Oh, My Young Man

Oh, My Young Man
Mantan Sahabat



Kenzo keluar dari ruang perpustakaan dengan langkah gontai. Dengan membawa beberapa buah buku yang dia pinjam dari perpustakaan untuk bahan dia belajar nantinya dengan Aline.


Kenzo baru berjalan beberapa langkah ketika dia melihat bayangan yang menghadang langkahnya berjalan.


Kenzo mendongak dan melihat wajah seseorang yang tadi baru saja menjadi topik pembicaraan para siswi yang ada di perpustakaan. Hero berdiri di hadapannya dengan pakaian seragam sekolah yang sama dengan Kenzo. Namun, hero membawa tas sekolahnya.


Apa anak itu tidak belajar di kelasnya? Kenapa dia malah keluyuran di sini? batin Kenzo.


"Aku akan pindah dari sekolah ini,"kata Hero seperti menjawab pertanyaan dalam benak kenzo.


Kenzo hanya diam saja mendengar perkataan Hero. Padahal dalam hatinya sedang bergemuruh untuk menanyakan alasan kepindahan Hero dari sekolah itu. Tetapi, Kenzo berusaha menahan diri agar tidak bertanya apapun.


"Tidak ada lagi yang membuatku merasa betah di sekolah ini. Selamat tinggal mantan sahabat ku,"ujar hero sambil menepuk bahu Kenzo sebelum dia berlalu menuju ke ruang guru. Rupanya dia tidak main-main dengan ucapannya. Hero akan pindah ke sekolah yang lain.


Kenzo menghela napas panjang setelah kepergian hero. Semua tidaklah lagi sama seperti yang dulu. Kenzo dan Hero dulu sama-sama berjuang untuk masuk ke SMA favorit mereka ini. Dan mereka bahkan selalu berusaha mendapatkan nilai yang tebaik di kelas. Mereka juga menjadi idola para siswi di SMA. Mereka berdua selalu bersama-sama dan tidak terpisahkan. Mereka tidak hanya menjadi idola para siswi tetapi juga para guru di sekolah mereka.


Namun, keadaan itu berubah saat mereka duduk di bangku kelas sebelas atau kelas dua. Seorang murid pindahan baru membuat keadaan menjadi berbeda. Gadis cantik dan manis itu bernama Angel. Dialah yang membuat dunia Kenzo dan Hero menjadi jungkir balik.


Kedua sahabat itu mencintai gadis yang sama. Namun, keberuntungan menjadi milik Kenzo karena dialah yang menjadi kekasih dari Angel. Tetapi itu tidak menyurutkan perjuangan Hero yang diam-diam juga menjalin hubungan dengan angel.


Perselingkuhan itu diketahui oleh Kenzo yang begitu murka melihat angel asyik berduaan dengan Hero. Hal itu membuat Kenzo memutuskan persahabatan antara dirinya dengan Hero. Awalnya angel hendak mengejar Kenzo namun Hero menahan laju sang gadis manis tersebut.


Kenzo menjadi uring-uringan karena masalah itu. Dia begitu terluka dan sakit hati akan sikap sahabat baiknya yang telah menikung dirinya.


Kenzo sudah merelakan hal itu terjadi. Kini dia sudah tidak mau membahas masa lalunya itu.


Kenzo berjalan menuju ke kelasnya. Bel sekolah telah berbunyi menandakan jam istirahat telah usai. Sudah waktunya dia kembali ke kelas untuk memulai pelajaran kembali.


Dari kejauhan tampak Leni melihat kejadian yang baru saja terjadi diantara Kenzo dan Hero. Leni sebenarnya sangat menyesalkan persahabatan diantara kedua orang itu hancur berantakan karena seorang perempuan. Namun, apa yang bisa dia lakukan sekarang. Leni tidak tahu bagaimana bisa menyatukan keduanya kembali.


**


Aline sedang sibuk di restoran siang ini. Dia mengecek hasil keuangan yang masuk seminggu kemarin. Aline tampak cekatan merekap hasil laporan keuangan yang ada di restoran yang dia pegang.


