My Possessive Wife

My Possessive Wife
157



Refan yang berada di depan sesekali melirik Caca dari spion mobil ,, dia melihat Caca yang hanya menatap ke arah luar dengan wajah murungnya membuat dia semakin ngga sanggup untuk memberinya harapan palsu terlalu besar ...


Sampainya di bandara ,, Refan langsung turun dari mobil dan berpamitan kepada tantenya ,, dia menyalami dan mencium tangan mama ,, dan setelah itu dia langsung melangkah pergi dengan kopernya tanpa melirik Caca sama skali .....


sedangkan Caca yang berdiri di samping mama,, hanya menatap kepergian Refan tampa bisa berkata kata ,, dia bingung dengan sikap Refan yang tiba tiba cuek padanya ,, dan dia sangat sedih di perlakukan seperti itu oleh orang yang dia cintai ...


seketika mata Caca terasa panas ,, dia ingin menangis ,, hatinya sangat sakit ,, karena baru semalam Refan memperlakukannya sebagai seorang kekasih ,,


tapi sekarang dia merasa sudah seperti orang lain bagi Refan .. tapi dengan sekuat hatinya ,, Caca mencoba untuk tidak menangis ,, karena dia nggak enak sama tantenya yang berdiri di sampingnya itu ...


sedangakn Akmal ,, sebelum dia melangkah menyusul Refan ,, dia menyalami dan mencium tangan mamanya ,, kemudian dia berbalik menghadap Sasa ,,


dengan senyum yang indah ,, Sasa menyalami dan menciu tangan suaminya itu ,, kemudian Akmal pun mencium keningnya ,, ... .


setelah itu Akmal melangkah menuju pintu masuk sambil menatap dan melambaikan tangannya ke arah Sasa ,, mama dan Caca ....


setelah Akm masuk ,, Sasa mama dan Caca langsung menaki mobil untuk pulang ke rumah orang tua Akmal ,, sampainya di rumah ,, Sas dan Caca langsung melangkah ke kamar Caca ,,


karena Sasa tidak mau tidur sendiri ,, jadi dia memilih untuk tidur dengan Caca .... sampainya di kamar ,, Sasa memilih untuk langsung beristirahat di atas tempat tidur Caca ,,


sedangkan Caca ,, dia melangkah ke depan jendela dan berdiri seperti orang yang tidak bersemangat di sana ...


Sasa melihat Caca dan dia merasa bingung ,, karena sejak ke bandara sampai sekarang Caca hanya terdiam dan sekarang dia malah melamun di depan jendela ,,


karena merasa khawatir dengan sahabatnya itu ,, akhirnya Sasa bangun dan melangkah mendekati Caca ...


" kamu kenapa si Ca ,,, ? cerita dong sama aku ,,," kata Sasa..


Caca menarik nafasnya panjang dan membuangnya kasar kemudian berkata ...


" aku bingung dengan sikap Refan hari ini Sa,, ."kata Caca ...


" memangnya ada apa sama dia ,,, ?." tanya Sasa ...


" kamu ngga lihat tadi ,,, ? dia tu cuekin aku ,, di bandara tadi aja ,, dia ngga berkata apa apa sama aku ,, dia langsung pergi aja ..." Ucap Caca


" gini Ca ,, ngga usah kamu berfikir buruk dulu ,, mungkin dia lagi pusing memikirkan pekerjaannya sampai dia kaya gitu ." sambung Sasa ...


" dia tu orangnya baik bangat lo Ca ,, tapi memang sifatnya itu hampir mirip sama mas Akmal ,, cuek , beku dan kaku , jadi kalau sifat yang kaya gitu ngga usah terlalu ambil hati , memang itulah sifat mereka Ca .. ." Tambah caca... dan Caca yang tadinya sudah kecewa dan sedih ,, jadi semangat lagi setelah mendengar penjelasan Sasa ,, dia menatap Sasa sambil berkata ... .


" benar juga katamu Sa ,, aku ngga usah terlalu pusing ,, karena memang sifatnya sudah seperti itu.' jawab Caca


...🌹🌹🌹🌹...


...Jangan lupa Like dan Vote...


...Terima kasih...


...Jangan lupa mampir ke cerita ku yang lain nya ya kak...