
setelah bi Ina pergi, tinggal Sasa dan Akmal yang ada di dapur, Sasa menggoreng ayam tanpa perdulikan Akmal dan Akmal pun hanya terdiam sambil sekali kali mencuri pandang ke Sasa, sambil menatap Sasa dalam diam, Akmal berfikir dan berkata kata dalam hatinya...
"ngga,, aku ngga bisa menceraikan dia, aku ngga bisa kehilangan dia, mau berapa kali aku harus menikah,? aku ngga mau menikah lebih dari satu." Ucap Akmal dalam hati nya dan selesai memasak Sasa pun langsung menyajikan makanan di atas meja, sedangkan Akmal yang sudah duduk sedari tadi hanya menatap makanan yg ada di meja tanpa berkata apa apa dan kemudian mereka berdua langsung makan...
dan di saat baru selesai makan, tiba tiba ponsel Akmal berdering yang ternyata itu panggilan telfon dari Anton temannya, dengan segera Akmal langsung mengangkatnya.
"halo ton ada apa,?." tanya Akmal setelah mengangkat telfonnya.
"Mal,, jam 21.00 kita tunggu di tempat biasa ya,,?." kata Anton...
"oke." jawab Akmal dan langsung memutuskan sambungan telfonnya... tempat biasa yang di maksud Anton itu adalah bar besar dan terkenal yg ada di jakarta yg mereke sering datangi.. dan setelah itu Akmal langsung melangkah menuju kamar untuk bersiap siap sedangkan Sasa sedang membereskan meja makan kemudian dia memilih untuk jalan jalan ke luar rumah mencari udara segar, dan karena merasa kedinginan sasa segera menutupi kepalanya dengan topi switer yg dia kenakan, sambil melangkah Sasa bertanya tanya dalam hatinya. ..
"mau kemana dia,? siapa sih yg nelpon dia,?." Ucap Sasa
sedangkan di dalam kamar Akmal yang sudah selesai bersiap siap langsung turun dari kamarnya dan dia melihat Sasa yang baru masuk rumah, karena merasa penasaran akhirnya Akmal pun bertanya.
" dari mana kamu,,?." tanya Akmal sambil menatap Sasa tapi Sasa malah cuek dan berjalan melewatinya...
"Sasa! aku nanya,! kamu dengar ngga sih,?." tanya Akmal kesal dan Sasa tetap pada prinsipnya untuk tetap diam...
Akmal tambah merasa kesal dan dia langsung menghampiri sasa dan menarik lengan Sasa sedikit kasar yg membuat Sasa langsung berbalik dan tersandar di dada bidangnya...
"terus aku ini apanya kamu,? aku ini istri kamu apa bukan sih,,? kamu pergi dan pulang sesuka hati kamu, kamu ngga pernah ngertiin perasaan aku." jawab Sasa dengan suara yg sudah bergetar karena menahan tangis....
"kamu pergi dan pulang dengan bibir yang sudah terluka, pernah ngga kamu berfikir bagaimana perasaan aku melihat semua itu,,?, aku terlukaaaaa,,! aku menangis semalaman karena ngga sanggup membayangkan apa yg terjadi antara kamu sama wanita itu sampai bibir kamu terluka seperti itu... kamu egoiiiis.!" Sasa berkata panjang lebar dengan berlinang air mata yang membuat Akmal langsung tersentuh dan merasa bersalah kemudian Akmal pun membuka suaranya...
"ngga ada apa apa yang terjadi antara aku dan dia Sa, aku menganggap dia cuma sebatas teman, dan dia mencium aku secara tiba tiba dan aku langsung menolaknya, tapi dia dengan cepat langsung menggigit bibir aku." jelas Akmal
to be continued....
...πΉπΉπΉπΉπΉ...
...Jangan lupa Like dan Vote...
...Terima kasih....
Jangan lupa mampir ke cerita ku yang lain ya kak