My Possessive Wife

My Possessive Wife
80



"sudah Sa, mending kamu ngga usah terlalu memikirkan nya, kita lagi ujian lo,! butuh konsentrasi dan ketenangan, kalau kamu kaya gini, gimana mau menghadapi ujian besok." kata Sifa menenangkan Sasa..


"iya Sif, aku ngga mau terlalu memikirkan dia, buat apa aku memikirkan orang yang aku ngga tau dia mencintaiku atau tidak." kata Sasa sambil menghapus air matanya..


dan setelah itu, mereka berdua memilih untuk tidur karena waktu sudah menunjukan pukul 23:30 malam.


di sisi lain, Akmal sedang memikirkan Sasa yang sedang menangis karenanya, tapi dia tidak tau kalau sasa sudah pergi meninggalkan rumah. ..


"mengapa dia harus menuntutku untuk menjawab pertanyaannya ya g konyol itu, kalau aku ngga mencintainya, kenapa aku harus meminta anak padanya,? dasar wanita bodoh, apa dia fikir, aku ini binatang yg menginginkan anak tanpa cinta,,?." gerutu Akmal dalam ruang kerjanya.


"hiisss." desah Akmal


"apa semua wanita menginginkan kata cinta dari lelaki,? apa mereka tidak bisa menjalaninya tanpa harus ada kata itu,,? dia menginginkan kata cinta dariku, tapi dia tidak mau hamil anakku, maksudnya apa coba..?." gerutu akmal lagi...


Akm memang sudah sangat mencintai sasa, tapi dia laki laki yang sangat gengsi untuk menjunjung wanita dengan kata cinta, selama ini , dia tidak pernah merasakan dan menyatakan cinta kepada wanita manapun...


Sasa tidak bisa tidur, dia terus memikirkan Akmal, walaupun dia memutuskan untuk tidak memikirkannya, namun wajah Akmal selalu terbayang bayang dalam ingatannya..


air matanya terus meluncur membasahi wajah cantiknya, sedangkan Sifa yang berada di sampingnya sudah terlelap,..


di rumahnya, Akmal yang masih berada di ruang kerja pun sedang memikirkan istrinya yang membuatnya hampir gila.


Akmal menatap jam yang melingkar di pergelangan tangannya, jam menunjukan pukuk 24.00 malam tepat, segera dia berdiri dan keluar dari ruang kerjanya,.


dia melangkah menuju kamar, sesampainya di kamar, betapa terkejutnya dia melihat ranjang yang kosong, dia menuju kamar mandi untuk mencari keberadaan dada di sana namun tidak ada,..


segera dia berlari menuju kamar tamu, namun di sana pun tidak ada keberadaan Sasa, dia tambah khawatir memikirkan Sasa yang entah ke mana di tengah malam seperti ini, setelah dari kamar tamu, dia ke kamar para pembantu untuk menanyakan Sasa, namun jawaban semuanya sama, kalau mereka tidak tau..


jantung Akmal berdetak tak menentu, sejenak dia terdiam dan berfikir kemudian dia berlari kembali ke kamar dan membuka lemari pakaian, matanya terbelalak setelah melihat separuh dari rak pakaian Sasa yang kosong...


"ya Tuhan, kemana dia pergi selarut ini,?." tanya Akmal sambil mencakar cakar rambutnya sendiri...


"mengapa dia senekat ini,?." Akmal sangat khawatir, karena Sasa tidak pernah minggat dari rumah seperti ini..


Akmal mangambil ponselnya dan segera menelfon nomor Sasa namun nomor Sasa sudah tidak aktif, Akmal kembali mencakar cakar rambutnya dengan kesal...


"dimana kamu Sasa, kemana aku harus mencarimu,,? aaaaahhh." Akmal berteriak karena kesal...


Kemudian dia teringat kepada teman teman Sasa, tapi dia tidak tahu rumah teman teman Sasa, seketika fikirannya tertuju kepada Rian salah satu temannya yang katanya sekompleks dengan Ara sahabat Sasa...


...🌹🌹🌹🌹🌹...


...Jangan lupa Like dan Vote...


...Terima kasih....


Jangan lupa mampir ke cerita ku yang lain ya kak