Oh, My Young Man

Oh, My Young Man
Bertemu Geng Musuh



"Heh! Lin! Aline!"panggil Kenzo sambil mengibas-kibaskan tangannya di depan wajah Aline.


"Hah, eh...kamu,"ujar Aline yang telah tersadar dari lamunannya. Rupanya dia melamun sampai tidak menyadari jika Kenzo sudah berada di restorannya.


"Lho, Kenzo, kapan kamu masuk?"tanya Aline yang masih tampak bingung dengan keberadaan Kenzo.


"Bagaimana kamu bisa tahu, jika kamu sendiri sibuk melamun seperti tadi,"sahut Kenzo sambil meletakkan tas sekolahnya di sofa yang ada di ruangan kerja Aline.


"Oh, maaf, ini sudah jam berapa kok kamu sudah datang?"tanya Aline sambil melihat jam dindingnya.


"Memangnya kenapa? aku bosan bolak balik rumah, jadi sekalian saja,"sahut kenzo sambil duduk di sofa. Dengan baju seragamnya yang tidak tertata rapi. Aline hanya bisa berdecak melihat kelakuan Kenzo tersebut.


"Kamu bisa tidak sih memakai seragam sekolah yang benar gitu,"ujar Aline setelah melihat penampilan Kenzo yang berantakan. Dengan baju seragamnya yang berada di luar. Tidak dimasukkan rapi ke dalam.



Kenzo sendiri hanya cuek saja menanggapi reaksi Aline dengan penampilan dirinya. KenI justru berjalan mendekati Aline yang sedang duduk di kursi kerjanya.


Kenzo mencodongkan tubuhnya dan menatap wajah Aline dengan jarak yang dekat. Aline yang bingung dengan apa yang akan dilakukan Kenzo hanya menatap lelaki itu dengan raut wajah yang cukup lucu. Kenzo pun berusaha menahan tawanya melihat respon Aline kepadanya.


"Kamu mau apa Kenzo?"tanya Aline dengan raut wajah takut. Kenzo justru tersenyum melihat respon Aline itu.


"Aku ingin kamu tahu dengan jelas kalau aku tetap tampan meskipun penampilanku berantakan,"perkataan Kenzo ini sukses membuat Aline memajukan bibirnya karena kenarsisan Kenzo yang menurutnya berlebihan tersebut.


"Dasar narsis!"gerutu Aline dengan raut wajah nya yang ditekuk. Aline pun mendorong tubuh Kenzo untuk menjauh dari dirinya.


"Sana, jauh-jauh kamu dari aku,"ujar Aline mendorong-dorong tubuh Kenzo yang justru tertawa saja dianya diperlakukan Aline seperti itu.


"Kenapa? Takut terpesona denganku, ya,"goda Kenzo dengan kenarsisannya membuat Aline pengen menjitak saja kepala kenzo itu.


"Haduh, tolonglah sadarkan dia dari kenarsisannya yang berlebihan ini,"doa Aline merasa kesal dengan kelakuan Kenzo barusan. Sedangkan Kenzo jusru hanya tertawa saja melihat sikap Aline yang tampak kesal dengan dirinya.


Pertengkaran keduanya terhenti karena ada pelayan yang tadi bertemu dengan Kenzo di bawah sedang mengantarkan minuman untuk Kenzo.


"Terimakasih, mbak,"ujar Kenzo kepada si pelayan.


"Sama-sama, mas, mari mbak Aline,"pamit si pelayan itu kemudian meninggalkan ruangan kerja Aline.


"Kamu nyebelin tau,"ucap Aline dengan bersungut kepada diri kenzo. Aline masih saja melanjutkan kekesalannya kepada Kenzo.


"Habisnya kamu juga melamun saja kerjanya. Sampai ada orang masuk saja tidak dengar kamunya,"kata Kenzo menjelaskan kenapa dia mengusili diri Aline barusan.


"Aku sedang banyak pikiran,"sahut aline sambil meletakkan kembali pigura foto dirinya dengan Sisil yang terletak di atas meja kerjanya tersebut. Kenzo melirik pigura foto yang baru saja Aline letakkan tersebut.


"Ada masalah ya? Aku bisa menjadi tempat berbagi cerita,"ujar Kenzo sambil kembali duduk di sofa yang ada di ruangan Aline.


Namun, Aline sedang belum ingin bercerita apa-apa. Karena Aline sendiri belum menemukan kebenaran yang seutuhnya dari apa yang dia lihat di kampus.


"Baiklah, kalau kamu sudah yakin, aku akan siap untukmu,"jawab Kenzo. Dan Aline sungguh tidak menyangka jika cowok yang awalnya dia kenal tampak berandalan dan tengil itu bisa juga perhatian.


"Oh, terimakasih ya,"sahut Aline.


Kenzo hanya tersenyum menanggapi tanggapan dari Aline.


**


"Tumben kamu akhir-akhir ini tidak diantar oleh kak Dion ke sekolah?"tanya Aline sambil menerima helm yang diberikan oleh Kenzo.


"Malas saja, dikawal terus-terusan seperti itu,"sahut Kenzo.


"Padahal kan enak, tidak berpanas-panasan,"kata Aline.


"Oh, kamu maunya dijemput menggunakan mobil begitu ya? Naik motor begini kurang enak?"celetuk Kenzo dan itu sukses membuat bahunya kena pukul oleh Aline.


"Kamu ini ya, memang aku bilang begitu apa?"ujar Aline kesal.


"Habisnya kamu pengen enak, tidak kepanasan, ya sudah besok aku bawa mobil untuk jemput kamu, apakah begitu sayang?"canda Kenzo dengan memanggil diri Aline dengan sebutan sayang.


"yang, yang, yang, kepalamu peyang apa ya?"sahut Aline dengan wajah cemberut. Sedangkan Kenzo justru senang sekali bisa mengusili Aline seperti itu.


"Sudah ayo berangkat,"ujar Aline yang sudah berada di atas motor sport Kenzo.


"Siap, sayangku,"sahut Kenzo masih dengan kejahilannya memanggil Aline dengan sebutan sayang. Aline hanya menggelengkan kepalanya mendengar ucapan Kenzo tersebut.


Motor Kenzo pun melaju meninggalkan restoran milik keluarga Aline tersebut. Keduanya berboncengan menuju ke rumah Kenzo karena hari itu adalah jadwal Kenzo untuk les privat dengan Aline.


Namun, Kenzo merasa bahwa mereka berdua sedang diikuti oleh beberapa pengendara bermotor. Kenzo melihat dari kaca spion sepeda motor miliknya. Kenzo tahu bahwa mereka sedang diikuti.


"Lin, pegangan!"teriak Kenzo membuat Aline bingung dibuatnya namun ketika Kenzo menambah laju motornya seketika Aline memeluk tubuh Kenzo saking terkejutnya.


Kenzo harus mencari tempat yang aman terlebih dahulu untuk Aline. Kenzo melirik beberapa motor yang mengejarnya itu sengaja untuk mencegat motornya. Kenzo setidaknya harus menemukan tempat yang bisa buat Aline bersembunyi. Baru dirinya bisa melawan orang-orang itu.


Aku harus menyelamatkan Aline terlebih dahulu.


***


Iklan Author


Budayakan klik like setelah membaca dan tuliskan komentar kalian sebanyak-banyaknya.


Terimakasih 💞