
" sebenarnya aku sudah terlanjur mencintaimu, tapi kalau kamu bilang ngga kenal sama aku, aku juga akan berusaha untuk melupakan dan menghapus rasa yg membuat aku jadi lemah kaya gini." kata Sasa sambil berlinang air mata...
Deeeg....
jantung Akmal berdetak tak menentu setelah mengetahui kenyataan kalau Sasa punya perasaan cinta padanya...
"aku tidak mau sakit hati, jadi aku memutuskan akan bicara dengan orang tua kita agar pernikahan kita yamg terpaksa ini cepat di akhiri... " kata Sasa sambil menangis membelakangi Akmal..
"maksud kamu apa,,? kamu kira mengakhiri sebuah pernikahan itu sesuatu hal yamg bagus,? kamu mau jadi janda di umur segini,,?." tantang akmal.
"bagus buat kamu biar bisa bebas dengan wanita wanita di luar sana,, biar bisa peluk sana sini dasar laki laki murahan." teriak sasa dengan suara bergetar sambil berbalik menghadap Akmal dengan berlinang air mata.
"kamu kalau bicara jangan sembarangan, Bella itu bukan sepertimu yang genit sama semua laki laki." kata Akmal dengan suara yg keras... hati sasa hancur mendengar perkataan Akmal yang menyebutnya wanita seperti itu dan lebih membela wanita lain, tanpa berkata apa apa Sasa langsung pergi meninggalkan Akmal di kamar mereka, sambil menangis dia keluar berlari ke kamar tamu, dan mengunci diri di sana dan dia langsung terduduk di lantai samping tempat tidur sambil menangis...
Akmal menyadari kata katanya yg membuat Sasa menangis, dia berlari mengikuti sasa tapi Sasa sudah mengunci pintunya...
Sasa mengunci diri di kamar tamu sampai pagi, pukul 9:30 pahi dia segera beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya dan setelah selesai mandi dan berpakaian, dia langsung ke dapur membantu bi ina dan bi ira karna itulah kebiasaannya,,.
"ngga usah non biar kita aja yg mengerjakannya." kata bi Ina..
"ngga apa apa bi, kebetulan hari Sabtu libur ngga ada aktifitas pagi jadi aku ingin belajar masak sama bibi..." jawab Sasa...
sakit hati SAS sedikit terobati dengan kesibukannya membantu para bibi menyiapkan makanan, dan setelah semuanya sudah siap sasa langsung duduk di meja makan dan bersiap untuk makan dan tiba tiba Akmal muncul dengan badan yg penuh keringat karena baru selesai berolahraga dan dia langsung melangkah ke arah meja makan kemudian duduk di depan Sasa yang tidak memperdulikannya sama sekali.
mereka makan tanpa ada yg bersuara hanya ada suara sendok dan piring yg saling beradu, setelah selesai makan Sasa langsung berdiri dan naik ke kamar tamu tanpa memperdulikan Akmal yang sedang menatapnya itu.
kemudian Akmal pun langsung melangkah menuju kamar mereka dan langsung bergegas mandi, selesai mandi dan berpakaian santai langsung menuju balkon dan bersantai di sana, setelah beberapa jam bersantai di balkon kemudian Akmal memilih untuk masuk dan berbaring di tempat tidurnya, tapi tiba tiba dia di kagetkan dengan suara dering ponselnya yg berada di sampingnya dan itu panggilan dari Bela...
" Mal, kita jalan yuk." ajak Bela...
"aku lagi malas bel." jawab akmal...
" ayolah Malโ! aku kan baru datang, kok kamu ngga mau nemanin aku sih." bujuk Bella.
"ya udah.' jawab Akmal..
"kamu jemput aku di apartemen aku ya." kata Bela..
"ya udah." jawab Akmal,,
Akmal segera melangkah keluar dan di sempat melihat kamar tamu yg masih tertutup.
...๐น๐น๐น๐น๐น...
...Jangan lupa Like dan Vote...
...Terima kasih....
Jangan lupa mampir ke cerita ku yang lain ya kak