Oh, My Young Man

Oh, My Young Man
Lamaran Kenzo



Tidak butuh waktu lama bagi kenzo membuat ikatan yang lebih kuat daripada sekedar pacaran. Niatnya untuk mengikat Aline tentulah ingin dia lakukan secepatnya. Lagipula kedua keluarga juga sudah saling cocok. Jadi menunggu apa lagi. Apalagi kenzo sekarang sudah bekerja pula.


Malam itu di kediaman Aline. Tampak keluarga kenzo datang untuk meminangnya menjadi pasangan hidup kenzo. Cowok tengil dan bandel. Meski jarak usia berbeda diantara mereka tidak menjadikan itu sebuah masalah. Yang terpenting kenyamanan keduanya dalam menjalin sebuah hubungan.


"Secepatnya keduanya harus kita nikahkan. Bukankah kita sudah menginginkan seorang cucu hadir diantara keluarga kita," ujar mama kenzo.


"Betul sekali, sepertinya akan ramai nantinya ya," sahut bunda Aline.


"Bagaimana kalau acaranya bulan depan saja," kata mama kenzo yang sudah menyiapkan segala sesuatunya dengan meriah dan mewah.


Bagaimanapun kenzo adalah anak kesayangannya. Belum lagi calon menantunya juga gadis pilihannya juga. Tentu harus dirayakan dengan pesta yang megah.


"Kalau menurut kalian, kalian berdua mau konsep yang seperti apa?" tanya mama kenzo kepada kenzo dan Aline.


Sepasang kekasih itu menyerahkan semuanya kepada para orang tua. Sepertinya mereka yang lebih bersemangat dalam menyiapkan acara pernikahan keduanya.


"Kami terserah mama saja. Apa yang menurut mama bagus. Hanya saja paling soal pakaian yang akan kami tentukan sendiri. Benar bukan sayang?" tanya kenzo kepada Aline.


Gadis cantik itu menganggukkan kepalanya kepada sang calon suami.


"Iya," jawab Aline singkat. Kenzo yang sedari tadi duduk di sampingnya sambil memeluk pinggang rampingnya tampak gemas dengan sikap penurut Aline.


"Ya sudah kalau begitu, urusan pesta pernikahan kalian biar mama dan bunda kamu saja yang urus," putus mama kenzo.


Keduanya duduk di sebuah bangku yang ada di taman. Kenzo memegang kedua tangan Aline dan menatapnya dalam. Ia begitu mengagumi kecantikan sang tunangan sejak dulu. Sejak awal mereka bertemu. Dari seorang guru les yang cerewet kini menjadi calon istri yang penurut.


"Sayang, kamu benar-benar sudah siap untuk menikah?" tanya kenzo sekali lagi.


Aline menganggukkan kepalanya mantap.


"Insyaallah aku sudah siap kok sayang. Lalu apakah kamu juga sudah siap. Secara usia kamu masih muda. Kamu tentunya masih banyak keinginan. Apakah sudah siap untuk menjadi pemimpin dalam keluarga? Dan berada dalam lingkaran kehidupan yang sesungguhnya. Kata orang pernikahan itu adalah fase kita memasuki kehidupan yang sesungguhnya. Akan ada banyak hal yang kita temui di sana. Kalau kita tidak bisa saling memahami dan mengerti satu sama lain maka bisa saja pernikahan itu menjadi bumerang bagi diri kita," ujar Aline panjang lebar.


Kenzo sendiri tersenyum mendengar celotehan calon istrinya. Kembali lagi ke setelan pabriknya yang cerewet.


Kenzo menyentuh pipi Aline yang chubby menggemaskan tersebut.


"Aku sudah siap kok sayang. Insyaallah aku akan berusaha menjadi kepala keluarga yang sabar dan mampu membawa rumah tangga kita lebih baik. Dan jangan bosan-bosan untuk mengingatkan aku kalau saja aku nantinya salah dalam melangkah ataupun dalam bersikap. Aku juga manusia biasa yang tak luput dan salah dan khilaf," kata kenzo dan diangguki kepala oleh Aline.


Keduanya pun saling berpelukan menyalurkan kehangatan dan juga kebahagiaan yang sedang di rasakan bersama. Semoga saja kehidupan kedepannya jauh lebih baik. Mungkin tidak akan selamanya mulus. Akan ada kerikil kecil yang akan mereka temui nantinya. Hanya saja mereka akan selalu berusaha berpegangan tangan dan saling menguatkan untuk bisa melewati semua rintangan yang menghadang. Karena kunci dari sebuah keberhasilan adalah dengan saling mengandalkan kepercayaan. Rasa percaya dan memberikan rasa kepercayaan itu kepada pasangannya.


TAMAT


Setelah sekian lamanya, author pengen menamatkan karya satu persatu ya. Mohon maaf buat yang baca jika mendapati kemarin-kemarin belum kelar ini tulisan. Semoga tidak bosan mampir di karya tulisan receh dari aku ini. Maaf karena banyak typo, karena aku juga masih banyak belajar dalam dunia tulis menulis. Tetapi komentar kalian yang positif akan menjadikan aku lebih baik lagi untuk kedepannya. Sampai bertemu kembali di karya aku yang lain. Sampai jumpa. Lope-lope sekebon duren buat kalian semuanya ❤️ Masih ada dua extra Part nantinya kok. Jangan khawatir.