My Possessive Wife

My Possessive Wife
150



Tapi dia tidak melepaskan pelukannya dari tubuh Sasa .... Sasa menggigit Akmal berulang ulang dan menjambak rambut Akmal ,,


namun Akmal tetap memeluknya dengan erat ,, karena merasa sia sia ,, akhirnya Sasa pun berhenti menggigit dan menjambak nya ,,


Dia menangis sekeras kerasnya dalam pelukan Akmal ,, .....


" maafkan aku ,, aku nggak akan macam macam ,, aku janji Sasa ,,, demi Tuhan aku nggak akan pernah macam macam." kata Akmal sambil terus memeluk istrinya yang sudah mulai tenang itu ....


" tolong maafkan aku ,, aku nggak bermaksud menyakitimu ,, kamu jangan kaya gini sayang ,, ingat anak kita yang ada di dalam perut kamu ini ,, dia masih lemah ,, aku mohon Sasa." tambah Akmal ...


Sasa yang mendengar kata anak kita ,, tambah menangis dengan kencangnya sambil berkata ,,, .....


" kamu jahat ,, kamu ngga ngerasain apa yamg aku rasakan sekarang ,, aku lagi mengandung anak kamu ,, tapi kamu tega mengatakan itu padaku ,, hiks ... hiks ... hiks ." Ucap Sasa.


" aku minta maaf sayang ,,, aku sangat mencintaimu ,, aku sangat menyayangimu ,, tolong percayalah padaku kalau memang kamu mencintaiku ,, aku nggak akan pernah menduakanmu ,, hanya kamu yang aku cintai ,kata Akmal yang membuat Sasa langsung luluh ...


kemudian Akmal dengan perlahan melepaskan pelukannya dan memandang wajah Sasa yang sudah basah dengan air mata itu ,,


dia menghapus air mata Sasa dengan jarinya ,, kemudian dia mencium kening Sasa dan me lu mat bibir seksi istrinya itu ...


sentuhan Akmal seperti candu buat Sasa ,, dia langsung tenang dan membalas lu ma tan suaminya itu ,, tapi tiba tiba ,, ponsel Sasa berdering dan membuat mereka berdua kaget . ,,, ....


" halo Sa, kalian di mana ,,, ? kita udah nyampe ni." kata Caca setelah Sasa mengangkat telfonnya ...


" iya Ca ,, sebentar lagi kita sampai kok ,, jawab Sasa dengan suara seraknya ...


hanya beberapa menit ,, akhirnya Sasa dan Akmal sampai di kafe yamg mereka tuju ,,


mereka berdua melangkah masuk ,, wajah Akmal biasa biasa saja ,, tapi wajah Sasa sangat terlihat sembab dan matanya yang sangat merah membuat teman teman mereka merasa heran sambil menatap satu sama lain ... .


Akmal langsung duduk di samping Refan tanpa memperdulikan tingkah teman temannya yamg kebingungan itu ,, setelah duduk ,, Akmal langsung mengajak ngobrol Rian yang ada tepat di depannya ...


sedangkan Sasa masih berdiri di samping Akmal sambil menatap teman temannya ,, dan teman temannya pun menatapnya dengan tatapan bingung ,, karena melihat matanya yang merah dan wajahnya yang sembab itu ....


Akmal yang melihat Sasa yang masih berdiri ,, langsung menariknya untuk duduk di sampingnya ,, kemudian Akmal memanggil pelayan untuk memesan makanan mereka berdua ,, karena yang lain sudah duluan pesan ...


Teman teman Sasa maupun Akmal masih bingung dengan Sasa maupun Akmal ,, karena wajah sembab Sasa di tambah dengan Sasa yang tidak banyak bicara seperti biasanya ,,


padahal Sasa itu yg paling heboh dan banyak tingkah kalau mereka lagi berkumpul kaya gini ,, dia selalu tidak bisa diam ... tapi mereka pun tidak berani untuk bertanya ,, apalagi Akmal memberi kode kepada mereka dengan memainkan mata dan menggelengkan kepalanya kepada mereka ...


kemudian mereka makan sambil mengobrol tentang segala hal ,, termasuk tentang hubungan Caca dan Refan yang baru saja jadian ,, dan Rian sama Ara yang sudah jadian beberapa bulan yang lalu ...


...🌹🌹🌹🌹...


...Jangan lupa Like dan Vote...


...Terima kasih...


...Jangan lupa mampir ke cerita ku yang lain nya ya kak,...