
Vazo Aldriansyah sedang menunggu kedatangan seseorang di sebuah kafe terkenal yang ada di tengah kota. Vazo sudah lama menunggu tetapi seseorang itu tidak tampak juga kehadirannya. Vazo sudah mulai resah menunggu. Apakah dia benar-benar tidak membaca pesan yang dia kirimkan atau memang sengaja melupakannya?
Vazo kembali mengirim sebuah pesan kepada seseorang tersebut. Vazo sudah tidak sabar ingin membicarakan masalah yang dia hadapi selama ini di kantor. Dan hanya dia yang menurut vazo bisa membantu menyelesaikan permasalahan yang kini sedang dihadapinya.
"Maaf, sayang, mama ada kepentingan di kantor,"ucap sang mama saat tiba di hadapan vazo Aldriansyah. Melihat kehadiran sang mama membuat vazo bisa bernapas lega. Vazo awalnya sudah menduga kalau mamanya tidak bisa datang karena kesibukannya. Akhirnya sang mama bisa datang juga ke tempat janjian mereka.
"Mama lama sekali. Kupikir mama tidak akan datang karena sedari tadi pesan-pesan ku tidak dibalas sana sekali,"kata vazo dengan sedikit kesal. Kebiasaan sang mama yang begitu cuek dengan pesan-pesan darinya. Hal itu membuat vazo cukup kesal dibuatnya. Kalau tidak sebegitu penting permasalahan kali ini. Malas juga vazo menghubungi sang mama.
"Maaf, sayang, mama masih repot sekali tadi. Jadi tidak sempat membalas pesan darimu,"ujar Stella Bramantyo, mama Vazo Aldriansyah.
Vazo hanya menghela napas panjang karena alasan yang diberikan oleh sang mama selalu saja sama. Alasan kesibukan yang sedari kecil selalu vazo dengarkan ketika sang mama tidak bisa membalas pesan yang dia kirimkan.
"Jadi, ada apa kamu meminta bertemu dengan mama?"tanya Stella kepada putra semata wayangnya dengan Doni Aldriansyah tersebut.
"Aku bermasalah lagi dengan anak wanita itu, ma. Dia semakin menjadi-jadi sekarang. Dia merebut semua perhatian papa dengan cara mengambil alih apa yang aku kerjakan sebelumnya,"lapor vazo dengan nada memelas kepada sang mama. Stella Bramantyo hanya menghela napas mendengar rengekan anaknya. Tidak hanya sekali ini saja vazo merengek dengan permasalahan yang sama. Dan Stella Bramantyo sebenarnya cukup malas membahas wanita yang telah merusak rumah tangganya dulu.
"Kamu selalu saja merengek seperti anak kecil dihadapan mama. Bagaimana papamu bisa sepenuhnya percaya akan pekerjaan yang kamu kerjakan. Cobalah belajar dari anak perempuan rendahan itu. Bagaimana dia bisa bersikap dihadapan papamu. Seharusnya kamu bisa melebihi dia, zo,"celoteh Stella menasehati putra semata wayangnya itu. Stella ingin Vazo bisa lebih kuat dan berkuasa dibandingkan anak sekretaris rendahan itu.
"Kenapa mama malah membela anak perempuan itu dan memojokkan diriku,"sungut vazo kepada sang mama. Stella menatap vazo tidak percaya bahwa putranya akan mengatakan hal tersebut kepada dirinya.
"Kamu ini dinasehatin malah balik memarahi mama sih,"ucap Stella tampak kesal. Vazo menekan ego dalam dirinya. Dia ingin bertemu dengan sang mama karena ingin menyelesaikan permasalahan dirinya di kantor. Kenapa justru dia akan berdebat dengan sang mama. Tidak, vazo harus bisa menahan emosi yang menggelora dalam dirinya.
"Bukan begitu ma, aku bukannya memarahi mama. Tujuanku bertemu dengan mama adalah meminta bantuan mama untuk menekan anak pembawa sial itu. Dengan cara menghancurkan sisi terlemahnya,"kata vazo mengutarakan maksud pertemuannya dengan sang mama.
"Jadi maksud kamu apa? Mama masih belum mengerti?"tanya Stella kembali. Dia masih tidak memahami arti ucapan vazo barusan.
"Vazo ingin mama menekan wanita murahan itu agar anaknya tidak semena-mena dan tahu diri di kantor. Aku ingin anak sial itu tahu posisi dia yang sebenarnya,"kata vazo menjelaskan. Stella mendengar ucapan vazo seketika melemas. Dia sebenarnya malas sekali melihat muka wanita yang merebut suaminya dulu.
"Kenapa kamu tidak bekerja saja di perusahaan kakek kamu. Itu lebih baik daripada bekerja di bawah kendali Doni Aldriansyah, papamu,"tawar Stella karena dia merasa malas berhubungan dengan wanita yang menjadikan rumah tangganya dengan Doni Aldriansyah berantakan itu.
"Ma, bukankah aku pernah bilang ini masalah harga diri. Aku tidak mau anak sial itu menertawakan diriku dan seolah-olah aku kalah darinya. Aku tidak bisa membiarkan hal itu terjadi, ma,"sungut vazo kepada sang mama.
