My Possessive Wife

My Possessive Wife
29



"tidak." jawab Akmal yang membuat Sasa tambah hancur tapi dia tetap berusaha tegar di depan taman temannya itu...


"hei Ceisya Ghaniya Hanae wijaya,, kamu bilang kamu wanita tercantik dan terseksi di kampus ini, tapi pria tertampan dan terkenal di kampus ini sama sekali tidak mengenalmu." ketus Bela.


kemudian dengan sekuat hati Sasa berbalik dan melangkah mendekati Bela, Akmal dan beberapa teman teman Akmal yang sudah menatapnya dengan tatapan yg tidak bisa di artikan.


Sedangkan teman teman Sasa dan semua orang yang ada si situ juga hanya terdiam dan menyaksikan...


"oh yaaa?." tanya Sasa santai, setelah berada di hadapan mereka...


"berarti pria tertampan dan terkenal di kampus ini tidak bisa menilai sesuatu yang indah di hadapannya, dan seleranya sangat rendah, selerahnya hanya untuk perempuan yg tipis dan rata seperti jalan tol." Sasa berkata sambil manatap Bela dari ujung rambut sampai ujung kaki karena bodi Bela memang rata tak berbentuk sama sekali..


"dan aku tidak butuh di kenal oleh pria yg berselerah rendah seperti itu." Sasa mengatakan semua itu dengan lantang walaupun hatinya hancur berkeping keping..


kemudian sasa berlalu meninggalkan mereka dan di ikuti ke tiga temannya yang tersenyum karena merasa bangga dengan keberanian Sasa.. dan semua yang ada di situ pun kaget dengan keberanian Sasa, yang menjatuhkan Bella juga Akmal di depan banyak orang..


Sedangkan Akmal dia tidak bisa berkata apa apa, dia hanya menatap Sasa dengan tatapan kaget dan bingung, dia tidak menyangka Sasa yang cengeng bisa se jutek itu.


"sombong bangat wanita itu, akan aku kasih pelajaran nanti." ketus Bella...


"kamu hebat seksi." kata Sifa memuji Sasa..


"iya benar benar, kamu sangat hebat." sambung Ara dan Amel dan Sasa hanya tersenyum kemudian berkata...


"kalian duluan ya,, aku mau ke toilet." Kata Sasa. dengan segera Sasa melangkah menuju toilet dan sampai di toilet dia langsung menutup pintu dan segera mengeluarkan tangisan yang sejak tadi dia tahan sambil berkata dalam hati.


"aku ngga boleh kaya gini, aku lebih cantik dari pada dia, dia ngga selefel sama aku." Kata Sasa dan langsung merapikan dirinya kemudia melangkah keluar menuju ruangannya,.


dan di lain sisi, Akmal masih memikirkan perkataan Sasa dan tiba tiba dia terkejut dangan Bela yang memeluk nya sambil berkata..


"aku kangen banget sama kamu Mal." Kata Bela sambil memeluk Akmal, dengan serentak Akmal langsung melepaskan pelukan Bela sambil berkata..


"kenapa kamu ke sini,?." Tanya Akmal sambil mundur selangkah dari hadapan Bela.. .


"aku ke sini karena ada perlu sama om aku dan juga untuk menemuimu soal nya aku kangen sama kamu dan yang lain nya." jawab Bela.


om Bella adalah rektor di kampus itu, jadi dia sangat percaya diri malah terkesan sombong karena....


...🌹🌹🌹🌹🌹...


...Jangan lupa Like dan Vote...


...Terima kasih....


Jangan lupa mampir ke cerita ku yang lain ya kak