
kemudian mereka pergi menuju rumah Sifa, karena Ara yakin Sasa ada di sana, selama beberapa menit akhirnya mereka sampai di depan rumah Sifa, dan mereka bertiga turun menuju pintu rumah Sifa..
"tok.. tok..tok..tok... Sasa yang tidak bisa tidur mendengar ketukan di pintu, dia segera membangunkan Sifa, ..
"Sif, Sifa bangun, ada yang ketuk ketuk pintu." Ucap Sasa kepada Sifa ya g sudah terlelap dalam tidur nya
"haaa." Sifa bersuara dan bangun sambil mengucek ngucek mata, karena nyawa nya masih belum terkumpul sempurna.
"ada yg ketuk ketuk pintu." Kata Sasa..
"tunggu di sini ya aku cek dulu." kata Sifa sambil berjalan ke luar menuju ruang tamu..
sampainya di ruang tamu, mata Sifa terbelalak melihat kakak nya sedang berbicara dengan Ara...
"ada apa kamu datang malam malam ra,?." Tanya Sifa,,.
"aku, aku sedang." suara Ara terpotong oleh Akmal...
"dia mengantarkan aku mencari Sasa, apa Sasa ke sini?." kata Akmal yang muncul dari luar dengan Rian di belakang nya..
sifa terbelalak melihat Akmal yang sudah berada di depan nya,.
"memang nya ada temanmu di sini sif,?.' tanya kakak perempuan Sifa..
"iya kak, semalam dia datang waktu kakak sudah tidur." jawab Sifa jujur, karena Sifa orang nya memang tidak pandai berbohong...
"sekarang dia di mana,?.' tanya Akmal ngga sabaran,..
"di kamar ku kak, dari tadi dia ngga tidur, dan dia ngga berhenti menangis." Jawab Sifa...
"aku bisa masuk,?." tanya Akmal ke Sifa...
"bisa kak, silahkan." kata Sifa mempersilahkan Akmal...
Akmal mengetuk pintu, Sasa menoleh ke arah pintu dan betapa terkejut nya dia melihat Akmal yang sudah menatap nya dari depan pintu..
Akmal melangkah masuk dan menghampiri Sasa, karena melihat Akmal melangkah maju, Sasa segera bediri dan memalingkan muka dari Akmal..
Akmal berdiri di depan Sasa, tanpa berucap satu kata pun, dia meraih wajah sasa dan memutar wajah sasa untuk menghadap nya...
Sasa hanya terdiam dengan air mata yang terus mengalir.
setelah wajah Sasa sudah menghadap nya, dengan segera Akmal langsung memeluk tubuh Sasa dan mendekatkan bibir nya ke telinga Sasa sambil berbisik...
"aku sangat mencintai mu Dan." Ucap Akmal tepat di telinga Sasa.
Mendengar bisikan Akmal membuat suara tangis Sasa keluar, dia menangis sambil memukul mukul dada bidang Akmal.
Hiks...hiks...hiks..hiks... sambil menangis,,
Sasa terus memukul mukul dada Akmal tak mau berhenti, kemudian Akmal meraih ke dua tangan Sasa dan segera ******* bibir seksi Sasa.
dan sentuhan Akmal adalah kelemahan Sasa, mereka saling nelumat tanpa sadar ada empat pasang mata yang melihat mereka tanpa bersuara dari depan pintu...
karena hampir kehabisan nafas, akhirnya Sasa memalingkan wajah nya dan segera memeluk Akmal, dan betapa malu nya dia di saat melihat Sifa, kakak nya Sifa, Ara dan Rian yang sedang menyaksikan mereka dari depan pintu, segera dia melepaskan pelukan nnya dan bersembunyi di balik tubuh kekar Akmal..
...πΉπΉπΉπΉ...
...Jangan lupa Like dan Vote...
...Terima kasih...
Jangan lupa mampir ke cerita ku yang lain nya ya kak