
Tok... Tok... Tok...
Suara ketukan pintu di kamarnya membuat Aline tersadar dari lamunannya.
"Ya, masuk,"ujar Aline yang sedang duduk di meja riasnya.
"Non, den kenzo sudah menunggu di bawah,"ucap bibik yang membuat Aline teringat jika pagi ini dia sudah janjian dengan Kenzo.
"Astaga! Bagaimana bisa aku melupakan nya?"pekik Aline sambil menepuk jidatnya.
"Baik bi, aku akan segera turun,"ujar Aline sambil bergegas dandan dan berganti pakaian. Dia juga segera memasukkan laporan skripsinya ke dalam tas.
Sebelum keluar dari kamar, Aline kembali menghadap ke kaca riasnya untuk melihat penampilannya apakah sudah benar. Jujur, dia merasa gugup hanya untuk bertemu dengan Kenzo. Padahal selama ini dia biasa saja tiap kali mengajar ke rumah Kenzo. Bahkan Aline seringkali tidak memperhatikan penampilannya.
Akan tetapi, sekarang beda ceritanya. Aline merasa dirinya tidak percaya diri di depan kekasihnya. Astaga, pipi Aline kembali bersemu kemerahan gegara ingat dengan kejadian dimana dia menerima permintaan Kenzo menjadi kekasihnya.
"Astaga, bagaimana ini? Apakah dandanan ku terlalu berlebihan. Ah, ya, hapus dikitlah, ini terlalu menor. Sepertinya, lipstiknya warna kalem saja deh."
Aline kembali berkutat dengan riasan di wajahnya. Dia ingin penampilannya bagus di depan sang kekasih nantinya.
Tok... Tok... Tok...
"Astaga, aku sudah dipanggil lagi,"ujar Aline sambil menyemprotkan parfum ke tubuhnya.
"Iya, bi, tunggu sebentar,"sahut Aline.
Tok... Tok... Tok....
Suara ketukan kembali terdengar di pintu yang membuat Aline menjadi terburu-buru. Ini tumben-tumbenan si bibi kok tidak sabaran banget ketuk pintunya.
Aline bergegas menuju ke arah pintu dan membuka pintu kamarnya.
"Iya bi, ini aku...." Aline seketika terdiam saat mengetahui siapa yang kini berada di depan kamar nya. Bahkan Aline sudah kehilangan kata-kata nya saat melihatnya.
"Cantik sekali, sayangku ini, jadi pengen....,"tiba-tiba saja Kenzo berjalan mendekati Aline dan membuat gadis itu tepojok di dekat pintu kamarnya.
"Ken...Kenzo...apa yang kamu lakukan?"tanya Aline sambil menahan rasa Kenzo bermaksud untuk menghentikan langkah kekasihnya itu.
Kenzo mendongakkan wajah Aline dengan menyentuh dagunya. Dia tersenyum sangat manis dan Aline berusaha menghindari kontak mata dengannya.
"Sayang, kamu kenapa menghindari mataku sih?"tanya Kenzo sambil terus berusaha menghalangi pergerakan Aline. Kini tubuh keduanya hampir tidak berjarak lagi.
"Kenzo, apa-apaan kamu ini, malu dilihat orang nanti,"ucap Aline sambil berusaha mendorong tubuh Kenzo. Namun, jelas saja dirinya kalah kuat dibandingkan dengan lelaki itu.
"Kenapa? Aku kan pengen lihat wajah cantik dan imut darimu,"ucap Kenzo dengan nada manja membuat Aline merasa geli sendiri mendengarnya. Aline pun menahan tawanya mendengar apa yang Kenzo baru saja katakan kepadanya.
"Apalagi kalau senyum makin manis saja,"gumam Kenzo perlahan namun masih bisa didengar oleh Aline.
"Apaan sih, pagi-pagi udah ngegombal saja. Ayo turun, kamu sudah sarapan belum? Kita sarapan bersama yuk,"ajak Aline namun Kenzo lagi-lagi masih enggan untuk melepaskan dirinya dari kungkungan tubuh Kenzo.
"Aku maunya sarapan yang lain saja,"ucap Kenzo sambil tersenyum.
Aline mengerutkan keningnya mendengar jawaban Kenzo tersebut.
"Sarapan lain? Kamu maunya apa?"tanya Aline yang belum paham maksud dari ucapan Kenzo tersebut.
"Aku maunya ini...."
CUP
Sebuah kecupan hangat itu mendarat tepat di bibir Aline yang masih terdiam sekaligus terkejut.
...****************...
...Terimakasih sudah setia menunggu setiap updatean nya. Salam cinta dari Author ❤️...