Oh, My Young Man

Oh, My Young Man
Kenapa Dia Semanis Ini?



"Sudah, ayo kita menuju ke permainan yang selanjutnya,"ajak Kenzo dengan merangkulkan tangan kanannya ke bahu Aline. Kenzo pun mengajak Aline berpindah tempat agar Aline tidak merasa malu lagi.


"Kita masih mau kemana, ken?"tanya aline mengikuti langkah Kenzo.


"Sudahlah, ikuti aku saja, kamu pasti akan bahagia,"ucap Kenzo sambil mengerlingkan sebelah matanya centil. Hal itu sontak membuat Aline tersenyum dibuatnya. Karena tindakan Kenzo itu sungguh lucu buat Aline.


Dari kejauhan tampak seorang gadis muda sedang mengepalkan tangannya menahan rasa geram karena melihat kemesraan dari Kenzo dan juga Aline.


"Dasar tante-tante penggoda. Sudah tua masih belum juga sadar umur,"geram Leni melihat kedekatan Kenzo dan juga Aline.


"Len!"panggil salah seorang teman yang datang bersama-sama dengan Leni ke pembukaan wahana di mall ternama di kota tersebut.


"Kamu ini sudah nggak sabaran banget, sih,"ujar dua temanya yang baru saja dari toilet. Namun, Leni yang sudah ingin segera bertemu dengan Kenzo buru-buru meninggalkan kedua temannya yang masih di dalam toilet.


"Iya, Len, kita kira kamu kemana, ternyata sudah di depan wahana permainan. Sudah kepengin bener main deh, kamu ya,"ledek salah satu temannya. Namun, Leni yang sudah terlanjur kesal dengan apa yang dia lihat barusan membuatnya semakin jengkel dengan ucapan kedua orang temannya tersebut.


"Aku mau pulang,"ujar Leni dengan raut wajahnya yang jutek. Sontak ucapan Leni membuat kedua temannya itu terkejut. Karena keduanya datang ke sana berkat ajakan dari Leni.


"Lho, kenapa? Bukankah kamu tadi mengajak kami bermain bersama?"tanya salah satu temannya dengan nada kecewa. Padahal dia sudah bahagia sekali diajak Leni ke tempat tersebut.


"Sudahlah, lain kali saja, aku bete di sini. Suasana nya bikin enek,"ucap Leni dan langsung cabut begitu saja meninggalkan kedua temannya yang tampak bingung dan bengong begitu saja melihat kepergian dari Leni.


"Yah...Len....Len..."panggil temannya namun Leni diam saja dan tidak menoleh lagi ke arah dua orang temannya yang baru saja dia tinggalkan itu.


"Gimana dong, kita sudah terlanjut datang kemari. Sayang sekali kan, kalau kita pergi begitu saja,"ujar salah seorang yang lain yang kepingin sekali bermain di wahana permainan baru di mall tersebut.


"Kamu ada uang tidak buat masuk ke sana?"tanya yang lain.


"Tidak..."ujar nya dengan lemas. Mana ada uang dia untuk masuk ke wahana permainan itu. Pastinya mahal dan uang saku mereka saja seminggu tidak akan bisa membuat mereka masuk ke sana. Beda kalau leni yang mengajak mereka ke sana. Tentu mereka bisa bermain dengan sepuasnya.


"Ya, sudah kita pulang, jangan bermimpi di siang bolong,"ujar teman yang satunya lalu menarik temannya yang lain untuk pulang. Daripada mereka di sana tetapi tidak bisa melakukan apa-apa.



Aline melihat keseruan orang-orang yang naik wahana permainan tersebut. Aline tampak menikmati sebagai penonton saja di sana.


"Ini,"ucap Kenzo sambil menyodorkan sebuah es krim yang baru saja di belinya karena Aline ingin sekali dengan es krim. Akan tetapi karena antriannya panjang, sehingga Kenzo meminta Aline untuk duduk saja menunggu. Kenzo sendirian yang antri di tempat penjual es krim.


"Terimakasih, kok kamu tahu sih kalau aku suka es krim cokelat vanilla?"tanya Aline tampak senang sekaligus tidak menyangka kalau Kenzo akan membelikannya es krim dengan rasa yang sesuai dengan kesukaannya. Padahal Aline sendiri tadi tidak memberi tahu dia ingin es krim rasa apa.


"Tahu, memangnya kamu yang tidak tahu tentang aku,"gumam Kenzo sambil menjilati es krim miliknya.


"Ap...apa kamu bilang barusan?"tanya Aline penasaran karena suasana ramai di sekitarnya membuat dirinya tidak bisa mendengar dengan jelas apa yang Kenzo barusan katakan kepada dirinya.


"Bukan, bukan apa-apa, eh..kamu lapar tidak?"tanya Kenzo mengalihkan perhatian Aline.


"Hmmm,"jawab Aline dengan anggukan kepalanya karena masih asyik menikmati es krimnya. Kenzo tersenyum melihat wajah Aline yang cukup menggemaskan saat itu.


"Sudah gedhe saja makan es krim masih belepotan,"kata Kenzo sambil tersenyum manis dan secara reflek dia mengusap sudut bibir Aline yang terdapat sedikt es krim yang tertinggal di sana.


"Eh..."Aline hanya terpaku melihat apa yang Kenzo baru saja lakukan kepadanya. Kenapa sikap Kenzo kali ini membuat dadanya berdebar tidak keruan. Kenapa anak bengal ini menjadi semanis ini ya.


***


Iklan Author


Budayakan klik like dan tuliskan komentar kalian sebanyak-banyaknya di kolom komentar di tiap part/episode dalam novel. Dukung terus author dengan pemberian vote.


Terimakasih 😄