
Pukul 11:30 siang ,, dokter yang menangani Sasa keluar dari ruang operasi dengan wajah yang terlihat sangat lelah dan tidak bersemangat ,,
keluarga Akm dan juga keluarga Sasa yang sudah sampai sejak dua jam yang lalu langsung berdiri dari tempat duduk mereka masing masing dan menghampiri dokter dengan wajah yg berlinang air mata ,,
karena sejak tadi mereka hanya bisa menangis dan berdoa untuk Sasa dan juga anaknya .....
" bagaimana dok ,,, ?." tanya mama Rosa dan mama Via bersamaan ...
" operasinya sudah selesai , , anaknya selamat walaupun sedikit lemah." jawab dokter itu ....
" terus ibu nya bagaiman dokter ,,, ?." tanya papa dengan tatapan yang tidak bisa di artikan ...
" kita sudah berusaha sekuat dan semampu kita tapiiii....." kata kata dokter itu tertahan ...
" tapi apa dokter ,,, ? apa yang terjadi sama putrikuuu ,,, ?." sambung mama Via.
" apa maksud kamu dokteeer ,,, ?." teriak mama Rosa..
" detak jantung dan denyut nadi ibu Sasa sudah semakin melemah ,, kita sudah melakukan berbagai cara tapi tidak ada perubahan membaik ,, malahan semakin memburuk ,,." kata dokter itu yang membuat semuanya langsung menangis ,,
terutama mama Rosa dan mama Via mereka langsung histeris sambil memeluk suaminya masing masing ....
" dan saya mau mengatakan sesuatu ,,." kata dokter itu lagi ...
" apa dok ,, apa yamg mau kamu katakan ,, ?." tanya papa...
" detak jantung dan denyut nadi ibu Sasa yang masih ada itu hanya karena adanya alat yamg masih terpasang di tubuhnya ,, jadi ada baiknya kita segera melepaskan alat alat medis dari tubuhnya biar dia tidak terlalu lama tersiksa ,,,." tambah dokter itu ... setelah mendengar perkataan dokter itu ,, mama Via langsung pingsan ,,
" Sasa putriku ,, mengapa semua harus kaya gini pa ,,, ? bagaimana dengan Akmal dan anaknya pa ,, ?." kata mama Rosa kepada suaminya yang sudah memeluknya ...
" tunggu dulu dokter ,, biarkan alat itu terpasang ,, kita harus menunggu suaminya ,, karena dia lebih berhak untuk memutuskannya dok." kata papa ke dokter itu ....
sedangkan Akmal masih berada di dalam mobil menuju rumah sakit ,, karena cuaca yang buruk dan hujan lebat ,, membuat pesawat yang di tumpangi Akmal mendarat di bandara tepat pukul 18:30 sore ,, dan pukul 19.0p mereka baru dalam perjalanan ke rumah sakit ,,, ...
Akmal sangat terpukul ,, seakan akan dunianya akan kiamat setelah mendengar kabar dari papanya barusan kalau Sasa sudah tidak bisa di selamatkan , , dan dia juga meminta kepada papanya untuk tidak melepaskan alat alat medis dari tubuh Sasa ,, .....
Akmal menangis sampai tidak bisa untuk berkata kata ,, dia tidak bisa menerima semua ini ,, dia tidak bisa hidup tanpa wanita yang teramat sangat dia cintai itu ,, sedangkan Refan yamg berada di sampingnya hanya bisa mengusap ngusap pundaknya dan memeluknya ....
dan tiba tiba mobil mereka terhenti karena macet yamg di sebabkan ada banjir besar di depan sana ,, dan tidak bisa di lewati kendaraan ,,
Akmal yang begitu memikirkan istrinya langsung turun dari mobil dan berlari meninggalkan Refan tanpa berucap satu katapun ,, ...
Akmal berlari menuju rumah sakit dengan berlinang air mata ,, dalam fikirannya hanya ada Sasa ,, dia tidak bisa membayangkan hidupnya tanpa Sasa ,,
air mata yamg membasahi wajahnya bercampur dengan air hujan yamg membasahi seluruh tubuhnya ...
...πΉπΉπΉπΉ...
...Jangan lupa Like dan Vote...
...Terima kasih...
...Jangan lupa mampir ke cerita ku yang lain nya ya kak...