Oh, My Young Man

Oh, My Young Man
Jalan Berasa Kencan



Kenzo menyalakan mesin motornya. Aline naik ke atas motor kenzo dan sudah bersiap-siap dengan memegang ujung jaket Kenzo. Kenzo yang menunggu pegangan dari Aline tetapi tak kunjung juga tiba. Kenzo sadar jika Aline masih saja enggan untuk berpegangan kepadanya. Tidak menunggu lama, tangan Kenzo langsung menarik kedua tangan Aline dan merangkulkan kedua tangan Aline tersebut di pinggangnya.


"Kenzo,"pekik aline karena tindakan Kenzo barusan. Kenzo tahu pasti Aline bakalan terkejut dengan perbuatannya. Tetapi Kenzo tidak mau tahu sudah karena Aline berulangkali diberitahu juga masih saja membandel.


"Sudah, jangan protes,"sahut Kenzo dengan dinginnya. Aline pun terdiam dibuatnya. Aline akhirnya menurut saja daripada dirinya celaka. Kenzo kan memang seperti itu sudah wataknya. Kalau tidak dituruti nanti bisa ugal-ugalan dia mengendarai motornya.


Nasib sudah aku menerima tawaran sebagai guru privatnya. Ada saja yang bocah ini lakukan kepadaku.


Kenzo melajukan motornya ke tempat yang dia ingin tuju tanpa sepengetahuan dari Aline. Sedangkan Aline merangkul pinggang Kenzo karena kalau tidak nanti Kenzo bisa saja semaunya dalam berkendara.


Tidak butuh lama mereka berboncengan menembus jalanan di perkotaan. Sampailah mereka di sebuah mall terbesar di kota tersebut. Kenzo memarkirkan sepeda motor sport miliknya.


"Kita mau apa di sini?"tanya Aline penasaran dengan kemauan dari Kenzo.


"Bermain sepuasnya,"jawab Kenzo singkat.


"Bermain? di dalam mall?"Aline semakin bingung saja dengan maksud Kenzo.


"Sudahlah, ayo masuk,"ajak Kenzo sambil menggenggam jemari tangan kanan dari Aline dan menariknya masuk ke dalam mall.


Setelah masuk ke dalamnya, barulah Aline ngeh dengan maksud dari Kenzo. Ternyata di mall sedang ada acara perdana pembukaan sebuah wahana permainan. Apakah yang Kenzo maksud adalah permainan di dalam sana?


"Ayo, kita ke sana,"tunjuk Kenzo ke wahana permainan yang baru buka tersebut. Aline hanya ber-oh ria saja dan menurut di ajak Kenzo kesana. Entah dari mana bocah itu sudah mendapatkan kartu untuk mencoba semua permainan di sana. Bahkan Kenzo mendapatkan dua kartu VIP. Aline tidak menyangka bagaimana bisa Kenzo memperolehnya.


"Ayo kita bermain sepuasnya,"ajak Kenzo dengan senyum bahagianya. Aline pun ikut senang melihat keceriaan tampak di wajah Kenzo.


Mereka berdua pun mencoba berbagai macam permainan. Dan bahkan beberapa permainan mereka adu kekuataan siapa yang lebih jago. Aline cukup bahagia bermain bersama dengan kenzo. Ternyata Kenzo tidak sebengal yang Aline pikirkan selama ini. Anak itu juga memiliki sisi yang manis juga dan seru diajak jalan.



Aline melihat sebuah permainan yang cukup mengasyikkan karena ada seorang anak kecil bisa mendapatkan sebuah boneka untuk saudara perempuannya.


"Kamu mau?"tanya Kenzo karena sedari tadi melihat kemana arah tatapan Aline. Mendengar tawaran Kenzo tersebut membuat Aline seketika menganggukkan kepalanya setuju dengan penawaran dari Kenzo.


"Baiklah,"Kenzo pun bergegas berada di depan permainan tersebut. Kenzo berusaha mengambil hadiah yang ada di sana. Aline tampak senang karena Kenzo bisa memainkan permainan tersebut dengan baik. Aline memberikan semangat kepada Kenzo agar bisa mendapatkan boneka yang dia inginkan.


"Ayo, kenzo, sedikit lagi,"ujar Aline senang melihat usaha Kenzo sedikit lagi akan berhasil. Tinggal selangkah lagi dan....


"Ah, akhirnya...."ucap Kenzo lega.


