
"Sudah ayo berangkat,"ujar Aline yang sudah berada di atas motor sport Kenzo.
"Siap, sayangku,"sahut Kenzo masih dengan kejahilannya memanggil Aline dengan sebutan sayang. Aline hanya menggelengkan kepalanya mendengar ucapan Kenzo tersebut.
"Mulutmu itu butuh diajari tata Krama memang, zo,"ujar Aline dengan kesal dan itu justru membuat Kenzo menyeringai senang mendengarnya.
"Kalau yang ngajarin kamu sih, aku nggak apa-apa,"ujar Kenzo masih saja melanjutkan.
"Males,"sahut Aline singkat dan lagi-lagi ucapan Aline tersebut terdengar lucu di telinga kenzo.
Gadis ini memiliki sisi yang bisa buat orang tersenyum saja dengan sikapnya itu. Kadang suka bikin gemas saja dengan sikapnya yang polos. Dan juga bikin lucu dengan sikapnya yang ngambek tidak jelas. Entah mengapa sikap Aline tersebut membuat Kenzo mulai merasa nyaman berada di dekat gadis tersebut.
Motor Kenzo pun melaju meninggalkan restoran milik keluarga Aline tersebut. Keduanya berboncengan menuju ke rumah Kenzo karena hari itu adalah jadwal Kenzo untuk les privat dengan Aline.
Namun, ditengah perjalanan, Kenzo merasa bahwa motor yang membawa mereka berdua sedang diikuti oleh beberapa pengendara bermotor di belakang. Kenzo melihat dari kaca spion sepeda motor miliknya.
Kenzo tahu bahwa dirinya sedang diikuti. Sepertinya mereka berasal dari geng motor yang pernah bertanding dengan dirinya. Ini tidak bisa dianggap remeh. Kenzo tidak hanya sendirian saat ini. Yang lebih dia khawatirkan adalah nasib Aline nantinya. Bagaimana dengan Aline kalau mereka melukai gadis ini. Kenzo tidak akan bisa menerimanya begitu saja.
"Lin, pegangan!"teriak Kenzo membuat Aline bingung dibuatnya namun ketika Kenzo menambah laju motornya seketika Aline memeluk tubuh Kenzo saking terkejutnya.
"Kenzo, kamu gila ya!"teriak Aline karena dia terkejut dengan tindakan Kenzo barusan. Aline hampir saja melonjak karena kagetnya dia. Andai saja gerak refleknya tidak cepat mungkin saja dia sudah terjatuh.
"Kita sedang diikuti!"teriak Kenzo karena suaranya sedang beradu dengan mesin motornya yang melaju dengan kencang.
"Siapa mereka?"tanya Aline dengan berteriak pula.
"Dengarkan aku! Hubungi kak Dion! Beritahu posisi kita!"teriak Kenzo sambil berpikir tempat yang cocok untuk dia menyelamatkan Aline.
"Di jalan depan sana aku akan menurunkanmu, lakukan sesuai apa yang kukatakan!"ucap Kenzo.
"Lalu kamu?"tanya Aline mencemaskan kondisi Kenzo.
"Aku bisa mengurus diriku sendiri!"ucap Kenzo lantang. Aline tampak tidak tega dengan sesekali mencoba melihat ke belakang. Dan dia tahu berapa banyak yang mengikuti mereka. Apa Kenzo sanggup melawan mereka semua? pikir Aline mulai berkecamuk.
Kenzo harus mencari tempat yang aman terlebih dahulu untuk Aline. Kenzo melirik beberapa motor yang mengejarnya itu sengaja untuk mencegat motornya. Kenzo setidaknya harus menemukan tempat yang bisa buat Aline bersembunyi. Baru dirinya bisa melawan orang-orang itu.
Aku harus menyelamatkan Aline terlebih dahulu.
"Pergilah sejauh mungkin!"teriak Kenzo kepada Aline setelah menurunkan gadis itu di tempat keramaian. Dan itu cocok untuk tempat dia bersembunyi di tengah keramaian.
"Aku baik-baik saja,"ucap Kenzo sambil memegang pipi Aline sebelah kanan untuk menguatkan gadis tersebut dan meyakinkannya bahwa dirinya akan baik-baik saja.
"Pergilah!"ucap kenzo dengan nada setengah mengusir karena rombongan geng motor itu akan segera tahu keberadaan mereka. Aline pun menatap Kenzo sekilas sebelum dia berbalik badan dan berlari sambil memegang handphone nya.
Kenzo merasa lega dan kini dia sudah bersiap untuk menghadapi para geng motor itu. Kenzo sudah siap jika harus bertarung dengan mereka untuk menyelesaikan permasalahan diantara mereka.
**
Aline berusaha menghubungi Dion, asisten Kenzo. Aline sudah tidak sabar menunggu Dion mengangkat telepon darinya. Aline takut terjadi sesuatu yang buruk dengan diri Kenzo dengan melawan orang sebanyak itu seorang diri.
"Halo,"nada suara dion yang terdengar menyapa membuat Aline begitu senang mendengarnya.
"Kak Dion, ini dengan Aline,"ucap Aline dengan tergesa-gesa.
"Aline? Oh, ada apa non aline?"tanya Dion karena merasa ada yang tidak beres dengan nada suara Aline kali ini.
"Sesuatu yang buruk terjadi dengan Kenzo. Kami diikuti oleh beberapa pengendara bermotor. Tolong segera selamatkan diri Kenzo. Saya akan share lokasi,"ucap Aline dengan terburu-buru karena dia juga memikirkan bagaimana nasib Kenzo sekarang.
"Baiklah, saya akan segera ke sana. Dimana posisi non Aline?"tanya Dion kembali sambil mengecek posisi lokasi yang baru saja di share oleh Aline.
"Saya ada di.....ach......"
Tiba-tiba sambungan telepon pun terputus. Dion merasakan sesuatu yang aneh saat tiba-tiba sambungan telepon alien terputus.
"Aku harus segera bertindak,"ucap Dion sambil menghubungi beberapa anak buahnya. Dia tidak boleh sampai terlambat datang menyelematkan mereka berdua. Dion bergegas menuju ke lokasi di mana yang telah di share oleh Aline sebelum sambungan teleponnya terputus.
Kali ini Dion tidak akan memberikan ampunan kepada orang-orang yang sudah melakukan tindakan kriminal ini. Dion akan pastikan semuanya mendekam di penjara nantinya.
***
Iklan Author
Budayakan klik like dulu setelah membaca dan tuliskan komentar kalian sebanyak-banyaknya.
Terimakasih.