
Setelah itu Akmal langsung mengambil ponselnya dan kemudian berbaring di samping Sasa yang sedang membelakinya sambil mengetik pesan untuk Rani.
Selesai mengirim pesan kepada Rani, Akmal langsung meletakan ponsel di meja di samping tempat tidur dan berbaring sambil berbalik menghadap Sasa yang masih membelakinya itu.
Sikap Akmal yang super cuek dan dingin hilang serentak di saat dia melihat Sasa menahan sakit, dia menatap punggung Sasa dari arah belakang, sedangkan Sasa masih terus terisak tanpa bersuara, mungkin dia takut menggangu Akmal.
Akhirnya Akmal dengan penuh perhatian mendekap Sasa ke dalam pelukannya dan membuat Sasa terkejut sambil memegang tangan Akmal hendak melepaskan pelukan Akmal, tapi dengan segera Akmal langsung bersuara dan membuat Sasa tidak jadi melepaskan pelukan suaminya itu.
"Biarkan seperti ini,! Kita ini suami istri, aku tahu ini yang kamu inginkan." Kata Akmal sambil mempererat pelukannya.
Sasa yang di peluk hanya terdiam sambil menatap tangan suaminya yang super cuek itu sedang melingkar di perutnya, dia tidak bisa menjawab apa-apa karena memang itu yg dia inginkan dari Akmal yang notaben nya adalah suami sah nya Dan Akmal pun menyadari apa yang di inginkan oleh istrinya yg manja itu.
Mereka berdua tertidur dengan tangan Akmal tetap melingkar di perut Sasa yang rata itu. sasa sangat bahagia di perlakukan seperti itu oleh Akmal, karena dia sudah terlanjur jatuh cinta kepada suaminya yg sangat tampan itu.
π₯π₯π₯π₯
Pukul 06:30 Akmal terbangun, dia melihat sasa yg sedang terlelap di atas lengannya dengan sebelah tangan di atas perutnya, kemudian dengan perlahan-lahan dia meletakan kepala sasa ke atas bantal dan mengarahkan tangannya untuk memeluk guling .
Setelah itu Akmal segera bergegas untuk mandi. Selesai mandi dan berpakain rapi, Akmal langsung beranjak keluar dari kamar menuju dapur, dan di sana dia melihat ada Mama dan Papanya yg sudah duduk di meja makan sambil menatapnya dengan tatapan yg tidak bisa di artikan.
" Di mana Sasa,,?." Tanya Mama Rosa setelah Akmal duduk di hadapan mereka.
"Dia lagi tidur Ma,." Jawab Akmal tanpa menatap Mamanya.
"Bi, tolong bangunkan Non sasa buat sarapan." Kata Mama Rosa kepada Bi Ina.
"Loh kenapa,?." Tanya Mama Rosa bingung.
"Ngga usah bangunin dia Ma,! Semalam dia ngga tidur Soalnya dia sakit..." Jawab Akmal yg membuat Papa Mamanya saling melirik.
"Hari ini kamu ujian kan,? L." Tanya Papanya memulai percakapan, soalnya dari tadi tidak ada percakapan di antara mereka berdua.
"lya Pa,,!." Jawab Akmal.
Akmal memang orang yg tidak suka dendam, apalagi sama orang tuanya yg sangat dia sayangi dan dia hormati itu, dan dia juga sadar semua itu karna kesalahannya.
"Aku berangkat dulu, jam 12:30 aku pulang buat jemput sasa karena kita mau ke Dokter." Kata Akmal dan langsung bergegas pergi.
"Pa, Mama nengok sasa sebentar ya,?." Kata Mama Rosa setelah selesai sarapan.
"lya Ma." Jawab Papa Ikbal. Mama Rosa melangkah mendekati kamar Akmal dan sasa, dia mau mengetuk pintu tapi kemudian dia teringat dengan perkataan Akmal tadi, kalau semalam sasa tidak bisa tidur karna dia sakit.
Akhirnya Mama Rosa memilih masuk tanpa mengetuk pintu, dan setelah memasuki kamar, Mama Rosa langsung kaget dan sedikit bingung di saat melihat wajah menantunya yg sangat sembap dan pucat.
...Happy Reading...
...β€οΈβ€οΈβ€οΈ...