"Ah, sepertinya sudah beres,"gumam Aline sambil merapikan beberapa berkas yang ada di atas meja kerjanya. Aline melihat jam dinding masih menunjukkan pukul satu siang.


"Masih ada waktu buatku jika aku mau membuatkan makanan untuk kubawa ke tempat Kenzo,"ujar Aline pada dirinya sendiri.


Aline membereskan pekerjaan nya terlebih dahulu. Dia melihat dari ruang kacanya di lantai bawah tampak masih beberapa orang yang sedang makan siang. Sepetinya di dapur tidak akan sesibuk seperti waktu jam makan siang satu jam yang lalu.


Aline turun ke lantai dasar restoran milik bundanya tersebut. Meskipun Aline adalah putri dari pemilik restoran tetapi Aline tidak pernah bersikap sombong kepada siapapun. Aline justru ramah kepada semua pekerja di restoran. Itu sebabnya Aline juga disegani di sana. Semua senang jika Aline ada di sana bahkan jika Aline memiliki resep baru maka semua antusias mendengarkan keterangan dari Aline.


Namun, itulah aline, dia ingin bisa dalam segala bidang. Kalau pun dia tidak bisa menjadi pengajar matematika. Dia akan membesarkan bisnis restoran milik sang bunda tentunya.


"Non, Aline, mau memasak sesuatu?"tanya koki senior yang ada di restoran bundanya tersebut.


"Ah, iya paman. Aku mau membuatkan makanan untuk kubawa nanti. Apakah aku menggangu, paman?"tanya Aline karena dia tahu restoran akan cukup sibuk di saat jam makan siang. Aline takutnya dia masih menggangu waktu orang-orang di dapur yang sedang memasak.


"Tidak, pakai saja yang di sebelah sana, non. Itu sedang menganggur,"jawab koki senior yang begitu disegani juga di restoran tersebut. Aline beranjak ke tempat yang sudah ditunjukkan dan segera menyiapkan bahan-bahan yang dia perlukan.


"Non, mau saya bantu?"tawar salah satu pelayan yang ada di sana. Aline melihat pelayan yang seusianya itu.


"Boleh, Debi, tolong ambilkan sosis yang ada di kulkas ya,"pinta Aline.


"Baik, non,"Debi bergegas menuju ke kulkas utama yang ada di dapur. Dia senang bisa membantu Aline memasak di dapur. Dia selalu menawarkan diri membantu Aline memasak jika dia melihat Aline berkutat di dapur restoran.


Setelah berkutat di dapur beberapa menit akhirnya jadilah sudah masakan kesukaan Kenzo yang sudah dikemas rapi oleh Aline di kotak bekal makanan.


Hari ini dia berencana menjenguk kondisi Kenzo yang semalam katanya di begal saat kembali dari mengantarkannya pulang. Aline membuatkan makanan ini sebagai permintaan maaf karena sudah merepotkan diri Kenzo sehingga dia mengalami masalah seperti itu.


"Akhirnya selesai juga,"ucap Aline sambil mengusap keringatnya yang di dahi.


"Buat pacarannya ya, non Aline?"tanya Debi melihat senyum bahagia Aline saat selesai menyelesaikan masakannya.


"Ouh, bukan, ini buat murid lesku,"jawab Aline.


"Oh, saya kira buat pacar non Aline, soalnya non tampak bahagia sekali saat memasak dan selesai mengemasnya,"ujar Debi salah tingkah.


Aline hanya tersenyum menanggapi ucapan Debi tersebut.


Memang wajahku berbeda ya saat memasak tadi. Aku sendiri saja tidak sadar akan hal itu. Aku harus segera menemui Kenzo sebelum masakan ini menjadi dingin nantinya.


***


Iklan Author


Budayakan klik like setelah membaca novel di atas. Tuliskan komentar kalian sebanyak-banyaknya. Dan jika ingin promosi novel kalian silakan promosi di kolom komentar. Namun, jangan melakukan promosi itu di grub chat milik author ya. Mohon pengertiannya.


Terimakasih 😄