
" kamu sudah makan,,?." tanya fahri. Sasa menjawab dengan hanya menggelengkan kepala..
"ayo makan, nanti selesai makan, kita ngobrol lagi." kata Akmal
"ngga mau, aku mau makan di temanin kamu." balas sasa...
"ya sudah." jawab Akmal singkat.
Sasa kemudian bergegas ke arah dapur, sampai di dapur, dia meletakan ponselnya di atas kursi kemudian dia berjalan ke arah lemari piring untuk mengambil piring...
serentak Akmal terpana sambil menelan ludahnya karena melihat penampilan Sasa yang mengenakan baju singlet ketat dan celana pendek ketat di atas pangkal pahanya..
Akmal kecil mulai menegang, tapi Akmal berusaha mengontrol dirinya...
Sasa makan sambil di tatap Akmal sampai selesai dan kemudian kembali ke kamar.. tapi tiba tiba refan datang menggangu, dia mengetok ngetok pintu kamar akmal.
tok...tok..tok..
" siapa,,?." teriak Akmal dari dalam kamar,
"gue, ayo, ayahnya bela ngajak kita ke lantai bawah." Jawab refan
deeeg,
jantung Sasa berdegup kencang mendengar nama bella...
"iya duluan, nanti aku nyusul." jawab Akmal tanpa membuka pintu...
Akmal kembali menatap Sasa dan berkata ,,
"kamu ngga usah fikir yang macam macam, ini cuma urusan pekerjaan ngga lebih, dan aku juga ngga tau kalau kerja sama ini dengan ayahnya bella dan juga bella,. aku baru tau setelah sampai sini." kata Akmal menjelaskan...
" ya udah, tapi mas harus hati hati, jangan sampai dia menjebakmu lagi." Kata sasa mengingatkan..
"ok, udah dulu ya." Kata Akmal..
Sasa menganggukan kepalanya.
Setelah mengakhiri obrolannya bersama Sasa.
Akmal, refan dan yang lain semuanya menginap di hotel bella, karena itu permintaan ayahnya bella, dan karena yang lain menyetujui, akhirnya tidak ada alasan untuk Akmal menolak.
Akmal nerjalan melalui lorong hotel, tapi tiba tiba, dia tidak sengaja melihat bella dan salah satu karyawan hotel itu sedang berbicara...
dengan perlahan Akmal melangkah mendekati mereka dan bersembunyi di balik guci besar yang ada di situ...
"kamu harus memasukan obat ini ke dalam gelas yang berwarna biru,! setelah itu kamu mengantarkannya, bella berkata sambil memberikan botol obat dan beberapa gelas yg berwarna warni kepada pelayan itu...
"baik bu." jawab pelayan itu..
Akmal mendengar semua pembicaraan antara bella dan pelayan itu ,, dan setelah bella pergi, akmal langsung mendekati pelayan itu dan menarik tangan nya,,..
"ada apa pak? ada yg bisa saya bantu,?." tanya pelayan itu...
" aku mendengar semua pembicaraan antara kamu dan bos kamu tadi, dan obat yang di berikan sama bos kamu itu, tujuannya untuk menjebak ku, kalau aku mau, aku bisa melaporkan kamu bersama bos kamu ke polisi." ancam Akmal...
"jangan pak,, saya mohon,, saya punya istri dan anak yang harus saya kasih makan." jawab pelayan itu...
"ok, tapi kamu harus melakukan apa yg aku suruh." Ucap Akmal
"baik pak, saya akan melakukan apapun,, asalkan jangan melaporkan saya ke polisi.." jawab pelayan itu
"kamu harus memasukan obat ini ke dalam gelas yang berwarna merah, dan antarkan sesuai perintah bos kamu tadi." kata Akmal.
"baik pa." jawab pelayan itu...
to be continued....
...πΉπΉπΉπΉπΉ...
...Jangan lupa Like dan Vote...
...Terima kasih....
Jangan lupa mampir ke cerita ku yang lain ya kak