"Hore...."Aline tersenyum bahagia bahkan tanpa sadar meloncat-loncat seperti anak kecil sambil bertepuk tangan melihat keberhasilan Kenzo mendapatkan boneka yang dia inginkan.


"Ini buat kamu,"kata Kenzo sambil memberikan boneka **** berwarna pink hanb dia dapatkan.


"Terimakasih,"ucap Aline senang. Kenzo sempat mengusap perlahan puncak kepala Aline karena gemas dengan tingkah Aline barusan. Ternyata gadis ini memiliki sisi yang manis juga selain tampang juteknya itu, batin Kenzo.


"Ayo, sekarang kamu yang coba sendiri,"ajak Kenzo dengan menarik tangan Aline.


"Eh, aku tidak bisa, Ken,"ujar Aline menolak ajakan Kenzo tersebut.


Akan tetapi setelah beberapa kali mencoba, Aline selalu gagal menggerakkan alat permainan tersebut.



"Tuh, kan apa aku bilang, lepas terus,"keluh Aline merasa putus asa dan menyerah dengan permainan tersebut. Tapi tiba-tiba Kenzo memeluk Aline dari belakang dan membantu menggerakkan tangan Aline yang ada di tombol permainan untuk menggerakkan penjapit boneka.


"Ayo, ikuti aku,"ujar Kenzo.


"Eh, tapi, sudah banyak koin yang kubeli,"kata Aline merasa tidak enak setelah banyak kegagalan yang dia buat.


"Sudah jangan pikirkan hal itu,"sahut kenzo dengan masih mendekap tubuh Aline dari belakang. Meskipun kartu yang dimiliki Aline juga merupakan sebuah kartu VIP tetap saja membuat Aline merasa tidak enak. Tetapi Kenzo seakan tidak peduli akan hal tersebut.


Entah mengapa tiba-tiba detak jantung Aline berdetak begitu cepat karena kedekatan mereka saat itu. Bahkan Aline tidak berani menoleh ke samping karena dia dengan jelas bisa merasakan hembusan napas Kenzo tepat menerpa kulit pipinya.


"Ayo, Lin, kamu sudah dapat,"pekik Kenzo dan Aline ternyata tidak sadar bahwa penjapitnya sudah menarik sebuah boneka kembali.


"Akh, bagaimana ini?"tanya Aline dengan panik.


"Kamu diam saja, aku akan membantumu,"ujar Kenzo berusaha mendapatkan boneka yang sudah terjapit tersebut. Aline merasa deg-degan dibuatnya. Dia hanya pasrah mengikuti gerakan tangan dari Kenzo. Dan pluk! Boneka tersebut masuk ke dalam lubang.


"Hore....."Aline berteriak kegirangan karena dia berhasil mendapatkan boneka yang dia inginkan. Tanpa sadar Aline memeluk tubuh Kenzo saking bahagianya.


"Eh..."Aline bergegas melepaskan pelukannya setelah sadar kalau mereka sedang berada di tengah-tengah keramaian. Kenzo yang melihat Aline tampak salah tingkah segera berpura-pura tidak melihatnya.


"Ini, bonekanya,"ujar kenzo setelah mengambil boneka yang sudah keluar dari mesin permainan tersebut. Aline menerima boneka monyet itu dari tangan Kenzo.


"Terimakasih,"jawab Aline sambil menundukkan kepalanya. Dia tampak malu telah bersikap seperti tadi.


"Sudah, ayo kita menuju ke permainan yang selanjutnya,"ajak Kenzo dengan merangkulkan tangan kanannya ke bahu Aline. Kenzo pun mengajak Aline berpindah tempat agar Aline tidak merasa malu lagi.


"Kita masih mau kemana, ken?"tanya aline mengikuti langkah Kenzo.


"Sudahlah, ikuti aku saja, kamu pasti akan bahagia,"ucap Kenzo sambil mengerlingkan sebelah matanya centil. Hal itu sontak membuat Aline tersenyum dibuatnya. Karena tindakan Kenzo itu sungguh lucu buat Aline.


Dari kejauhan tampak seorang gadis muda sedang mengepalkan tangannya menahan rasa geram karena melihat kemesraan dari Kenzo dan juga Aline.


"Dasar tante-tante penggoda. Sudah tua masih belum juga sadar umur,"geram Leni melihat kedekatan Kenzo dan juga Aline.


***


Iklan Author


Budayakan klik like dan tuliskan komentar kalian sebanyak-banyaknya di kolom komentar di tiap part/episode dalam novel. Dukung terus author dengan pemberian vote.


Terimakasih 😄