
"Ya sama Refan,! Mau sama siapa lagi,?." Jawab Akmal sambil menatap Sasa bingung.
"Siapa kuntilanak itu,?." Tanya Sasa sambil menatap Akmal dengan tatapan cari tahu dan membuat Akmal langsung tertawa karena mendengar kata kuntilanak.
"Kamu cemburu,?.' Tanya Akmal sambil menatap wajah sembab Sasa.
"Kalau iya memangnya kenapa,?." Tanya balik Alira.
"Apa aku salah,? Tidak ada orang yg berhak atas dirimu melebihi aku,,!." Jawab Sasa dan membuat Akmal langsung tersenyum dan berkata.
"Begitu pun dengan dirimu, tidak ada yg lebih berhak atas dirimu dari pada aku,,!." Kata Akmal sambil menatap Sasa yg juga sedang menatapnya.
"Jadi jangan pernah kamu terima pemberian siapa pun,! Yg berhak menafkahimu lahir dan batin hanyalah aku,!." Tambah Akmal dan membuat muka Sasa langsung merah seperti kepiting goreng.
Di saat mereka sedang bertatap-tatapan tiba tiba Sasa menjerit kesakitan yg membuat Akmal langsung kaget .
"Aduuuh, aaaaah, hiks, hiks, hiks." sasa menjerit sambil menangis dan membuat Akmal kaget dan langsung duduk di sampingnya sambil bertanya.
"Ada apa,? Kamu kenapa,? Tanya Akmal bingung.
"Kepalaku sakit bangat,!." Jawab Sasa sambil memegang kepalanya.
Dan tidak pakai menunggu lama Akmal segera berdiri mengambil obat dan segelas air kemudian memberikannya kepada Sasa sambil berkata.
"Ini, Minum obatnya biar panas kamu turun,!." Kata Akmal sambil memberikan obat juga segelas air kepada Sasa dan Sasa pun langsung mengambil kemudian meminumnya.
Setelah minum obat Sasa langsung berbaring dan kembali menangis karna rasa nyeri di kepalanya belum juga redah.
"Diam dong Sa,! Mau sampai kapan kamu menangis,? Kalau kamu terus menangis seperti itu kepalamu ngga akan sembuh malah tambah sakit.." Akmal berkata dengan nada yg sedikit naik karena dia sudah risih dengan tangisan Sasa dari tadi.
"Sakit tahu,! Kamu itu hanya bisa ngomong tapi kamu ngga ngerasain..' Ketus Alira.
"Kalau gitu kamu bangun dan duduk menghadap aku,! Biar aku pijitin.." Kata Akmal yg sedang duduk di samping Sasa.
Tanpa membantah Sasa langsung bangun dan duduk menghadap Akmal yang sedang menatapnya dengan mata sayunya.
Setelah Sasa sudah duduk menghadapnya, Akmal dengan segera pijitin kepala Sasa dengan perlahan lahan dan Sasa hanya terdiam sambil sesekali menjerit.
Akmal memang sangat risih dengan tangisan Sasa dari tadi, tapi setelah melihat wajah cantik Sasa yang di basahi air mata dari arah dekat membuat Akmal seketika merasa kasihan kemudian berkata.
"Besok aku akan mengantarmu ke tempat Rani." Kata Akmal yg membuat Sasa yang sedang memejamkan mata langsung menatapnya tajam sambil bertanya.
"Siapa Rani,?." Tanya Sasa dengan suara seraknya.
"Dia kakak kelas aku waktu SMP sampai SMA, dan sekarang dia menjadi Dokter di Rumah Sakit Pusat." Jawab Akmal.
"Tidurlah,! Besok kamu ngga usah ke Kampus,! Telfon teman kamu buat izin, bilang kamu sakit,." Kata Akmal dan Sasa hanya mengangguk dan langsung berbaring ke tempat tidur.
Setelah itu Akmal langsung mengambil ponselnya dan kemudian berbaring di samping Sasa yang sedang membelakinya sambil mengetik pesan untuk Rani.
...Happy Reading...
...❤️❤️❤️...