"Lalu kamu mau apalagi vazo? Berebut tahta di perusahaan papa kamu dengan dia? Kamu hanya dijadikan pion saja oleh papamu. Kalian hanya dijadikan sebagai jagoan yang akan dipilih oleh papamu untuk menduduki perusahaannya,"kata Stella karena dia tahu persis bagaimana karakter mantan suaminya itu.
"Ma, aku tidak mau kalah. Aku anak sah dari Doni Aldriansyah dengan pernikahannya yang sah dengan Stella Bramantyo. Apakah seenak itu aku akan mengalah dengan anak haram hasil dari sekretaris nya itu? Tidak ma, aku tidak akan semudah itu mengalah. Aku akan mengambil apa yang seharusnya menjadi milikku,"tekad vazo. Dan Stella bisa melihat pancaran mata yang kuat dari putranya tersebut.
"Baiklah, mama akan coba membantu kamu. Tetapi kamu juga harus berhati-hati menghadapi anak dari wanita itu. Dia pintar dan juga licik seperti papamu. Kamu harus lebih licik lagi darinya. Ingat itu,"pesan Stella kepada putra semata wayangnya itu.
**
"Dia sendiri yang bilang begitu,"jawab vazo dengan singkat. Vazo meletakkan handuk yang dipakai untuk mengeringkan rambutnya setelah mandi malam.
"Sini aku keringkan dulu rambut kamu,"ucap Sisil melihat rambut vazo yang masih basah. Dia mengambil pengering rambut miliknya untuk mengeringkan rambut vazo.
Vazo menurut saja saat dirinya digiring oleh Sisil untuk duduk di ranjang. Sisil sendiri sibuk mengeringkan rambut vazo agar tidak merasa pusing setelah keramas malam-malam.
Vazo tersenyum merasakan perhatian dan kasih sayang yang dia dapatkan dari Sisilia Madasari. Wanita ini memang bukan dari keluarga yang berada tetapi dia lebih perhatian kepada dirinya melebihi ibu kandung vazo. Karena itulah vazo begitu sayang kepada Sisil dan menjadikan Sisil sebagai wanitanya.
Dan mungkin ini akan menjadi sebuah masalah jika orang tuanya tahu bagaimana hubungan mereka. Karena Sisilia Madasari bukanlah anak orang yang ternama seperti Aline Putri Dirgantara. Tetapi hati tidak bisa membohongi bahwa vazo lebih nyaman berada di sisi Sisil daripada bersama dengan Aline.
"Aline sendiri yang menginginkan perpisahan. Bagiku tidak ada masalah karena sekarang aku sudah menduduki jabatan yang penting di kantor papa,"kata vazo.
"Tetapi bukankah berpasangan dengan Aline bisa membuat kamu memiliki seluruh harta warisan keluarga Aldriansyah?"tanya Sisil kembali mengingatkan rencana awal mereka dahulu.
"Aku sudah malas membujuk dia untuk menerima diriku kembali. Aku malas mengemis cinta dari orang yang sebenarnya tidak benar-benar kucintai,"kata vazo. Perkataan vazo ini justru memancing sebuah pertanyaan dibenak Sisil.
"Memangnya ada seseorang yang kamu benar-benar cintai?"tanya Sisil. Vazo mendongak dan menarik tangan Sisil. Menghentikan aksi sisil yang sedang mengeringkan rambutnya.
"Ada,"jawab vazo dengan tersenyum simpul membuat diri Sisil menjadi penasaran sekaligus merasa cemburu. Karena rupanya dirinya tidak hanya diduakan dengan Aline tetapi masih ada wanita yang lain lagi.
"Siapa?"tanya Sisil perlahan sambil memasang wajah juteknya. Hal itu membuat vazo ingin tertawa tetapi dia mencoba berwajah datar untuk membuat Sisil semakin cemburu karenanya.
"Dia itu.... ada di depan aku sekarang,"jawab vazo seketika. Sisil masih terdiam dan mencerna apa yang baru saja dikatakan oleh vazo.
"Siapa?"tanya Sisil kembali.
"Kamu,"jawab vazo langsung. Seketika wajah Sisil merona dibuatnya. Jawaban vazo itu membuat Sisilia Madasari yang awalnya cemberut menjadi tersenyum bahagia. Vazo menarik tangan Sisil dan memeluk tubuhnya dengan erat.
"Kamu adalah wanita yang benar-benar kucintai. Aku tidak berbohong, hanya kamu,"ucapan vazo sukses membuat senyum Sisil semakin melebar karena kebahagiaan yang diterimanya kali ini. Bagi Sisil, ini adalah saat yang begitu membahagiakan karena ada seseorang yang benar-benar mencintai dirinya.
***
Iklan Author
Budayakan klik like setelah membaca novel di atas. Tuliskan komentar kalian sebanyak-banyaknya. Dan jika ingin promosi novel kalian silakan promosi di kolom komentar. Namun, jangan melakukan promosi itu di grub chat milik author ya. Mohon pengertiannya.
Terimakasih 😄