuat Aline tidak memiliki pilihan yang lain.
"Atau kamu mau aku melakukan hal lain, menciummu misalnya,"kata Kenzo dengan seringai nakalnya. Dengan tubuh mereka yang saling berdekatan seperti ini membuat Aline seperti tidak bisa bernapas saja.
"Cukup,"Aline akhirnya menyerah.
"Lepaskan dulu tanganku, aku akan buka sendiri saja,"ujar Aline dengan tatapan tidak sukanya. Sementara Kenzo tersenyum menyeringai mendengar apa yang dikatakan oleh Aline.
Kenzo melepaskan tangan Aline dan menunggu Aline membuka kancing teratas dari kemejanya. Aline menurunkan sedikit bajunya agar bagian punggung atasnya yang terluka tampak oleh Kenzo.
Kenzo melihat tangan Aline agak gemetar saat dia menurunkan sedikit kemejanya. Sepetinya dia belum pernah disentuh oleh seorang pria, batin Kenzo.
Aline meringis kesakitan saat awal tangan Kenzo menyentuh lukanya. Meskipun dia menahan sakit itu, namun tampak jelas di mata Kenzo bahwa Aline menahan kesakitan di tubuhnya itu.
Kenzo mengusap perlahan-lahan luka di tubuh Aline tersebut. Dia tidak ingin sampai melukai Aline untuk kedua kalinya.
"Masih sakit?"tanya Kenzo kali ini dengan sangat lembut. Aline pun tidak percaya lelaki yang dikenalnya begitu urakan bisa berkata-kata yang lembut juga.
"Kalau masih sakit, aku akan tanya ke Tante Sindi, salep yang lebih bagus lagi dari yang ini,"kata Kenzo sambil menarik ke atas kembali kemeja Aline. Sekilas Aline cukup terkejut dengan apa yang dilakukan Kenzo kepadanya. Namun, begitu tahu kalau Kenzo menutup kembali tubuhnya membuat Aline seketika mengancingkan kembali kancing kemejanya.
"Tidak, rasanya agak enakan Kok, terasa dingin di kulitku,"ujar Aline sambil berdiri dari ranjang. Kenzo melihat Aline tampak canggung berduaan saja dengannya di kamar.
"Bisakah kita keluar sekarang?"pinta Aline kepada Kenzo. Melihat Aline yang gugup saat berada di dekatnya membuat Kenzo menyetujui untuk keluar dari kamar Aline.
Tetapi ketika mereka baru membuka pintu kamar mereka dikejutkan dengan sosok pembantu rumah tangga di rumah Aline yang sedang berdiri di depan pintu kamar Aline. Sepetinya dia hendak mengetuk pintu saat pintu dibuka.
"Ah, maaf non Aline, ada tamu di bawah yang ingin bertemu dengan non Aline,"ujar bik inem, pembantu yang sudah lama bekerja di rumah Aline.
"Siapa bik?"tanya Aline penasaran, soalnya dia merasa tidak memiliki janji dengan siapapun.
"Namanya Vazo, non,"ujar bik inem kepada Aline yang seketika membuat Aline terkejut. Tumben vazo mau datang ke rumah Aline segala. Biasanya dia enggan datang ke rumahnya. Ada apa?
Kenzo melihat dengan seksama perubahan raut wajah Aline saat disebutkan oleh bik inem siapa nama tamu yang datang.
***
Iklan Author
Setelah membaca, klik like dan kirim komentar kalian sebanyak-banyaknya.
Terimakasih 😁